HALO SENENG BANGET AKHIRNYA AKU BISA NYAPA KALIAN LAGI.
KALIAN SENENG ENGGA PAK DOSEN UPDATE LAGI?
KIRA-KIRA APA YANG AKAN TERJADI DENGAN PART INI?
MARI LANGSUNG KITA BACA AJA!
TAPI JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN MENINGGALKAN KOMENTAR.
HAPPY READING!!
_______________________________
Tadi Arkan dan yang lain tiba di vila sekitar pukul 09:30. Dari Jakarta tak terlalu memakan waktu yang lama untuk ke puncak, kebetulan sekali tidak macet. Biasanya kalau weekend puncak akan macet, tapi kali ini tidak.
Mereka semua sudah berada di dalam vila Arkan, semuanya masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak.
Luna meminta Jihan tidur bersama dirinya. Dan Jihan pun menyetujui, dia rasanya masih terlalu canggung di sini. Bayangkan saja tiba-tiba dia diajak untuk pergi berlibur, padahal Jihan bukan siapa-siapa di sini.
Luna meletakan tas yang berisi baju-bajunya di sudut kamar, diikuti oleh Jihan juga.
"Habis ini Kak Jihan mau ngapain?" tanya Luna.
Jihan hanya menggeleng saja, dia juga bingung. Kira-kira apa yang bisa dirinya lakukan.
Jihan duduk di atas kasur kemudian menghela napasnya, "Setelah ini memang kamu mau ngapain?" Jihan balik bertanya.
Luna juga ikut mendudukkan dirinya di samping Jihan, "Bagaimana kalau kita masak aja setelah ini Kak," usul Luna.
"Boleh," jawab Jihan.
Luna tersenyum, sekarang Luna berdiri di depan kaca, dia mau membersikan wajahnya dengan micellar water dan kapas.
"Kak boleh tanya ga?" ujar Luna disela-sela kegiatannya.
Jihan merebahkan dirinya di atas kasur sambil memejamkan matanya. Setelah beberapa Minggu dia full bekerja akhirnya dia ada sedikit waktu untuk istirahat.
"Apa?" jawab Jihan yang matanya terpejam di atas kasur.
"Sedekat apa sih Kak Jihan sama Bang Juan?" tanya Luna penasaran. Jihan tak langsung menjawab pertanyaan Luna dia memikirkannya terlebih dahulu.
"Hm, sedekat apa ya," gumam Jihan menerawang ke atas.
"Kalau kita sudah pergi makan bersama, dan kelihatannya seperti ini, menurut kamu itu dekat tidak?" Jihan menjelaskan kegiatannya dengan Juan agar Luna bisa menyimpulkan sendiri.
"Kak Jihan suka ga sama Bang Juan?" tanya Luna lagi, kali ini pertanyaan Luna tak bisa Jihan jawab.
"Aku mau mandi dulu ya," ujar Jihan tiba-tiba. Dia berdiri dari kasur kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Jihan belum siap menjawab pertanyaan tersebut, dirasa pun dia tak memiliki jawaban.
Dari tingkah Jihan saja sudah bisa Luna tebak, sekarang Luna hanya bisa tertawa kecil. Bisa-bisanya Jihan nyelimur.
"Boros baju Kak kalo mandi, ini juga masih jam berapa," teriak Luna yang sengaja ingin sedikit menggoda Jihan.
****
Tadi Jihan benar-benar mandi, tapi dia tidak berganti baju. Jihan masih tetap mengenakan pakaian tadi pagi.
Jihan tak melihat Luna di kamar berarti jelas, sekarang pasti dia tengah berada di dapur. Segera Jihan menyusul Luna.
"Masak apa?" tanyanya dengan melihat sekeliling dapur.
"Adanya bahan-bahan cuma ini aja Kak," jawab Luna dengan membuka kulkas yang berukuran sedang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Dosen
Fiksi Umum[On Going] Luna Angelina seorang mahasiswi cantik jurusan ekonomi semester tujuh Yang tanpa sengaja mendapatkan dosen pembimbing bernama Arkan yang dikenal dengan sikap disiplinnya. "Bapak kok perhatian gitu sama saya?" ujar Luna bertanya Arkan dibu...
