Aku segera pergi menuju desa Tilva setelah aku selesai meletakkan tumpukan makanan yang ku miliki.
Aku lebih memilih meletakkan tumpukan makanan itu begitu saja. Karena terlalu membuang-buang waktu jika aku mendatangi orang yang membutuhkan satu persatu.
*Gluduk, gluduk... *
Kereta kuda yang ku naiki melindas sebuah batu. Membuatnya sedikit bergetar.
"Pak, seberapa jauh desa Tilva itu? " Aku bertanya kepada kusir.
"Ya kalau nggak ada masalah sih 5 jam juga sampai. "
"5 jam ya... "Aku bergumam.
Tiba-tiba kereta kuda yang ku naiki berhenti di tengah jalan.
"Ada apa pak? " Aku bertanya, penasaran dengan apa yang terjadi.
"Itu. Masalah. " Pak kusir itu dengan santai menunjuk ke arah depan. Terlihat ada beberapa ekor Wolf di depan sana.
"Kau seorang petualang kan? Cepat urus sana! " Pak kusir itu menyuruh ku mengurus Wolf-Wolf itu.
"Oke. " Aku mengeluarkan sebuah belati dari salah satu cincin penyimpanan ku.
"Ambil ini pak, untuk jaga-jaga. " Aku memberikan pak kusir itu sebuah belati.
Segera setelah itu aku turun dari kereta kuda. Aku mengeluarkan sebuah pedang dari cincin di tangan kanan ku, dan sebuah perisai dari cincin di tangan kiri ku.
Aku bersiap menghadapi sekumpulan Wolf tersebut.
Para Wolf itu mengeram dan berlari mendekati ku dengan cepat.
Para Wolf itu mendekati ku dari sebelah kiri dan kanan.
Aku menangkis serangan Wolf dari sebelah kiri menggunakan perisai. Dan menebas Wolf di sebelah kanan.
Wolf di kanan tewas seketika, berubah menjadi abu. Sedangkan Wolf di kiri mengambil jarak beberapa meter dari ku.
Wolf itu mengeram.
Dia berlari ke arah ku dengan cepat. Melompat. Siap menerkam ku.
Aku bersiap untuk menghadapi Wolf itu.
Tapi tiba-tiba ada 3 Wolf lain yang melompat ke arah ku.
Sial! Para Wolf itu mengepung ku dari segala sisi.
Aku mulai berpikir bahwa aku tidak akan bisa mengatasi semua ini tanpa terluka.
"Flame! "
Tiba-tiba sebuah bola api menghantam ke-empat Wolf itu. Membuat para Wolf itu terlempar menjauh dan terbakar. Mati dalam sekejap.
Aku melihat ke arah datangnya bola api tersebut.
Yang aku lihat adalah seorang gadis yang seusia dengan ku. Dia menggunakan pakaian dengan jubah coklat bercorak.
Gadis itu memiliki rambut hitam bergelombang. Warna matanya biru, wajahnya juga sangatlah cantik. Dan tubuhnya juga bisa di bilang seksi untuk gadis yang sebaya dengan ku.
Gadis itu berjalan mendekati ku.
"Gerakan mu masih amatir. "
Setelah mengatakan itu gadis itu hanya berjalan melewati ku. Mengambil batu sihir dari Wolf yang dia bunuh. Setelah itu gadis itu kembali berjalan di jalanan.
Apakah dia baru saja mengejek ku? Aku memandangi wanita itu.
Ya terserah lah. Aku mengambil batu sihir dari Wolf yang ku kalahkan. Memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan yang ku gunakan khusus untuk batu sihir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adam, The Hero Challenger
AkčníFirst series. Latar=Dunia Escavor (Dunia Sihir) *** Adam, seorang manusia yang menantang duel sang pahlawan demi memperebutkan cinta. Demi bisa bersaing dia pergi meninggalkan banyak hal. Keluarga, teman, kampung halaman, dan bahkan orang yang dic...
