Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi, mau kemana hari ini?"
Yara yang baru saja duduk di kursi penumpang mobil Vino langsung berpikir tentang kemanakah tujuan mereka pulang kerja ini, hari ini sepulang kerja Vino mengajaknya kencan untuk mengganti jadwal kencan mereka yang selalu gagal kemarin kemarin.
"Makan saja bagaimana?"
Vino mengangguk, "Lalu?"
"Lalu-- pulang?"
Vino tertawa kecil, "Jadi kencan kita hari ini hanya makan?"
Yara mengangguk dengan senyuman tak bersalah, "Hari ini lelah sekali, divisi-ku sedang hectic parah!"
"Iya, aku mengerti! Ya sudah, mau makan apa?"
Yara diam lagi selama beberapa saat, membiarkan otaknya jalan untuk berpikir, "Chinese food? Aku ingin kwetiau seafood."
"Oke, kita langsung pergi menuju restoran chinese food!"
Yara tersenyum dan memasang seatbelt-nya bersamaan dengan Vino yang mulai melajukan mobilnya. Perjalanan mereka sore kali ini ditemani oleh seorang dj radio yang sejak tadi mengomel di balik sana, mengundang seluruh perhatian Yara untuk mendengarkan karena dirinya maupun Vino sama-sama kompak untuk diam satu sama lain.
"Yara, aku besok izin dari jam makan siang hingga pulang kantor! Besok pulang sendiri, ya?"
Yara mengernyit, "Hah? Kenapa izin?"
"Aku harus mengantar Cheryl, dia 'kan baru saja operasi usus buntu dan harus melakukan check up rutin!"
Ada perasaan kesal yang mendadak memasuki perasaan Yara ketika Vino menjawab demikian. Tapi Yara tak mau jadi manusia jahat, maka Yara hanya mengangguk, "Oh, oke! Bagaimana keadaan Cheryl?"
"Dia sudah jauh lebih baik! Kau mau menjenguknya?" Tanya Vino dengan nada antusias, tanpa sadar membuat gadis di sebelahnya jadi makin meremat jari karena perasaan kesal.
"Lain kali saja, mungkin dia masih terlalu lemah untuk dikunjungi setelah operasi!"
"Iya, sih! Tapi kalau kau ingin menjenguk bilang padaku, nanti kita pergi berdua!"
Yara hanya mengangguk dengan senyuman miris, kepalanya ia tolehkan ke arah jendela di sampingnya sembari mendengarkan alunan musik yang keluar dari radio.
Rasa kesal tiba-tiba membuat dirinya mendadak murung, siapa sih yang tidak kesal kalau kekasihnya selalu peduli pada gadis lain?
Gadis dengan setelan formal berwarna hitam itu menghela napas. Bukan, bukannya dia suka dan cinta pada Vino sampai dia cemburu, ia bukannya cemburu, hanya saja-- ada perasaan aneh yang mengganggu ketika Vino selalu memusatkan perhatian dan memprioritaskan Cheryl ketimbang dirinya.
Ah, kenapa juga Yara harus repot-repot menjelaskan tentang dirinya yang tak mencintai Vino?
Dia suka Vino, ada rasa sayang yang besar darinya untuk Vino, hanya saja sekali lagi Yara katakan kalau hatinya masih terpusat pada Jeka.