SAQUELA ✧✧ BAB 51
EXTRA CHAPTER
Don't forget to vote, comment and share this story on all your social media.
______________________________
"Lo kok gak modal banget sih nembak adik gue kayak gitu?!" Pertanyaan sengit diterima Aksa dari Raffa.
Cowok itu sengaja menyuruh dua bocah bucin ini ke basecamp hanya untuk klarifikasi tentang hubungan mereka yang baru 2 jam berpacaran.
"Budeg lo gak bisa jawab pertanyaan gue?!" Sepertinya puncak emosi dan dendam kesumat Raffa sudah sampai diubun-ubun dan siap berubah menjadi bola api yang dengan siap menghantam laki-laki dihadapannya ini. Kapanpun itu.
Tapi yang ditanya hanya santai saling suap sepotong pizza seolah-olah tuli tak perduli dengan keberadaan Si kembar Raffa dan Raffi, Vano, serta Nauval.
"Masih untung lo selamet sekarang Sa! Coba gak ada si Rara udah gue lempar lo ke kolam!" Dumel cowok itu sembari menyesap sebatang rokok.
"Kayak gak pernah romantis-romantisan aja sama pacarnya, ya gak Sa?" Ucap Rara penuh kemenangan pada Aksa.
Cowok itu hanya mengangguk sesekali melirik sinis ke arah mereka berempat. "Ohhh! Lo tungguin aja si Alen nyampek sini ya gue gibeng juga pala lo!"
"Ini juga, lo kenapa sih? Ngebiarin adik lo pacaran sama beruang kutub ini?"
Dengan santai Nauval menjawab. "Biarin dia udah besar."
"Besar apanya? Besar kepalanya?!" Sinis Raffa, sepertinya disini ada dua kubu. Kubu pro ditempati oleh Vano juga Nauval sedangkan kubu kontra diduduki oleh Si kembar, Raffa dan Raffi.
"Gue aja abangnya santai gini Fa, lo kok nyolot gitu pas tau adik gue pacaran sama si Aksa?"
"Masalahnya dia ini cemen! Udah gue suruh dari dulu buat nembak adik lo tapi dia gak mau malah segala isi ngomong sama gue mau coba lupain si Rara."
"Eh sekarang malah jadian, kan Tai!!"
"Mana nembaknya dimobil yang ac-nya mati sebelah lagi." Sambung kembarannya.
Mendengar hal itu gelak tawa Nauval menggema memenuhi satu ruangan sedangkan Vano hanya terkekeh geli melihat luapan kekesalan Raffa dan Raffi.
"Lagian udah jadian, mau ngapain lagi emang?" Tanya Aksa pada Raffi.
"Mau gue lo minta maaf sekarang sama gue! Enak aja main nembak anak orang gak izin segala!"
"Emang lo siapa bang?"
Damn!! Dengan santainya seekor Aksa mengatakan hal itu pada puntung korek yang sebentar lagi akan kebakaran?!
Ini sudah tidak bisa lagi dibiarin! Aksa memang harus dikasih pelajaran!
"MATI AJA LO SANAAA, SIALANNN!!!!"
"MUAK GUE LIAT KULKAS 6 PINTU MODELAN KAYAK LO!!!"
"Siap salah!" Sahut Aksa cengengesan melihat Raffi sudah seperti sosis bakar yang gosong sebelah.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAQUELA
Ficção Adolescente-𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓- "𝘽𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪, 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝-𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧𝙞." Pindah ke kota baru bukan keputusan besar, hanya sebuah cara untuk merasa lebih tenang. Meninggalka...
