HALO!
SENENG BANGET AKU BISA LANJUT LAGI T_T
MAKASIH YA BUAT SUPPORT KALIAN. JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENTARNYA.
HAPPY READING!!
Semalam Luna tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya masih berkelana ke sebuah foto yang menampakkan Arkan dengan mantan kekasihnya itu.
Bahkan semalam Luna sama sekali tidak mau menjawab panggilan dari Arkan. Rasanya Luna seperti orang bodoh. Siang hari dia menunggu kabar dari Arkan, tapi ketika Arkan berusaha memberi kabar Luna tidak berniat membalasnya.
"Luna." Panggil Juan yang tidak mendapat sahutan.
"Luna." Panggil Juan untuk kedua kalinya.
Luna sedikit terkejut. "Ah, iya kenapa Bang?" ujar Luna.
"Ngapain kamu di sini?"
"Belajar Bang," jawab Luna dengan menunjukkan bukunya. "Soalnya besok ulangan," lanjutnya.
"Kenapa ga di dalem aja," ujar Juan, yang mendapat penolakan dari Luna.
"Enak di sini," ujar Luna yang melihat sekeliling teras samping rumahnya.
Ting!
Bunyi suara bel rumah terdengar.
"Abang bukain pintu dulu," ujar Juan yang mendapat anggukan dari Luna.
Juan membuka pintu, Juan yakin orang yang berkunjung ini pasti Arkan. Dan benar saja orang itu kini berdiri dihadapan Juan.
"Ngapain lo kesini?" tanya Juan pada Arkan.
"Kenapa?" bukannya menjawab Juan, Arkan malah balik bertanya.
Tiba-tiba tangan Juan memukul lengan kekar milik Arkan. "Pergi ga ngabarin gue," ucap Juan yang tak lama meralat ucapannya. "Maksud gue ga kasih kabar ke adik gue."
Kemudian Juan mengangkat alisnya sebelah. "Jijik banget adek gue harus galauin orang ke lo," ucap Juan.
"Diem deh lo. Dimana Luna?" Arkan masuk kedalam rumah begitu saja tanpa menunggu perintah dari sang pemilik.
"Luna" panggil Arkan tetapi tidak mendapat sahutan. Arkan terus berjalan hingga teras belakang rumah.
Kini dia tersenyum ketika melihat Luna. Posisi Arkan kini berada di belakang Luna.
Arkan mendekap tubuh Luna dari belakang dengan meletakkan dagunya di atas kepala Luna. Tentunya itu membuat Luna kaget.
"Kaget ya?" Luna mengangguk.
"Gimana kabarnya?" tanya Arkan yang kini memiringkan kepalanya agar dapat melihat wajah kekasihnya ini.
"Alhamdulillah baik. Ga ada yang kurang," jawab Luna.
"Keluar sebentar sama saya mau?"
"Ahh, maaf Pak engga bisa. Saya harus belajar besok ada ulangan." Luna menolak ajakan Arkan.
Arkan menaikan kedua alisnya. Kemudian menatap meja di sampingnya.
"Ya udah sekarang kita belajar bareng aja," ujar Arkan yang kini mendudukkan bokongnya di kursi.
"Bapak istirahat aja. Pasti capek 'kan? Saya mau buatin minum buat Bapak."
Arkan menganggukkan kepalanya. Kini dia tengah membuka-buka buku milik Luna yang berada di atas meja.
Tingg!
Kegiatan Arkan harus terhenti lantaran mendengar notifikasi dari ponsel Luna. Ia mengambil ponsel Luna, alisnya terangkat sebelah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Dosen
Ficción General[On Going] Luna Angelina seorang mahasiswi cantik jurusan ekonomi semester tujuh Yang tanpa sengaja mendapatkan dosen pembimbing bernama Arkan yang dikenal dengan sikap disiplinnya. "Bapak kok perhatian gitu sama saya?" ujar Luna bertanya Arkan dibu...
