Bab 30. Harus Berakhir?

17.2K 1.4K 276
                                        

Selamat hari raya Nyepi bagi yang merayakan. Kalau ada boleh komen di sini ya ...

Btw ini Ceysa, gimana Jevan gak tergoda coba?

Btw ini Ceysa, gimana Jevan gak tergoda coba?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Ini semua karena Lo, Je."

Langkah Blaire terhenti. Suara Allura yang menuding Jevan terdengar jelas di telinga, meski tidak keras. Dia ingin melanjutkan langkah, namun kembali terhenti saat kali ini suara Jevan yang terdengar.

"Iya, gue salah."

"Ceysa nggak akan pergi andai sejak awal Lo dengerin omongan gue."

Hening.

Blaire menunggu, tapi tidak ada kelanjutannya. Dia pun masuk ke dalam, mendapati Allura dan Jevan sedang berhadapan. "Kenapa Jevan yang salah?" tanyanya. "Emangnya apa hubungan Jevan sama kepergian Ceysa?"

Semua terlihat terkejut.

"Bi, aku anter kamu ke kamar, ya?" Jevan merangkul Blaire.

Blaire menepis tangan Jevan. "Kalian ngomongin apa tadi?" tanyanya. Dia menoleh pada Allura, "tadi itu apa, Ra?"

Allura menunduk, masih menyisakan tangis di wajahnya.

"Aku jelasin di kamar, ya?" ajak Jevan. Dia kembali merangkul wanita itu, tapi tetap ditepis.

Blaire menggeleng. "Jelasin aja di sini.  Aku mau denger nggak cuma dari kamu aja, tapi Allura dan Onyx juga," tuntutnya.

"Ya udah kita duduk dulu kalau gitu." Jevan memaksa Blaire untuk duduk kali ini. Meski tubuh wanita itu sudah sekeras beton, dia berhasil membawanya ke sofa.

Onyx juga membawa Allura untuk duduk, bersisian.

"Ada apa sih? Ngomong dong, Ra. Tadi Lo yang bilang semua salah Jevan, itu maksudnya apa?" tanya Blaire tidak sabaran.

Allura mengangkat matanya menatap Blaire, terlihat ragu. "Sebenernya ... Ceysa suka sama Jevan," beritahunya dengan satu tarikan napas.

Blaire refleks menoleh pada Jevan, tidak ada sangkalan dari ekspresi pria itu. "Bener?" tanyanya minta lebih diyakinkan.

Blaire berharap Jevan menggeleng, tapi pria itu justru mengangguk. "Dan cuma gue yang nggak tau tentang ini, Je? Ra? Nyx?" tanyanya menatap mereka bertiga bergantian.

Hanya Allura yang mengangguk.

"Sejak kapan?" tanya Blaire lagi.

"Waktu Lo sama Jevan sama-sama nggak pulang malam itu, Ceysa curhat banyak sama gue. Salah satunya soal perasaannya ke Jevan." Allura mulai menceritakan apa yang pernah dia dengar dari Ceysa. "Semua bermula di saat Jevan pernah nolongin Ceysa yang pernah dilecehkan sama klien. Di situ Ceysa mulai punya rasa sama Jevan."

Sweet JealousyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang