[ Permintaan Maaf ]

91 11 4
                                        

Happy New Year! 🤩

A-Ca mau ngucapin selamat tahun baru buat kalian semuaaa. Semoga di tahun 2023, apa yang kalian harapkan dapat terwujud. Sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin.

Namira, Arsa, Rifky, dkk. nemenin kalian di awal tahun 2022, sekarang mereka akan menemani kalian kembali di tahun 2023.

Maaf ya, udah setahun lebih tapi belum selesai juga. Semoga ini bisa mengobati kerinduan kalian.

Enjoy! ❤️

***

"Ayo, Nam. Kita pulang sekarang"

Setelah mengatakan itu, Arsa menarik tangan Nami. Mereka berdua menuju parkiran.

Arsa dan Nami hampir sampai, tapi tangan gadis itu selalu saja ingin dilepas. Entah kenapa, melihat Arsa membuatnya tetap sakit hati.

"Lepasin! Ar, lepasin!"

Arsa berhenti mendadak, membuat Nami terkejut dan menabrak lelaki itu.

"Aww" rintih Nami, dengan tangan yang masih dipegang oleh Arsa itu.

"Lo bisa diem gak? Lo tau gak kalo gue gak nolongin lo, Nam?"

Nami masih diam, mencerna ucapan Arsa. Selalu begitu, apa Arsa tidak pernah ikhlas menolong dirinya?

"Bisa gak sih lo mikir dikit aja, Nam? Kenapa lo langsung percaya kalo itu nomornya Meira?!"

"Bukannya akhir-akhir ini lo diteror sama orang?!" Arsa, entah kenapa dia menggebu-gebu.

"Tenyata tau juga ya kalo gue diteror orang?" tanya Nami sarkas.

Mereka sama-sama diam.

"Kalo lo gak ikhlas, lo gak perlu nolong gue, Ar! Ada enggak nya lo tadi gak bikin file yang udah basah ini kembali kering"

"Kalo lo mau marah-marah, jangan sekarang! Liat, lo masih di lingkungan sekolah"

Nami menghembuskan nafas sejenak.

"Lo gak malu kalo digosipin sama gue lagi?! Dengan lo kayak gini, itu ngebuat gue makin ngerasa bersalah"

"Jadi.. lepasin gue sekarang!" Nami mengatakan sambil berusaha melepas tangannya.

Tanpa diduga, Arsa justru semakin menariknya menuju parkiran. Beberapa siswa yang masih ada di sekolah melihat mereka, bergosip ria. Mereka pikir, gosip itu benar adanya.

Nami sudah tidak peduli dan ingin melihat seberapa jauh Arsa kali ini.

"Gue anter, gausah protes!"

'What?!' batinnya, Nami hanya menganga.

"Gue mau ojek online!"

"Gausah keras kepala, Nam- Nih, pake!" Arsa menyodorkan jaketnya pada Nami, sementara Nami hanya menatap heran.

Sangat tidak mungkin, pikir Nami.

Diam terlalu lama, membuat Arsa terpaksa memakaikan jaket kesayangannya pada orang keras kepala didepannya.

Jangan tanya Nami, dia masih bertanya-tanya. Akan ada masalah apa lagi kali ini? Selain file Bu Emmi yang basah, dirinya merasa akan mendapat masalah lanjutan.

"Jangan manja, Nam. Lap juga wajah lo-"

Siapa sangka, Arsa Aditya mengeringkan wajah Nami yang basah menggunakan lap kecil miliknya.

Setelahnya, ia menaruh kembali lap itu di tas dan menaiki motor.

"Naik,"

Nami diam.

Anaimy (JJH x JCY)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang