Jadi figuran di cerita seseorang kadang semenyakitkan itu.
-Shaka Zergino Derlangga
Happy Reading
Koridor sekolah SMA GARUDA BANGSA sedang ramai. Banyak siswa yang berlalu-lalang untuk pergi ke kelas masing-masing.
Athala dan anak-anak Arbani baru saja tiba di gerbang sekolah. Mereka mendapatkan sambutan yang menarik pagi ini. Yaitu melihat Bu Neneng sedang kesusahan memperbaiki motornya yang rusak. Siswa yang durhaka!
"Bu Neneng woi! Puter balik aja yuk!" seru Ijal seraya berbalik badan.
Bagas mencegah Ijal dengan cara menarik tasnya. "Mau kemana lo hah?"
Ijal terkekeh menatap Bagas lalu berkata, "Mau ke hatimu."
"Jijik!"
"Ah gue males sama tuh guru. Dilirik dikit pasti udah nyuruh lagi!" ketus Nail mencurahkan isi hatinya. Benar saja, Bu Neneng itu memiliki motor yang sudah rusak tapi masih saja di pakai. Alasannya sayang bila di ganti baru.
"Udahlah gak papa. Kita bantuin aja. Kali-kali gitu dapet pahala di pagi hari." Bagas menyarankan.
Alan merangkul Bagas yang kebetulan ada di sampingnya.
"Nah bener tuh. Tumben lo pinter Gas," sahut Alan masih merangkul Bagas.
Bagas menoleh seraya mengibaskan rambutnya. "Gak mau sombong. Sebenarnya gue udah dari orok pinternya," ujar nya dengan bangga.
"Mana bisa dongo!" sahut Reja.
"Masuk!" tegas Athala yang langsung di ikuti oleh teman-temannya di belakang.
Ijal yang di belakang pun berjalan dengan hati-hati. Takut ketahuan dengan Bu Neneng. Lelaki itu sudah seperti maling yang takut ketahuan sehabis mencuri.
"Nak Ijal. Boleh bantu ibu?"
Damn. Seperti kata keramat bagi Ijal saat mendengar kalimat itu.
Ijal berbalik badan dan menoleh kepada Bu Neneng. "Maaf Bu, saya lagi buru-buru."
Bu Neneng mengangguk mengerti. Sedetik kemudian ia menatap bahu kekar yang berdiri di samping Athala.
"Reja. Kamu bisa bantu ibu?" pinta Bu Neneng.
Reja juga menoleh. Seperti apa yang di lakukan dengan Ijal. "Maaf Bu, bukannya saya gak mau. Tapi ayam saya lagi melahirkan di atas Bu," ujar Reja ngeles. Mana ada ayam melahirkan!
"Ayam melahirkan?" tanya Ibu Neneng.
Reja mengangguk. "Kalau gitu saya pergi dulu ya Bu," pamit Reja lalu berlari meninggalkan teman-temannya terlebih dahulu.
"Reja sialan," gumam Athala dalam diam. Bisa-bisanya anak itu meninggalkannya?
"Kalau begitu yang lain ada yang bisa bantu Ibu Nak?" Bu Neneng itu baik. Hanya saja dia sering menyuruh siswa yang di lihatnya untuk membantu memperbaiki motornya.
"Maaf Bu kami ada keperluan mendadak. Nanti saya suruh pak Harto buat ngebantu Ibu," jelas Athala. Dia tidak ingin berurusan dengan oli. Begitupun dengan teman-temannya.
"Ya sudah kalau begitu. Terima kasih ya."
"Alhamdulilah selamat," batin Nail.
"Reja ogeb! Masa ninggalin kita," gerutu Bagas melihat Reja yang sudah kosong di tempatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHALA [END]
Roman pour Adolescents[Follow sebelum membaca] "Jadi pacar gue mau?" tanya Athala. "Gak!" ucap gadis itu. "Yakin?" balas Athala. "IYA GUE YAKIN. GUE GAK AKAN SUKA SAMA LO!" putus gadis itu lalu melanjutkan jalan nya pergi. Meninggal kan cowok yang baru saja menembak nya...
![ATHALA [END]](https://img.wattpad.com/cover/285402124-64-k491816.jpg)