Halo!
Selamat membaca saya minta maaf apabila terdapat nama dan tempat yang sama karena itu sebuah ketidak sengajaan.
Jangan lupa vote dan komen! Karena itu bentuk apresiasi kalian kepada penulis. Terima kasih<3
Sweet Night -Kim Taehyung🎧
Malam ini Nana tidur di rumah Luna. Dia hanya berasalan belajar bersama agar bisa tidur di rumah Luna.
Padahal Nana hanya ingin numpang menggunakan WiFi untuk menonton MV Oppa Korea-nya.
Luna sudah tidak kaget dengan kelakuan Nana. Setiap Idolanya akan comeback Nana pasti bercerita panjang lebar ke Luna, dan Luna selalu saja menjadi pendengar yang baik.
"Luna, itu Pak Arkan main kesini?" Tanya Nana yang baru saja masuk ke kamar dengan membawa berbagai cemilan untuk menemaninya menonton MV idolanya.
"Loh memangnya belom pulang?" tanya Luna balik.
"Lah kok lo malah tanya ke gue. Lah itu nyatanya dia belom pulang," jawab Nana. Luna hanya mendengus sebal.
"Kenapa sih ga pulang betah banget perasaan," gumam Luna yang masih di dengar dengan jelas oleh Nana.
"Luna gue mau tanya," ucap Nana dengan membetulkan posisinya untuk menghadapi ke arah Luna "Kok bisa foto lo sama Pak Arkan ke sebar gitu aja?" Tanya Nana serius.
Luna hanya mengangkat bahunya acuh. Pasalnya dia juga tidak tau siapa yang memotret dirinya dengan dosennya itu. Yang Luna tau itu adalah tindakan yang tidak benar.
"Padahal gue harap lo ada something sama Pak Arkan."
Sontak Luna langsung melempar bantal ke arah Nana. Enteng sekali mulut Nana.
"Udah deh jangan dibahas. Udah sana tonton Oppa lo aja!" ucap Luna ketus.
Luna keluar dari kamar menuju ke dapur dia haus butuh minum untuk menormalkan tenggorokannya.
"Kenapa belum tidur?"
Suara itu membuat Luna terkejut sampai terbatuk. Arkan tidak mengira bahwa Luna akan terkejut karena kehadiran dirinya. Arkan menepuk-nepuk pelan pundak Luna.
Luna menatap Arkan tajam sambil berucap "Astaga Pak! Bisa ga sih Pak ga usah ngagetin saya!"
"Maaf, saya ga sengaja. Saya hanya bingung kenapa jam segini kamu belum tidur," ujar Arkan yang melirik jam tangannya sebentar kemudian kembali menatap Luna.
"Kenapa Bapak belum pulang?" tanya Luna balik. Dia memang sengaja bertanya seperti itu.
"Kebetulan saya sedang ada pekerjaan yang harus dibahas dengan Abangmu," jelas Arkan dengan raut wajah tenang.
Luna yang merasa tidak percaya mengangkat sebelah alisnya dengan menyilangkan kedua tangannya.
Arkan yang mengerti suasana seperti ini sontak kembali berbicara. "Saya tidak berbohong," ucap Arkan untuk meyakinkan Luna.
"Sudah sana tidur, ini sudah malam," perintah Arkan dengan mengusap puncak kepala Luna lembut.
Karena usapan Arkan, mendadak pipi Luna menjadi panas. Ada apa dengan gadis ini? Tapi usapan Arkan rasanya manis sekali.
"Luna." Panggil Arkan yang mampu menyadarkan lamunan Luna.
"I-ya Pak,"
"Jangan terlalu difikirkan, saya tidak tau kenapa respon tubuh saya ke kamu seperti ini," ujar Arkan yang langsung melenggang pergi meninggalkan Luna yang sedang memasang raut wajah bingung karena ucapan Arkan.
***
Brakk!
Luna langsung menutup pintu kamar dengan tidak santai dan itu membuat Nana terkejut.
"Anjir! Lo kenapa sih?!" tanya Nana kesal.
"Kenapa gue baru tau kalo Pak Arkan bisa seganteng itu sih," gumam Luna pelan yang masih mampu didengar dengan baik oleh Nana. Sontak saja Nana membelalakkan matanya.
"Anjay, kamana aja lo Bu? Baru tau?" tanya Nana tidak santai. Luna yang mendengar pertanyaan itu sontak mencibir Nana pelan.
***
Ini masih sangat pagi dan Luna sudah bangun. Udaranya pagi ini sangat dingin. Luna menatap samping ranjangnya, ternyata Nana masih betah bertahan di bawah selimut.
Luna tidak tega untuk membangunkan Nana, karena semalam Nana tidur cukup larut malam. Pasti dia sangat kelelahan.
Saat diajak tidur oleh Luna, Nana hanya menjawab. "Tanggung bentar lagi kecapaian goals-nya."
Nana jika streaming MV Idolanya memang tidak mengingat waktu. Ibaratnya
'Pantang tidur sebelum goals tercapai'
Luna yang malas berdebat saat itu, langsung saja meninggalkan Nana tidur.
Luna berjalan menuju ke luar setelah selesai membersihkan badannya. Langkah kakinya menuntunnya ke dapur.
Dia harus mulai bersiap-siap karena hari ini Luna ada jam kuliah pagi.
Gadis itu membuka pintu kulkas, ia mencari bahan apa saja yang bisa dia masak hari ini. Hari ini dia ingin memasak makanan yang mudah saja.
Saat Luna sibuk mencari bahan makanan tiba-tiba tubuh tegap Arkan berdiri di belakangnya.
"Sudah bangun?" tanya Arkan.
Luna terkejut, kepala Luna jadi terbentur. Luna paham suara ini. Sontak dia langsung membalikan badannya. Ia memandang kesal Arkan.
"Pak! Saya 'kan udah bilang jangan ngagetin saya. Untung cuma kebentur. Kalo tiba-tiba saya jantungan gimana?!" Kata Luna kesal dengan tangan yang masih mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.
"Maaf." Cicit Arkan dengan menarik tangan Luna dan bergantian mengusap kepala Luna yang sakit.
Luna yang diperlakukan seperti itu hanya berdiam diri saja. Aroma wangi Arkan menusuk indra penciuman Luna. Sepagi ini Arkan sudah sangat wangi, mungkin karena ia sudah mandi. Terlihat dari pakaian yang dikenakan oleh Arkan berbeda dengan semalam.
"Saya mau pamit pulang bilang ke Abang kamu jika sudah bangun," ujar Arkan dengan tangan yang sedang sibuk mengusap kepala Luna.
Luna memundurkan kepalanya untuk menghentikan kegiatannya Arkan. Ia mengangkat sebelah alisnya, "Kenapa engga ngomong langsung aja Pak?" ujar Luna.
"Dia lagi tidur Luna,"
"Bangunin lah,"
Arkan menghela nafasnya, memang sulit ya, memintanya tolong seperti itu? Arkan hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Sudahlah saya mau pulang, kamu mandi," kata Arkan sembari melenggang pergi.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Dosen
General Fiction[On Going] Luna Angelina seorang mahasiswi cantik jurusan ekonomi semester tujuh Yang tanpa sengaja mendapatkan dosen pembimbing bernama Arkan yang dikenal dengan sikap disiplinnya. "Bapak kok perhatian gitu sama saya?" ujar Luna bertanya Arkan dibu...
