Kunjungan dan Masa lalu

5 1 0
                                        

Di sebuah rumah sederhana di pinggir Kota Laves.

*Tok, tok, tok... *

Seorang wanita terlihat mengetuk pintu rumah itu. Dia menunggu di depan rumah hingga pintu terbuka.

*Kreek... *

Pintu rumah terbuka perlahan. Menampakkan wajah gadis muda di baliknya.

"Hai, Aulia... Lama tidak bertemu. " Wanita itu langsung menyapa gadis muda di balik pintu.

"Cih... Kak Safira... Masuk! " Aulia menampilkan wajah tidak menyenangkan di awal. Tapi segera merubahnya dan menerima Safira untuk masuk.

"Ihhh... Ngapa sih jutek gitu? " Safira meremas pipi Aulia. Memainkannya.

"Ah. Aku bukan anak kecil lagi. " Aulia menyingkirkan tangan Safira dari pipinya dengan kesal.

"Tapi kau masih kecil. Ingat! Kau masih 13 tahun. " Safira meledek Aulia.

"Aku akan 14 tahun kurang dari 5 bulan lagi. " Aulia membela diri.

"Itu masih lama. " Safira tersenyum.

"Aulia, tamunya siapa? " Tiba-tiba ada seorang wanita yang muncul dari belakang Aulia. Wanita itu adalah ibu Aulia dan Adam, Mella.

"Bibi Mella. Lama tidak bertemu. " Safira menyapa Mella dengan sopan.

"Oh! Safira. Sudah lama sekali kau tidak berkunjung... Masuk lah! Makan siang sudah siap. " Mella menyambut Safira dengan hangat.

Safira menerima tawaran Mella dan segera masuk ke dalam rumah. Begitu di dalam dia bisa melihat seorang pria paruh baya yang duduk di kursi ruang makan sambil membaca sebuah buku. Pria paruh baya itu adalah ayah Aulia dan Adam, Fakhri.

"Paman Fakhri. Senang bertemu dengan mu lagi. " Safira menyapa Fakhri dengan hangat.

Fakhri tidak menjawab. Hanya diam dan fokus dengan buku-nya.

*Tang! *

Sebuah centong sayur memukul kepala Fakhri.

"Hei. Safira sedang berbicara dengan mu.  " Mella memperingati Fakhri.

"Ta, tapi, tapi Adam... " Fakhri berbicara dengan tidak jelas.

*Tang. *

Mella memukul kepa Fakhri sekali lagi.

"Safira itu seorang bangsawan. Tidak heran jika dia mendapatkan banyak lamaran pernikahan. " Mella memberitahu Fakhri.

"Tapi, tapi... " Fakhri ingin mengatakan sesuatu rapi tertahan di lidahnya.

"Sudahlah... Kau lebih baik diam saja. " Mella menyuruh Fakhri untuk diam.

Fakhri segera diam dan kembali fokus ke buku miliknya.

"Nah, Safira... Silahkan duduk. " Mella menyuruh Safira untuk duduk di kursi.

Safira dengan tenang segera duduk di kursi. Dia duduk bersebelahan dengan Aulia di kursi ruang makan, berhadapan dengan tempat duduk Mella dan Fakhri.

Mella segera menyajikan makanan di meja makan.

"Apakah kau mendapatkan kabar tentang Adam? " Mella bertanya saat dia sedang menyajikan nasi di setiap piring.

"Tidak, aku tidak mendapat kabar darinya sama sekali. " Safira menggelengkan kepala-nya.

"Begitu... " Mella terlihat sedih karena tidak mendengar kabar anaknya setelah lebih dari 1 bulan.

"Mungkinkah dia telah mati? " Ucap Aulia dengan santai.

*Tang! *

Centong nasi menghantam kepala Aulia.

Adam, The Hero ChallengerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang