Halooo, A-Ca is back.
InshaAllah kalo gak ada halangan A-Ca bakal update buat nemenin kalian tahun baru, hehe. So, bakal update selama 3 hari berturut-turut. Jangan lupa nyalain notifnya! 😁🙏🏻
***
"Kok jadi gue sih yang ngajuin sponsor ke pemilik travel itu? Gue gak mau, Yes. Pokoknya gue gak mauuuu—"
"Nam, ini demi kepentingan bersama. Plis ya, sekali aja"
"Yes, gue tuh ada masalah sama anaknya. Bukannya dikasih, entar kita malah diinjak-injak tau gak?!"
"Gini deh, pas lo kerumah dia ada yang nemenin satu atau dua anak. Oke, kalo perlu gue yang temenin. Gimana?"
Muka Yesaya yang memelas membuat Nami tidak tega dan harus mengorbankan sedikit egonya demi kepentingan sponsor ini.
Nami mengembuskan nafas panjang.
"Iya, oke. Terserah"
"Jangan terpaksa gitu dong, Nam. Gue kan jadi ga enak..."
"Ya emang gue terpaksa???"
"Udah udah, gue aja gapapa. Lagian alasan Nami juga masuk akal kok, jadi biar gue aja" kata Diandra menengahi.
"Gue coba dulu aja, kalo misal gak berhasil lo bisa ambil alih"
"Lagian, dibanding kalian semua kayaknya gue yang paling gak bisa diandalkan. Sooo, gue bakal berkorban demi kita semua"
Kemudian, Sam dengan tawanya yang khas membuat Nami semakin kesal dengan kalimat yang dikatakannya.
"Baru nyadar loo?! Siput... Siput... Kemana aja lo?" Nami hanya bisa mengelus dada.
"Oke, rapat sampe disini dulu, kita lanjut minggu depan biar ada perkembangan. Sekian"
Beberapa anggota bubar dari posisi rapat. Ada yang langsung pulang, ada yang istirahat, dan ada yang menggosip—Sam misalnya.
"Jangan ditekuk dong mukanya, entar gue temenin kalo bisa"
"Lo emang terbaik, Sak!" balas Nami pasrah.
Nami memang sudah akan pulang dan sedang mengambil tasnya, tapi teriakan dari Tasya membuatnya dirinya terhenti.
"NAMIRAAA! LO DITUNGGU DIBAWAH!"
"Hah?"
"Siapa yang nunggu?" Sam ikut nimbrung.
"Gatau, pacarnya kali"
"Lo udah ada pacar, Put?"
"Gaada. Lagian siapa sih, Tas? Jangan ngaco lo"
"Itu dibawah"
Nami melihat dari jendela, dibawah sudah ada yang menunggu. Benar saja, perkataan Rifky kemarin tidak main-main.
"Siapa, Nam? Kok lo gak cerita sama gue? Lo udah move on?!"
"Enggak, bentar-bentar"
"Buat apa sih move on kalo jadian aja enggak?" —kalimat menyakitkan datang dari si mulut pedas, Nara.
Nami meliriknya dengan tatapan tajam sekilas
"Aduh, si Rifky ngapain sih nunggu dibawah?" kata Nami pelan.
"Guys, gue duluan ya"
"Eh, sekalian aja. Ini kita juga mau turun"
"Hah? Kok tiba-tiba? Perasaan tadi kalian masih mau ngobrol deh" perasaan Nami tidak enak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anaimy (JJH x JCY)
Ficção Adolescente"Gue tanya sekali lagi. Apa pernah gue ngasih harapan buat lo?" Gadis itu hanya diam. "Namira..." "Apa?" ia hanya bertanya kembali tanpa berniat menjawab pertanyaan sebelumnya. "Lo belum jawab pertanyaan gue" lelaki itu terus mendesaknya untuk menj...
