BAGIAN KE-16

2.6K 152 5
                                        

HALO AKU BALIK LAGI.
MAAF KALO GA CEPET UPDATENYA. LAGI USAHAIN BAGI WAKTU INI. TERUTAMA NGUMPULIN NIAT HEHE:v

JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN KOMENTARNYA.

HAPPY READING!!!!

Luna mengetuk-ngetuk bolpoin miliknya di atas meja. Kini ia tengah menunggu dosen pengganti Arkan. Hari ini Luna tidak terlalu bersemangat, pasalnya tadi pagi ia diberi kabar oleh Arkan bahwa hari ini Arkan tidak bisa masuk mengisi materi di kelasnya.

Arkan pergi keluar kota untuk mengikuti seminar selama dua hari. Walaupun hanya dua hari rasanya Luna tidak rela. Ah, sepertinya ini terlalu berlebihan. Tapi dia benar-benar tidak rela. Alasannya karena hatinya tengah gusar saat ini.

Luna menghela nafasnya gusar. Lalu memandang sekeliling. Teman-teman kelasnya mulai masuk kedalam kelas untuk bersiap memulai belajar kali ini.

Sudah dua jam Luna belajar bersama dengan dosen pengganti Arkan. Dia memandang Nana dengan wajah lemasnya.

Nana yang melihat Luna tengah memandangnya dengan pandangan yang tidak enak, lantas menaikan kedua alisnya. Seolah dia bertanya kenapa?

Respon Luna hanya menggelengkan kepalanya lemas.

***

Kini Luna tengah berada di dalam mobil Nana. Mobil Nana berjalan santai menyusuri jalanan.

"Lo kenapa hari ini?" tanya Nana.

"Keliatan banget ya?" Bukannya menjawab pertanyaan Nana, Luna malah balik bertanya.

"Emang kenapa sih?" tanya Nana lagi.

"Pak Arkan pergi dua hari," ucap Luna lemas dengan menyenderkan kepalanya di jendela mobil.

"Yatoibaaa, gue kira ngapa." Nana tak habis pikir bagaimana bisa Luna seperti ini.

"Bucin banget ya gue," aku Luna.

"Banget," ucap Nana tegas.

"Kalo seminar dosen itu sibuk ga sih?"

"Mana saya tau, pacar saya kan bukan Pak Dosen," jawab Nana enteng.

Luna mencabikkan bibirnya. "Apa sih lo," ujar Luna.

"Udah-udah ga usah gitu, dia lagi nyari wawasan lagi, ga usah lu galau-galauin dia," peringat Nana yang matanya fokus ke jalanan.

"Soalnya perasaan gue ga enak Na," ucap Luna.

"Perasaan lo kenapa? Lo takut?" tanya Nana.

"Takut apa?"

"Takut Pak Arkan sama yang lain," ucap Nana dengan kekehan.

Luna langsung saja memukul lengan Nana. "Ga gitu yaaa," sengah Luna.

"Ya terus apa?"

"Ya gitu lah," jawab Luna cepat.

"Udah-udah ga usah dipikirin. Paling juga nanti Pak Arkan nelfon," ucap Nana.

"Lo mau kerumah gue ga?" Tawar Nana pada Luna.

Luna melihat jam tangannya sekilas. Waktu masih menunjukkan pukul 15:00. Luna--pun tidak menolak tawaran Nana. Alasannya jika dia pulang sekarang dia pasti di rumah sendirian. Itu karena Abangnya pasti belum pulang berkerja.

***

Kini mereka berdua sudah berada di dalam rumah Nana. Terdapat wanita paruh baya tengah duduk di sofa ruang tengah yang mengulas sebuah senyuman ke arah mereka.

Pak DosenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang