[SCENE ALREADY DELETED]
Saking baiknya manusia bernama Gellar Morgan Januar, cowok itu bahkan rela menunggui Tita di kamar mandi. Gak tahu, deh, sebenarnya yang kayak gitu bisa dibilang memberi pertolongan apa cuman modus aja.
"Kalau modus, aku daritadi gak bakal diem disini, Ta. Udah abis kamu sama aku."
"Jangan aku-kamu," tegur Tita. "Kuping gue aneh dengernya."
Gellar mendengkus gak memperdulikan.
Diamatinya perempuan yang kini mulai melepas baju dan menggantungkan bagian kerahnya di dinding samping pintu.
"Ge."
"Hm?"
"Keluar. Lo mau ngelihatin gue mandi?"
Gellar mengangguk. Tita melengos.
"Gak papa, Ta. Gue gak minta apa-apa ini."
"Guenya malu."
"Halah, sama gue doang."
Sebenarnya Gellar jadi bertanya-tanya sendiri. Apa dirinya semesum itu di mata Tita sampai-sampai Tita gak percaya bahwa dia bisa tahan diri kalau ngelihat cewek itu telanjang?
"Mau dibantuin?"
Tita gak mengerti maksud Gellar. Apa yang harus dibantu? Jadi dia memilih menggeleng.
"Gak perlu," katanya menolak.
Gellar mengangguk, cukup tahu kalau pacarnya betulan parno, membuatnya jadi tersenyum geli. Dia keluar dari kamar mandi kemudian, hanya untuk mengambil sebatang rokok dan pemantiknya, lalu ia menyandarkan punggung membelakangi wastafel, sementara matanya kembali mengamati Tita.
Siapa yang mau melewatkan pemandangan indah seperti ini? Gellar, sih, enggak mau.
Setelah menyalakan benda yang ia selipkan di antara bibirnya, cowok itu kembali mengangkat kepala.
"You look amazing, Ta."
Tita menoleh, mendecih kemudian. "Karena gue naked?"
"Karena lo adalah Tita."
Tita mendecih untuk kedua kalinya, mengabaikan laki-laki yang dari semalam melontarkan pujian terus-menerus. Membuatnya malu sekaligus bosan sendiri karena mendengar itu tak hanya sekali-dua kali dalam semalam.
"Baaaaaang?!"
"Abangmu di kamar, kali."
"Atau kemarin gak pulang?"
Suara Jena!
Suara Papa dan Mamanya!
Yang paling penting, dia dan Tita masih belum berpakaian dengan benar dan keduanya masih berada di kamar!
KAMU SEDANG MEMBACA
kiss me more.
Teen FictionTwo people hide behind a casual friends-with-benefits arrangement, both pretending it means nothing. In truth, they've liked each other for a long time, but pride keeps them silent. When they finally choose love, the future looks close and hopeful...
