Bab 5. Another Kiss

41.5K 2.1K 95
                                        

Part ini mengandung api, awas nanti terbakar 🔥
.
.
.

Jangan lupa vote dulu sebelum baca.


.
.
.

Komen di setiap paragraf juga lebih bagus, biar makin panassssss 🔥🔥

***

Sore ini, tak hanya Blaire dan Jevan yang pergi ke Mal. Allura, Ceysa dan Onyx pun ikut. Mereka berencana menonton setelah berbelanja. Di toko pakaian, para wanita akan menjelma jadi makhluk paling menyebalkan di dunia lantaran terlalu lama mencoba, tapi nanti yang dibeli cuma satu.

"Eh ini lucu nih!" Allura mengambil salah satu dress dari gantungannya.

"Gue juga mau coba dong!" Ceysa ikut masuk ke kamar pas.

Selera Allura dan Ceysa bisa dibilang sama persis, malah kadang mereka seperti anak kembar yang membeli pakaian dengan motif sama, hanya berbeda warna.

Blaire yang tidak begitu suka belanja, malah bingung sendiri mau beli yang mana. Dia juga malas kalau harus mencoba semuanya, sebab tidak mau ribet harus membuka kaus dan jeans terus menerus.

"Cobain deh." Jevan mengulurkan sebuah dress pada Blaire.

"Nggak suka warnanya." Blaire lebih suka warna-warna soft, bukan merah menyala seperti itu.

"Percaya sama gue," paksa Jevan.

Onyx melirik keduanya, hanya sekilas dan tidak akan seheboh bila Allura atau Ceysa yang melihat.

Blaire mengesah. Dia pun mengambil gaun itu dengan gerakan malas, lalu masuk ke kamar pas yang kosong.

"Sayang gimana? Bagus nggak?" tanya Allura pada Onyx. Dia bergerak ke kiri dan kanan agar pacarnya itu bisa melihat keseluruhan dari dress yang dikenakannya.

"Bagus," jawab Onyx.

"Perasaan semua yang aku coba kamu bilang bagus," keluh Allura.

"Emang bagus sayang." Onyx lebih meyakinkan.

"Gue gimana?" Ceysa keluar dengan dress yang sama. Dia hanya meminta pendapat Onyx, karena menganggap selera Jevan murahan. Baginya, pria yang suka gonta-ganti pasangan itu berarti seleranya murahan.

"Bagus nggak Je?" Onyx butuh suara Jevan agar tidak dikeroyok sendirian.

Jevan memandang keduanya dengan serius. "Lumayan. Tapi kekanakan," jujurnya.

Mata Ceysa melotot.

"Nah itu juga yang sebenernya mau gue bilang. Motifnya terlalu rame," sahut Jevan terkekeh.

"Oh ya?" Allura menunduk menatap penampilannya. Gaun berwarna pink itu memiliki motif bunga-bunga dan berpita di bagian perut.

Saat Blaire keluar dengan gaun merah ketat di tubuhnya, semua mata sontak tak mampu berkedip. Terutama Onyx yang seumur-umur baru kali ini lihat Blaire berpakaian seksi.

"Ya ampun Bi, sumpah Lo cantik banget pake ini. Nemu di mana sih dress kayak gini? Kok tadi gue nggak lihat," todong Ceysa sembari bergerak mengitari Blaire.

"Mbak, kita mau yang kayak gini juga dong!" panggil Allura pada pegawai toko.

Blaire tanpa sadar melirik Jevan, dan pria itu tersenyum. Sumpah, sorot mata pria itu seperti sedang memuji.

"Mohon maaf Mbak untuk dress yang ini stoknya hanya satu," beritahu pegawai toko itu.

"Yahhh, sayang banget. Padahal bagus tapi kok cuma satu?" keluh Ceysa.

Sweet JealousyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang