Glendia Aruna. Gadis berusia 24 tahun itu percaya kesialan gagal menikah yang ia alami adalah karma buruk atas perbuatannya pada seorang lelaki bertahun-tahun silam. Saat dia diberi kesempatan untuk meminta maaf pada lelaki tersebut, ternyata ada ha...
"Kenapa Mama nggak nyuruh Ganis aja, sih? Aku udah janji mau jemput Hesti hari ini."
Wanita paruh baya yang sudah siap dengan koper di tangannya itu menatap sang anak tajam.
"Mama sudah kasih tau kamu alasannya, kan? Lagian Hesti juga nggak akan marah kalau kamu nggak jemput dia hari ini. Biar nanti Mama yang ngomong sama dia."
Jevin hanya bisa menghela napas. Saat Mamanya sudah mengambil keputusan, maka mau tak mau dia harus menurutinya.
"Oke," ucap Jevin terpaksa. Lelaki yang hari ini mengenakan baju santai berupa kaos yang dilapisi jaket dengan celana jeans itu kemudian mengambil alih koper milik ibunya. Bersiap mengantar wanita yang telah melahirkannya ke bandara.
"Iya, maafin Mama ya, Hes. Soalnya keluarga di kampung baru ngabarin kalau neneknya Jevin sakit."
"Iya, nggak apa-apa, Ma. Semoga nenek cepet sembuh, ya. Sampein salam aku buat nenek. Mama juga hati-hati di jalan." Hesti membalas ucapan ibu Jevin yang ia panggil Mama itu dengan sabar.
"Makasih, Hes. Pasti nanti Mama sampein, sekarang Mama tutup dulu teleponnya ya, Sayang?"
***
Dapatkan Versi lengkap Chapter 32, 33 dan 34 di Karyakarsa!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A/N : Yang kemarin bacanya awal pasti udah tau kalau Bu Wanda ibunya Jevin. Maaf aku nggak teliti kemarin wkwk...
As always, gimana pendapat kalian tentang chapter ini? Apakah Jevin akan balas dendam ke Aruna? Dan kira-kira apa hubungan Jevin dan Hesti?