[ His Confession ]

71 9 6
                                        

Happy New Year 2025 💫

Maaf ya belum bisa konsisten jadi penulis, aku harap kalian masih bisa menikmati karyaku 🤍

***

"Lo kenapa bohong sama gue?" Nami bertanya dengan nada dingin.

Rifky terdiam, apa yang harus dia katakan pada gadis itu?

"Rif, gue tanya. Kenapa lo gak jujur?" sebisa mungkin gadis itu menahan emosi dan air mata yang sebentar lagi turun.

"Nam, lo sayang banget ya sama dia?"

Nami menghela nafas. Kini, ia yang terdiam. Susah untuk membenci seseorang yang sudah lama ia sayangi.

"Lo sadar gak sih, lo itu sakit gara-gara dia. Lo mikir gak? Gue gak akan pernah tega lo nangis gara-gara dia lagi, Nam" Rifky menjeda ucapannya.

"Gue tau, rasa sayang lo ke dia jauh lebih besar dari rasa sayang lo ke gue-" ucapannya terpotong karena Nami.

"Kok lo jadi bawa masalah perasaan dan kasih sayang?! Gak ada hubungannya lah!" Nami kalah, dia emosi seketika.

"Ada! Pasti ada, makanya lo marah ke gue sekarang!"

"Gue gak marah" bohong, dia sangat terbawa perasaan.

Pertanyaan Rifky mau tidak mau membuat air mata itu jatuh, Nami benar-benar merasa sedih hari ini. Untuk pertama kalinya dia merasa Rifky mengibarkan bendera perang. Lantas, siapa yang akan menolong dirinya?

"Gue bisa ngomong dulu?" Rifky bertanya, berusaha tidak menyakiti hati sahabat perempuannya.

"Bisa, sorry gue kelepasan" jawabnya.

"Nam, rasa suka sama orang itu gak akan pernah bisa kita kontrol. Lo gak pernah salah suka sama dia. Tapi, apa lo akan tetap menyukai orang yang gak pernah menghargai diri lo?" Rifky mulai emosi, tapi dia sebisa mungkin berbicara dengan nada lembut.

"Jangan munafik sama diri sendiri, lo udah ngerasain sakit berapa lama sih? Masih banyak orang yang sayang sama lo, Nam"

"Gak ada, Rifky. Gak ada orang sayang sama gue!" entah apa yang ada di pikiran Nami sekarang.

"At least lo punya keluarga, lo punya temen-temen, dan lo punya gue yang sayang sama lo" Rifky menjeda ucapannya.

"Apa yang lo cari, Nam?" Rifky memberi jeda.

"Oh.. gue tau,"

"Lo lagi nyari orang yang rasa sayangnya lebih besar dari rasa sayang lo ke Anaimy, kan?" lanjutnya.

Nami terdiam, pembahasan mereka mulai serius. Beruntung tidak ada orang di ruangan kecuali mereka.

"Rif, kenapa lo jadi kayak gini sih?!"

"Lo yang kenapa, Nam!"

Nami kaget, Rifky biasanya tidak seperti ini.

"Kalo lo tanya ada atau enggak orang yang sayang sama lo lebih dari lo sayang sama Arsa, jawabannya ada. Gue bisa pastiin itu, tapi lo yang gak mau buka hati!" Rifky menekan seluruh kalimat yang dia ucapkan.

Emosi lelaki itu tersulut, apalagi mengingat pertengkaran dengan Arsa beberapa menit lalu.

"Rifky, lo tuh gak akan paham sama apa yang gue rasain selama ini, jadi stop sok tau!" Nami sudah emosi, air matanya tidak henti turun.

Nami tidak bisa mengendalikan, Rifky yang ada di hadapannya seolah berbeda.

"Lo gak pernah tau kan gimana rasanya lo suka sama orang yang gak pernah suka sama lo!? Sakit, Rif. Gue bahkan berharap lo gak mengalami nasib kayak gue,"

Anaimy (JJH x JCY)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang