- Side story : Hyunkar berlayar💜

364 37 0
                                        

Dua bulan setelah acara pernikahan Hyunsuk dan Kara di laksanakan, tak perlu waktu lama bagi mereka mendapatkan sebuah anugrah yang teramat indah dari tuhan.

Di bulan yang kedua kehamilan Kara, Hyunsuk memutuskan untuk membeli sebuah rumah di salah satu perumahan daerah Jakarta yang lumayan bisa di bilang cukup elit.

Hyunsuk membeli rumah tersebut tanpa sepengetahuan Kara. Yang artinya, Kara sama sekali tidak tahu jika Hyunsuk berencana untuk pindah ke rumah baru mereka.

Karena awalnya Hyunsuk dan Kara masih tinggal di rumah lama Hyunsuk. Tapi, karena Kara sebentar lagi akan lulus Kuliah dan juga mereka memiliki personil baru yang akan datang di keliarga mereka.

Setelah menimang banyak hal, Hyunsuk akhirnya memutuskan untuk membeli rumah tersebut.

Setelah mengurus beberapa keperluannya,Hyunsuk kembali ke kampus untuk menjemput Kara yang sudah saatnya pulang kuliah.

Sebenarnya sudah rutinitas Hyunsuk selalu menjemput Kara sejak mereka berdua pacaran sampai menikah. Tetapi, semenjak Kara hamil,Hyunsuk menjadi semakin potektif dan memilih menjemput Kara 1 jam sebelum kelas perempuan tersebut selesai.

Setelah sampai di parkiran, Hyunsuk melirik ke arah layar ponselnya yang menyala menunjukan pukul 2 siang, tandanya Kara akan selesai kelas 1 jam lagi.

Hyunsuk turun dari mobilnya dan pergi ke kantin untuk mencari cemilan karena saat di agen rumah tadi, dia menghabiskan cukup banyak waktu dan tidak sempat untuk makan siang.

Hyunsuk membeli satu porsi batagor dan juga es jeruk lalu membawanya ke meja di paling ujung Kantin yang langsung terlihat dari pintu masuk gedung Kara.

Agar saat Kara keluar nanti, perempuan itu tak perlu mencari keberadaan Hyunsuk terlalu lama.

Sembari memakan batagornya, Hyunsuk sesekali melirik ke arah pintu gedung Kara, barangkali Kara tidak melihat dirinya sedang duduk makan di kantin.

Tiba-tiba saja, ada sekelompok perempuan datang memghampiri Hyunsuk yang sedang sibuk menatap pintu masuk gedung Fakultas Kara.

Karena merasa pandangannya di halangi tubuh perempuan tersebut, Hyunsuk menolehkan kepalanya mencari celah untuk melihat pintu gedung fakultas Kara.

"Kak, boleh minta nomornya gak?" Tanya perempuan tersebut yang membuat Hyunsuk langsung melirik ke arah mereka semua dengan tatapan risih.

Pasalnya,sekelompok perempuan yang berdiri di hadapannya saat ini benar-benar tidak tahu malu dan tidak memgerti bagaimana cara berpakaian dengan benar.

Entah itu fashion atau bukan tapi Hyunsuk merasa mereka memakai pakaian yang terlalu terbuka dan membuatnya sangat risih.

"Kak, kita minta nomor kakak loh," ujar perempuan tadi terus membujuk Hyunsuk agar dia memberikan nomor telfonnya kepada mereka.

" ngak punya handphone," jawab Hyunsuk yang langsung di tertawai oleh para perempuan tersebut.

" bohong, itu di samping piring batagor kakak handphone siapa?" Tanya perempuan tersebut sembari menunjuk ke arah ponsel Hyunsuk yang berada di samping piring batagornya.

"Punya gue, mau apa lo?"

Tiba-tiba suara tegas yang ia kenal langsung menolongnya saat itu. Hyunsuk yang mendengar suara Kara langsung tersenyum lebar dan menerobos sekelompok perempuan tersebut.

"Udah pulang? Gimana kelasnya?" Tanya Hyunsuk menyambut kepulangan Kara.

Ck!

Kara langsung berdecak kesal dan menyingkirkan tubuh Hyunsuk dari hadapannya. Dia langsung berjalan menghampiri sekelompok perempuan tersebut dengan tangan yang melipat di depan dadanya untuk menambah kesan kakak tingkat yang kejam.

ᴏᴜʀ ʟɪꜰᴇ ᴅɪꜱᴛᴀɴᴄᴇ [ᵂⁱⁿʷⁱⁿ ˣ ʸᵒᵘ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang