Welcome February!
Cepet banget gak sih? Huaaa
Btw, happy birthday to our Doyoung aka Yesaya in this story
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(plis jangan protes karena doy ultah, tapi updatenya malah ultah Arsa wkwk)
Happy reading! 💞
***
14 Februari
"Lo beneran mau nganter kado kerumahnya Arsa? Lo gak lagi gila kan, Nam?" Meira bertanya heran
"Gue juga gak mungkin nganterin kado sendiri, Mei. Gue t-takut tau"
"Yaudah, sekarang lo maunya gimana?"
"Kita anterin kado ke rumahnya ya, tapi taruh depan aja"
"Terus kuenya?"
"Kita titipin Farhan, tapi lo yang ngomong ya? Gue malu"
"Kalau lo bukan Nami, gue udah males banget sumpah"
"Eummm, gimana kalo kadonya kita titip ke Farhan sekalian?"
"Boleh, mending kayak gitu sih menurut gue. Jadi kita gausah pake acara ke rumahnya segala"
"Oke deh, gue ngikut lo aja"
"Nam, lo bener-bener minta tolong sama Rifky buat cari kado ulang tahunnya Arsa?"
Nami hanya mengangguk, Meira hanya menghela nafas kesal.
"Lo gimana sih, Nam? Ya kalo Rifky ternyata suka sama lo gimana?"
"Kan kalo, berarti seandainya, tapi kenyataannya kan enggak. Emang lo tau darimana kalo dia suka sama gue?" Nami justru balik bertanya.
"Terserah lo deh, Nam. Pokoknya gue cuma ngasih tau. Gue aja tuh udah bosen dan capek banget liat lo suka sama Arsa tau gak"
"Lo beneran gaada nyerahnya ya?"
Perkataan Meira hanya dibalas dengan senyuman tanpa dosa dari sahabatnya itu.
"Whatever" Meira mengakhiri dengan kalimat itu dan meninggalkan Nami di ruang OSIS.
"Mei, tunggu ih!"
***
"Farhan, gue titip ini ya. Kado sama kue, buat Arsa"
"Wait, dalam rangka apa lo tiba-tiba ngasih dia kayak gini? Kok gue gak dikasih?"
"Oh.. gara-gara hari ini valentine?"
"Valentine mata lo, gausah geer deh lo. Siapa juga yang mau kasih buat lo"
"Lo suka sama Arsa, Mei? Lagian dia pasti banyak juga nerima coklat, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Anaimy (JJH x JCY)
Novela Juvenil"Gue tanya sekali lagi. Apa pernah gue ngasih harapan buat lo?" Gadis itu hanya diam. "Namira..." "Apa?" ia hanya bertanya kembali tanpa berniat menjawab pertanyaan sebelumnya. "Lo belum jawab pertanyaan gue" lelaki itu terus mendesaknya untuk menj...
