[ Nomor Tidak Dikenal ]

82 21 7
                                        

*tok tok tok*

"Namira?"

"Nam?" suara ibunya terdengar dibalik pintu.

"Nam, ibu buka ya pintunya?"

Dirasa tidak ada jawaban, sang ibu langsung membuka kamar. Anak sulungnya masih tidur, padahal jam sudah menunjukkan pukul 10. Nami sudah tidur sangat lama.

"Kamu tuh kebiasaan deh, liat ini masih berantakan, Nam"

"Ih, ibuuuu, yaudah sih, aku kan capek, baru aja pulang"

"Yaudah iya, kamu tuh tapi yang sehat gitu loh, Nam. Semangat dong, abis liburan kok lemah gitu. Besok ada temen kamu mau main loh"

"Temen?" Nami masih berbicara sambil menutup matanya.

"Iya udah, pokoknya kamu siap-siap, siapa tau diajak jalan"

"Apaan sih bu, orang palingan juga Meira, Desya, sama Raya doang"

"Kebiasaan kamu itu loh, Nam. Yaudah mandi sana, makan. Udah ada ayam di meja makan ya"

"Hmmm"

"Ibu keluar dulu, awas ya kamu kalo tidur lagi!"

"Hmmm"

Setelah ibunya menutup pintu, Nami tidur lagi. Ia tidak peduli apa yang akan terjadi ketika ibu melihatnya nanti.

Satu jam setelah ia melanjutkan mimpinya, Nami baru benar-benar bangun. Ia segera mandi, makan, dan kembali lagi ke kamar untuk bersantai ria.

Minggu ini libur semester dimulai. Tapi Nami sadar, beberapa hari lagi, Nara dan teman-teman yang lain akan memaksanya untuk rapat program kerja selanjutnya.

Nami melihat beberapa kontak di handphone nya, memilih satu nomor untuk ditelepon.

"Halo? Ray, besok lo mau ke rumah gue ya?"

"Hah? Emang iya?"

"Lah, gimana sih lo? Bukannya bareng Meira sama Desya?"

"Setau gue kita gaada plan buat kerumah lo sih, Nam"

"Lagian kalo kita main juga pasti bilang di grup dulu kali" tambahnya.

"Gue pikir kita mau ngemall bareng malah, sekalian"

"Enggak kok, Nam, justru besok gue ada acara keluarga, jadi ga mungkin ikut deh"

"Terus siapa yang mau kerumah gue?"

"Kenapa sih emangnya?"

"Tadi si ibu bilang besok siap-siap, ada teman yang mau main, gitu katanya"

"Calon jodoh lo kali"

"Mulut lo emang minta diplester ya, Ray"

"Canda doang, tapi bisa jadi kayak gitu loh"

"Makin ngelantur lo ya, yaudah gue tutup"

"Iyeee"

Setelah menutup telepon dengan Raya, Nami tiba-tiba berpikir. Siapa teman yang datang kerumah sampai ibu menyuruhnya siap-siap? Pasalnya, selama ini jika ada teman yang main ibunya tidak akan sampai melihat penampilan anaknya ini.

Selang beberapa menit, sebuah notifikasi WhatsApp muncul.

Nomor tidak dikenal.

+62 822 45xx xxxx
Hai, ini Namira?

"Siapa nih?"

Namira Cahaya
???

+62 822 45xx xxx
Lo beneran lupa sama gue, Nam?
Kok di r doang?

Anaimy (JJH x JCY)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang