-𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓-
"𝘽𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪, 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝-𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧𝙞."
Pindah ke kota baru bukan keputusan besar,
hanya sebuah cara untuk merasa lebih tenang.
Meninggalka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SAQUELA ✧✧ BAB 6
Don't forget to vote, comment and share this story on all your social media.
________________________________
Stevano Alegra, anak pertama dari dua bersaudara. Lahir di Brunei Darusallam, 09 Maret 2003. Ketua Etherousva angkatan pertama, si pemilik badan sixpax yang takut serangga.
Lebih dikenal dengan panggilan Vano oleh teman-temannya. Lelaki itu bersekolah disalah satu sekolah swasta berstandar International. Dengan biaya iuran yang fantastis tiap bulannya.
Seperti hari-hari biasanya, kali ini Vano dan ke-lima temannya tengah menghabiskan waktu bersama disalah satu tempat nongkrong mereka, Getap namanya.
"Fa, bawa sini sambelnya! jangan di abisin goblok!" maki Alen.
lelaki itu tengah menatap sengit kearah Raffa, yang dengan santai menuangkan sambal kedalam mangkok bakso hingga tetes terakhir.
Yang marah-marah ini, namanya Alen. Nama lengkapnya Markonius Salendra, lahir di Bandung, 18 Desember 2003. Anak pemilik perkebunan kelapa sawit yang luasnya berhektar-hektar di Kalimantan. Alen tipekal orang ramah yang suka julit, memiliki bibir tipis yang tak berhenti berceloteh. Di antara mereka, Alen'lah yang paling humble dan humoris jika sedang berinteraksi dengan orang lain.
"Nih, gue balikin." ujarnya seraya menyerahkan satu mangkok sambal yang kosong.
Kalau yang ini, di Kenal dengan Nama Araffa Sanjaya. Kembaran tak seiras dari seorang cowok ganjen bernama Araffi Sanjaya. Lahir di Semarang, 28 November 2003. Pemilik bentuk wajah yang simetris, dengan mata sipit dan satu buah tahi lalat di atas bibir.
Raffa, lebih suka makan sayur dan sama sekali tidak menyukai daging. Jika itu bakso maka bisa dibicarakan baik-baik, lain halnya dengan Raffi. Lelaki itu penyuka segalanya, termasuk menyukai seseorang yang tak pernah bisa Ia gapai.
Raffi jauh berbeda dengan Raffa, baik dari segi wajah maupun tingkah lakunya. Lelaki itu terkenal dengan sikap playboy seantero sekolah, tak pernah gagal soal outfit dan bermulut lemes. Jika Raffa tahi lalatnya terletak di atas bibir maka Raffi memiliki tahi lalat di pipi sebelah kiri.
"Anjing lo!" umpat Alen dengan kesal, tak mau berlama-lama lelaki itu kemudian berdiri mengambil semangkok sambal di meja sebelah.
"Bagus-bagus, saya suka keributan." imbuh Raffi dengan tawa girangnya.
Di sisi lain, Vano tengah menatap bingung ke arah Nauval. Sedari tadi lelaki di depannya ini secara terus-menerus tersenyum menatap layar ponselnya.
Sesekali lesung pipinya terlihat, nampak lelaki itu tengah bertukar pesan dengan orang yang spesial.