Warning: Khusus 18+ bijaklah dalam memilih bacaan yang sesuai usia ya.
Blaire dikhianati oleh kekasihnya, lalu menerima bantuan Jevan untuk balas dendam dengan cara yang berkelas. Tapi Blaire lupa kalau Jevan justru lebih brengsek. Ibaratnya, keluar...
Jevan dalam fantasi kalian, pria yang seperti apa?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mobil Jevan berhenti di halaman luas sebuah rumah. Ada beberapa mobil di sana yang telah berjejer rapi, salah satunya dihias selayaknya mobil pengantin. Beberapa anak kecil yang memakai gaun senada berlarian di sekitar sana.
"Turun yuk!" ajak Jevan setelah mesin mobil mati. Pria itu lebih dulu turun, membukakan pintu untuk Blaire.
"Rame banget kayaknya," kata Blaire yang mendadak terkena panic attack. Dia pikir mereka akan langsung ke tempat resepsi pernikahan, di mana lebih ramai namun orang-orang tidak akan begitu memperhatikan dirinya.
"Ini belum seberapa," beritahu Jevan sembari melirik arlojinya.
Blaire meringis.
"Tenang, ada aku." Jevan memegang tangan Blaire yang terasa dingin.
"Jevan, akhirnya kamu datang juga." Seorang wanita keluar dari rumah itu dan langsung menyambut mereka.
"Tante aku, Mamanya adik sepupu yang mau nikah" bisik Jevan. Beralih tersenyum pada Tantenya, mencium tangannya.
"Ini siapa?" tanya Tante Priska sambil menoleh ke arah Blaire.
Blaire berusaha tersenyum, bibirnya terasa kaku karena gugup. "Hai Tante, aku Blaire," sapanya, lalu mencium pipi kanan dan kiri Tante Priska.
"B-bler? Bleir?" Tante Priska tampak kesulitan menyebut nama Blaire, dan itu membuat lidahnya terasa keseleo. "Duh, nama kamu susah disebut sama lidah kampung Tante," ujarnya melucu.
Jevan terbahak. "Panggil Bi aja Tante biar lebih mudah," suruhnya. "Nama dia emang nggak merakyat," candanya.
Blaire memukul lengan Jevan lagi.
Tante Priska tertawa. "Ayo Bi, masuk. Mama Jevan pasti senang lihat anak semata wayangnya ini akhirnya bawa pacar," ajaknya ke dalam.
Blaire mengangguk dan tersenyum.
"Lihat siapa yang datang?" ucap Tante Priska memamerkan kedatangan Jevan yang membawa Blaire.
Kehebohan pun terjadi, semua orang yang tadinya sedang bersiap langsung datang mendekat menyambut. Blaire harus menghapal satu persatu nama panggilan mereka semua agar tidak salah nantinya.
"Anak bandel. Mama udah minta kamu dateng dari kemarin malam," keluh wanita itu saat Jevan memeluk dan menciumnya.
Jevan hanya terkekeh.
Wanita itu beralih menoleh Blaire.
Di antara semua yang sudah dikenal, hanya Mama Jevan yang membuat Blaire paling gugup. Sejak dia harus berakting untuk meyakinkan wanita itu kalau dia pacar anaknya.