28

72 26 81
                                    

David sudah sampai di tempat cafe yang akan bertemu dengan Argan si licik itu. David bingung kenapa tiba-tiba Argan menagih hutang kepada Bara papanya itu. Ia tahu betul bahwa perusahaan yang dipegang oleh Bara itu tidak punya hutang sedikitpun pada perusahaan lain.

Ia akan menyelidiki kasus ini sebelum ia berangkat ke AS untuk mewujudkan cita-citanya. Secepat mungkin ia akan menyelesaikan semuanya, karena ia tahu bahwa ada yang tidak beres dengan hutang ini.

Beberapa menit kemudian, Argan datang bersama dua bodyguard nya yang menjaga dibelakangnya. "Lama tidak bertemu David" sapanya penuh senyuman licik menurut David.

David langsung saja tanpa basa-basi mengeluarkan koper kecil berisi sejumlah uang 3miliar sisa hutang yang Bara harus bayar. Karena perusahaan dan aset-aset lain kecuali rumah sudah diambil oleh Argan.

Argan terkekeh kecil, lalu ia menyuruh bodyguard nya menunduk mendekat pada dirinya, "Cek uang tersebut, saya takut uang itu palsu" ucapnya pada bodyguard.

Bodyguard itu mengangguk lalu ia mengambil koper tersebut dan mengecek semua uang itu dengan alat pengecekan uang palsu atau uang real.

Selesai dicek, bodyguard itu menyimpan kembali kopernya diatas meja. "Semua asli bos" lapornya pada Argan.

"Dari mana kamu dapat uang sebanyak ini David?" tanyanya penasaran. Karena ia tahu bahwa keluarga David sedang menurun drastis.

David menatap Argan begitu tajam, "Anda tidak perlu tahu saya dapat uang darimana, yang terpenting saya sudah membayar hutang papa saya Bara. Semuanya sudah lunas papa saya ataupun keluarga saya sudah tidak terkait hutang dengan anda!" desisnya.

Argan tertawa, "Tidak semudah itu hutang papa kamu lunas David" ucap Argan.

"Bara sudah berjanji akan menikahkan kamu dengan Maura anak saya. Dengan itu mau tidak mau kamu harus menikah dengan Maura secepat mungkin, dan memutuskan hubungan dengan Zia!" lanjut Argan begitu licik dan kejam.

Tidak habis pikir, memang Argan benar-benar licik dan kejam. Secepatnya ia harus cari tahu kebenarannya.

Tanpa menjawab ia bangkit, "Yang saya tahu semuanya clear tidak ada lagi terikat hutang. Permisi" dingin David lalu ia melenggang pergi meninggalkan cafe.

Argan menatap David bahwa ia sedang ditantang oleh David, ia akan mengikuti permainan David dan siapa yang akan berhasil melawan dirinya.

****

"Woy beliin gue makanan ngapa" ucap Patrick mengeluh sambil mengelus perutnya yang lapar.

Tanpa menoleh, Angga berucap "Dih ngatur lo" sambil fokus dengan gamenya.

"Lo pada main game mulu, gak liat ni gue laper banget" ngeluh Patrick lagi. Ia sudah tidak bisa menahan laparnya.

"Salah sendiri kenapa lo gak ikut makan. Lo sendiri juga yang kalo lo udah kenyang, jadi bukan salah gue ataupun Axvel" balas Angga sedikit ngotot.

"Masa lo gak peka sih? Seharusnya lo sisain gue dikit kek makanannya. Pantes jomblo gak ada yang mau sama lo karena lo gak pekaan!" cerocos Patrick sambil duduk dilengseran.

Axvel menghembus nafasnya panjang, lalu ia bangkit menuju belakang ntah mengambil apa. Dan kembali lagi keruang tengah dengan membawa nasi kotak yang masih utuh. Lalu Axvel mengasihkan makanan itu ke Patrick. "Makan, gak usah berisik" ucap Axvel dingin.

"Tuh liat Axvel Amardika yang super dingin di golongan kita bahkan didunia aja peka, masa tukang playboy fake tidak peka. Lemah!" nyindir Patrick sambil membuka nasi kotak dan memulai memakan makanannya.

EDWARDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang