✧PENGHIANAT!✧

4.2K 140 15
                                        

SAQUELA ✧✧ BAB 42

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


SAQUELA ✧✧ BAB 42

Don't forget to vote, comment and share this story on all your social media.

________________________________

Disini gadis itu sekarang berada, di bawah pohon perindang dekat Danau. Jauh dari keramaian hanya kicauan burung yang terdengar.

Isak tangisnya sudah mereda, hanya air mata yang jatuh tanpa suara. Apa setia itu masih ada?

Seseorang yang ia percaya sedari kecil, pahlawannya, cinta pertama dari Rara berkhianat.

Pikirannya bercabang tak karuan, bagaimana jika Mamanya mengetahui hal ini? Apa Nauval akan membunuh Papanya detik itu juga?

"Sakit pa...," lirih gadis itu pelan.

Rara memejamkan kedua matanya sembari memegang dadanya yang berdenyut nyeri "Papa bohong sama Aya."

"Papa bilang, cuma ada Mama, Aya sama Bang Zen. Tapi kenapa Pa? Kenapa harus ada orang lain diantara kita?"

Buliran kristal meluruh membasahi pipi mulusnya, sesekali ia usap sambil menahan rasa sesak dalam dadanya.

"Nangis aja Ra, kalo itu bisa buat lo tenang." ucap seorang cowok yang tiba-tiba ikut bergabung di sampingnya dan menepuk pundak gadis itu dengan pelan.

"G—gaby?" ucap Rara terbata.

Tangisnya kembali terdengar kala tangan Gaby menarik tubuh ringkih gadis itu ke dalam pelukannya.

"Gue tau Ra..., maafin gue." ucap Gaby.

"Papa Ge, Papa bohong sama Aya, P—papa tadi disana p—pelukan sama cewek lain." Rara menangis sesenggukkan kala dirinya mencoba menceritakkan memorry yang masih jelas tersimpan dalam ingatannya.

"Udah Ra, nangis aja. Keluarin semuanya, gue ada buat lo."

"Papa Ge! Papa bohong! Papa selingkuh dari Mama, Ge!"

"Sttttt, lo tenang disini ada gue lo gak sendirian, Ra." ucap Gaby mencoba menenangkan Rara.

Tangannya terangkat mengusap pelan surai panjang Rara, pikiran cowok itu menerawang jauh. Membayangkan apa yang gadis ini rasakan beberapa waktu lalu.

"Lo kuat Ra, gue yakin lo bisa laluin semua ini." batin Gaby.

45 menit berlalu, posisi mereka tetap sama. Rara dalam pelukkan Gaby yang sedari tadi tak mau berhenti menangis.

SAQUELACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang