Aku berjalan menuju meja Resepsionis yang di jaga oleh Silvia.
"Adalin... Apakah kau ingin mengambil sebuah quest. " Silvia langsung bertanya begitu aku berjalan mendekat.
"Iya... Aku ingin mengambil quest ini. " Aku meletakkan kertas quest di meja.
"Quest ini ya. Quest yang baru di kirim kemarin malam. " Silvia menatap diriku.
"Ada apa? " Aku bertanya dengan heran.
"Quest ini adalah quest penjagaan. Jadi ini akan perlu kau laksanakan selama beberapa hari. "
"Beberapa hari ya... Apakah itu berarti lisensi petualang ku akan di cabut, atau itu akan di hitung quest minggu ini dan minggu depan. "
Aku akan mengambil quest yang lain terlebih dahulu jika lisensi petualang ku akan di cabut. Seharusnya memotong rumput bisa selesai dengan cepat. Saat ini aku sudah berada di ujung waktu minimal pengambilan quest mingguan. Dan jika quest ini perlu di laksanakan selama beberapa hari, maka aku masih akan melaksanakan quest ini di minggu depan berikutnya. Yang artinya aku tidak akan bisa menyelesaikan quest apapun minggu ini. Itulah kenapa aku bertanya quest itu akan di anggap atau tidak meskipun aku belum menyelesaikannya.
"Ini akan di hitung sebagai quest minggu ini dan minggu depan. "
"Bagus. Aku tidak perlu melakukan quest untuk minggu depan lagi kalau begitu. Satu batu 2 burung. " Aku berbicara dengan senang.
"Kau sangat pemalas ya Adalin. " Silvia mengejek ku.
"Aku cukup yakin aku tidak se-pemalas itu jika dilihat dari Slime yang ku buru kemarin. " Aku membela diri ku.
"Ya, mungkin kau benar... Hal ini memang tidak ada peraturannya, tapi kurasa ini bukanlah quest untuk seorang petualang rank-F. " Silvia pada dasarnya menyuruh ku untuk tidak mengambil quest ini.
"Tapi aku bisa mengambil quest ini, kan? " Aku memutuskan untuk tetap mengambil quest ini.
"Bisa sih, tapi... Terserah mu lah... " Silvia menyerah. Dia tidak lagi mencegah ku mengambil quest ini.
"Baiklah, kau bisa pergi sekarang! Ingat! Tugas mu hanya menjaga desa dari para goblin. Jadi jangan kau justru membantai para goblin itu, itu tugas orang lain... Oke? " Silvia bercanda.
"Aku tidak cukup kuat untuk membantai goblin... Aku pergi sekarang. " Aku segera pergi meninggalkan meja resepsionis.
Silvia memegang kertas quest di tangannya. Dia berjalan keluar meja resepsionis. Menuju ke papan quest. Menempatkan kembali kertas quest itu di sana, supaya orang lain juga bisa mengambil quest itu.
Dan tanpa di sadari Silvia ada seseorang yang mendekati dirinya dari belakang.
Orang itu berkata.
"Aku akan mengambil quest itu. "
***
Aku saat ini masih berada di kota. Memikirkan tentang apa saja kira-kira yang perlu ku bawa.
"Makanan? Tidak perlu. Aku bisa mendapatkannya di desa... Memang apalagi yang perlu di bawa selain makanan? " Aku memikirkan hal simpel itu dengan keras.
"Pakaian mungkin... Sudah siap di dalam tas... Tunggu, bukankah sebenarnya aku bisa benar-benar langsung berangkat sekarang? "
Tiba-tiba sebuah ingatan mengenai barang ku yang acak-acakan masuk ke dalam pikiran ku.
"Masih ada sedikit waktu... Sebaiknya aku membeli cincin penyimpanan lagi dan berbagai peralatan lain. "
Aku segera pergi ke sebuah toko grosir yang menyediakan barang-barang untuk para petualang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adam, The Hero Challenger
ActionFirst series. Latar=Dunia Escavor (Dunia Sihir) *** Adam, seorang manusia yang menantang duel sang pahlawan demi memperebutkan cinta. Demi bisa bersaing dia pergi meninggalkan banyak hal. Keluarga, teman, kampung halaman, dan bahkan orang yang dic...
