Happy reading!!!Saat ini mereka memutuskan untuk pulang, mereka sudah berada di dalam mobil dengan saling melempar candaann ataupun Jongin yang menggombal Taeyong sampai membuatnya selalu tersenyum malu.
Sampai setengah perjalanan Jongin menghentikan laju mobilnya, dia merasa ingin membuang air kecil jadi dia memarkirkan kendaraan di parking area yang ia temui.
"Tae.. Aku pergi ke toilet terlebih dahulu, kau tunggu disini saja ya. "
Taeyong mengangguk dia menatap kepergian Jongin, lalu dia menyandarkan badannya sepenuhnya pada kursi mobil, dia bahkan memejamkan matanya untuk sebentar sebelum suara pesan dari ponsel Jongin membuatnya membuka matanya kembali.
Taeyong menegakkan badannya untuk melihat sedikit ke arah layar ponsel Jongin, setelahnya dia mengerutkan keningnya saat melihat pesan di ponsel itu. Karena rasa keingin tahuannya besar, dia mencoba menarik pesan tersebut agar terlihat semua pesan yang dikirim dan raut muka Taeyong langsung sangat berbeda, dia merasakan sakit saat melihat pesan yang terlihat itu.
Crystal
Aku sudah mencoba cincinnya,
Dan itu sangat pas pada jariku.Tanpa sadar air mata Taeyong keluar dengan sendirinya, air matanya sudah menuruni pipi merahnya. Taeyong menggigit bibirnya agar isakannya tak begitu terdengar, rasanya sakit sekali. Taeyong yang berasa di bawa ke langit saat Jongin yang tadinya mengungkapkan rasa cintanya padanya, langsung terasa di hempaskan kembali pada bawah. Ini lebih sakit dari pada saat dia di hianati oleh Jaehyun.
"Hiks.. Sakit sekali. " Taeyong menepuk dadanya bermaksud untuk mengurangi rasa sakitnya. Taeyong juga berusaha untuk terus menahan isakannya.
Dari kejauhan Taeyong melihat Jongin yang sudah selesai dari toilet, dengan terburu buru Taeyong menghapus air mata yang membasahi pipinya itu dan setelahnya dia merapikan pakaiannya seolah tidak terjadi sesuatu, "aku tidak boleh menangis, Jongin hyung bukan siapa siapa ku. " Gumamnya
Jongin memasuki mobilnya lalu menoleh ke arah Taeyong yang sedang tersenyum padanya "Taeyong kau baik baik saja? "
"Aku baik Hyung, memangnya aku kenapa? "
"Kau seperti habis menangis, terlihat dari matamu yang memerah. " Jongin menatap telak pada mata Taeyong.
Taeyong yang di tatap berusaha tidak gugup dan menghindari tatapan dari Jongin, dia tidak mau ketahuan habis menangis. "Aku tidak menangis Hyung, tadi aku kelilipan debu. "
"Alasan yang sangat tidak masuk akal." Ucap dalam hati, Jongin tidak lagi berbicara, dia tidak mau memaksa Taeyong untuk bercerita. Jongin tidak percaya kalau Taeyong habis kelilipan, posisi sekarang dia berada di mobil dan tidak mungkin kan mobilnya banyak debunya, sebelum kesini dia sudah mencuci bersih mobilnya.
Setelahnya Jongin melanjutkan perjalanan untuk pulang, Jongin mencoba mencari topik tapi Taeyong merespondnya hanya sedikit tidak seperti tadi itu yang membuat Jongin bertambah bingung. "Apa ini salahku? " Ucapnya dalam hati.
Setelah hampir menghabiskan waktu beberapa menit di mobil, akhirnya mereka sudah sampai di rumah Johnny. Taeyong dengan segera melepas sabuk pengamannya dan cepat cepat turun. Melihat itu Jongin kelabakan, dia berusaha mengejar Taeyong yang terlihat berbeda itu, dia memutari mobil dengan cepat dan menahan pergelangan tangan Taeyong.
Bisa di lihatnya, Taeyong menangis sambil menggigit bibirnya Jongin bisa mendengar isakan dari Taeyong walaupun kecil.
"Tae katakan padaku ada apa? Kenapa kau menangis. "
"Tidak ada apa apa hyung. " Taeyong ternyata tidak bisa menyembunyikan lagi air matanya.
"Katakan padaku Taeyong. " Dengan penuh penekanan Jongin berucap, dia juga menekan sedikit lengan Taeyong dia sedikit tersulut emosi.

KAMU SEDANG MEMBACA
The First Lie Of Happiness [Kaiyong] √
RomanceTentang Taeyong yang cinta tulusnya di hianati oleh kekasih tercintanya. About Kai Taeyong not Jaeyong Jaeyong book sebelah