27; Mau 7 Boleh?

849 121 26
                                        

kuingatkan lagi kalau cerita ini alurnya aku cepet-cepetin ya biar ga kepanjangan hehe

enjoy! <3

"Jeka, jangan begitu tidurnya!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jeka, jangan begitu tidurnya!"

Yara menepuk kaki Jeka yang menekuk seperti orang bersila saat tidur, kebiasaan sang suami yang baru diketahuinya ketika mereka sudah tinggal serumah setelah menikah. Ketika Yara bertanya sejak kapan Jeka suka tidur dengan kaki yang ditekuk begitu, kata Jeka dirinya sudah suka tidur seperti itu sejak kecil, padahal kebiasaan Jeka itu tidak baik.

Jeka hanya melenguh dan meluruskan kakinya setelah diingatkan oleh sang istri, sedang Yara ikut merebahkan tubuhnya diatas tubuh Jeka yang tertidur di sofa ruang televisi. Wanita itu baru saja menyelesaikan segala urusan rumah yang perlu dikerjakannya dan ia cukup lelah.

"Bosan sekali," Lirih Yara, mencari posisi terenak dalam dekapan sang suami, "Kalau kerja terus malah ingin libur, tapi kalau diberi cuti 2 bulan begini malah bosan dan ingin kerja," Gerutu Yara, menempelkan kepalanya pada dada Jeka yang terbalut kaos tanpa lengan, mendengarkan detak jantung pria itu yang terdengar normal di telinganya.

Ini sudah satu bulan lebih mereka menikah dan cuti keduanya masih berlanjut. Jeka meminta pada Niko untuk memberi Yara cuti selama 2 bulan, begitu juga Jeka yang cuti dari pekerjaan selama 2 bulan, tapi pria itu tak bisa benar-benar cuti karena masih bekerja walau di rumah. Maklum saja, Jeka pemegang perusahaan, jadi tak bisa menelantarkan perusahaan begitu saja.

Seperti siang ini, suaminya itu tertidur di sofa setelah mengerjakan pekerjaannya sejak pagi tadi, "Jeka, lelah ya? Mau kupijat?"

Jeka menggeleng dengan mata tertutup dan mulut yang terbuka sedikit, kedua tangannya ia eratkan untuk memeluk pinggang Yara.

"Kalau ingin dipijat bilang, ya?" Tanya Yara yang dibalas anggukan oleh Jeka.

Yara terkekeh, suaminya ini lucu sekali, Yara gemas sampai memberi kecupan pada bibir suaminya yang sedikit terbuka.

Yara berusaha melepas pelukan Jeka dari pinggangnya, berniat beranjak dari atas tubuh Jeka karena takut Jeka merasa terbebani dengan tubuhnya yang tak langsing ini, tapi Jeka merengek ketika Yara ingin pergi dari atas tubuhnya, "Jangan kemana-mana."

"Tak akan kemana-mana, hanya pindah saja! Kau nanti berat kalau--"

"Tidak berat, sudah diam saja disini! Jangan kemana-mana!"

Yara mencebik dan berakhir menurut, kembali meletakkan kepalanya pada pundak sang suami, merasakan kenyamanan disana dengan pelukan hangat yang selalu ia dapatkan dari Jeka.

Hingga beberapa menit kedepan, mereka masih dalam posisi yang sama. Jeka yang menyempatkan diri untuk tidur siang setelah menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan Yara yang terjaga diatas pria itu dengan pikiran kemana-mana. Pikiran tentang menu apa yang akan ia masak malam nanti, bahan makanan dan rumah apa saja yang akan ia beli di supermarket nanti malam, juga tentang film apalagi yang harus ia tonton nanti malam sebelum tidur.

✓ Mi CasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang