34; Sate dan Ayam

547 112 29
                                        

"Kenapa buru-buru begitu, sih?" Niko bertanya pada sosok Yara yang kelihatannya buru-buru untuk pulang ke rumah, padahal tadinya Niko hendak mengajak Yara untuk makan malam dulu, tapi rasanya wanita hamil di sebelahnya ini enggan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa buru-buru begitu, sih?" Niko bertanya pada sosok Yara yang kelihatannya buru-buru untuk pulang ke rumah, padahal tadinya Niko hendak mengajak Yara untuk makan malam dulu, tapi rasanya wanita hamil di sebelahnya ini enggan.

Yara berdecak, "Aku 'kan sudah bilang kalau kolam renang di rumah akan diberi ikan oleh Jeka hari ini setelah aku memintanya seminggu yang lalu! Aku tak sabar untuk main dengan ikan dan memberi makan."

Gila. Niko sudah tak bisa berkata-kata, kolam renang diberi ikan koi?

"Kau ini sejak hamil jadi menyebalkan dan cerewet, ya? Mana keinginannya tak ada yang normal sama sekali pula," Cibir Niko, mulai melajukan mobilnya meninggalkan kantor.

"Biar saja, lagipula bukan aku yang minta, tapi peanut!"

Dan mereka berdua melewati perjalanan dari kantor milik Niko menuju rumah Jeka dengan perbincangan ringan, mulai dari pekerjaan sampai membahas soal kehidupan. Terlebih lagi Niko sudah punya niatan untuk segera melamar Nara dan pembicaraan keduanya jadi sering mengarah kesana akhir-akhir ini.

"Kau mau mampir dulu, Nik? Mau makan malam di rumahku?" Tawar Yara ketika mobil Niko sudah sampai di depan teras.

Niko menggeleng, "Aku delivery saja nanti!"

Yara pun mengangguk, tak punya niatan untuk memaksa Niko karena dirinya sendiri sudah begitu antusias dengan ikan-ikan yang di kolam renang, "Ya sudah, terima kasih, ya! Hati-hati di jalan."

"Kau juga hati-hati, jaga diri dengan baik, Jeka belum pulang!"

"Oke!" Sahutnya sumringah sebelum turun dari mobil dan melangkah cepat memasuki rumah, membuat Niko yang masih belum beranjak dengan mobilnya tersenyum geli. Yara kelihatan antusias sekali dengan ikan koi yang sudah sejak satu minggu dibicarakannya.

Sedang Yara yang baru sampai langsung menuju ke kolam renang setelah meletakkan tasnya di sofa, tak perlu repot-repot untuk mandi terlebih dahulu karena masih ada hal yang lebih penting ketimbang mandi saat ini.

"Ya Tuhan, mereka lucu sekali!" Serunya ketika melihat banyak ikan koi dengan beraneka ragam warna di dalam kolam renang yang mendadak berubah jadi kolam ikan.

Setelah puas mengamati ikan koi dengan wajah bodohnya yang bahagia, Yara langsung menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari makanan ikan yang sudah ia pesan juga dari Jeka. Melihat satu wadah besar makanan ikan diatas meja dekat kolam renang membuat Yara langsung melangkah kesana dan mengambil wadah itu, membukanya, sebelum mengambil segenggam makanan ikan untuk ia tebar di kolam.

"Makan yang banyak, anak-anakku!" Begitu katanya dengan pelan.

Lalu Yara duduk di pinggiran kolam dan memasukkan kakinya pada air kolam tanpa takut akan dimakan atau disentuh oleh ikan-ikan itu, pikirnya tak bahaya karena itu bukan hiu, paus, atau buaya. Itu hanya ikan koi yang lucu dan menggemaskan.

✓ Mi CasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang