Setelah berkutat selama tujuh hari dengan ujian, akhirnya hari ini murid Cakrawala Bangsa telah menuntaskan ujian. Meskipun untuk kelas dua belas masih ada ujian praktek, setidaknya rentetan ujian teori sudah terlaksanakan.
Hari terakhir, hanya ada satu mata pelajaran saja. Sosiologi untuk jurusan IPS, Biologi untuk jurusan IPA, dan Bahasa Inggris untuk jurusan Bahasa. Karena itulah, sebelum pukul sepuluh hampir seluruh siswa sudah meninggalkan ruangannya.
Beberapa dari mereka kembali memfokuskan diri pada festival yang tinggal menghitung hari. Suara orkestra yang sudah mulai menggema di penjuru aula. Paduan suara yang mulai mengumpulkan massa, serta beberapa penampilan solo yang juga bersiap.
Tidak bagi Ralin, dan Jevian. Semenjak sepuluh menit yang lalu berakhirnya ujian, ia belum melihat sosok Jevian. Lagi pula, hari ini pianis tidak memiliki jadwal latihan. Ralin dan Jevian langsung mendapatkan jadwal gladi resik, tepatnya dua hari lagi.
"Lo gak latihan, Lin?" tanya Nakula di bangku taman sekolah
"Gue sama Jevian dapet jadwal gladi resik, Kamis. Tapi kemaren pelatih minta besok latihan dua atau tiga kali" jawabnya, sedangkan Nakula hanya mengangguk paham
"Ini yang lain kemana dah?" tanya Nakula
"Renar sama Leon ke kantor guru ngurusin jadwal uprak. Erlang sama Malvin gak tau kayaknya ada kumpul ekskul, Berliana sama Carel ngambil pesenan ojol"
"Buset, tu dua cewek pesen apalagi dah?"
"Makanan, selebrasi karena udah beres ujian"
"Buat berdua doang?"
"Kagak lah nyet, buat kita ramean"
"Oohhhhh oke-oke" jawab Nakula sekenanya. Keduanya lalu asik dengan handphone milik mereka masing-masing, hingga tiba-tiba Cleo datang menghampiri Ralin
"Woy nyet" sapa Cleo pada Ralin
"Anjritt kaget, kenapa sat?" jawab Ralin
"Kagak latihan lo?" tanya Cleo
"Harusnya gue yang tanya gak sih, Cle? Lo gak latihan? Bukannya padus tadi udah kumpul ya"
"Udah, gue kabur bentar abis makan dari kantin. Laper bangettt bangsat, abis ujian masa kagak disuruh makan dulu" keluh laki-laki berkulit putih itu
"Protes lah sama ketua" sambar Nakula
"Mbah lo salto protes ke ketua, ya ke pelatih lah. Tadi pelatih padus belum dateng, yaudahh gue gass aja makan" ucap Cleo, sedangkan Ralin dan Nakula hanya mengangguk
"Lo kenapa kagak latihan?" tanya Cleo
"Gue langsung dapet jadwal gladi resik, lusa. Tapi besok gue masih latihan di ruang musik"
"Gue besok juga latihan anjeng, mana dari pagi. Jam berapa lo, Lin?"
"Belum tau, gue belum diskusi sama Jevian. Belum ketemu anaknya"
"Samperin lah"
"Gak lah, males. Sana gih balik ke aula, malah keluyuran" usir Ralin
"Ini namanya mengisi amunisi ya, Lin. Gue kebagian nada tinggi" sanggah Cleo
"Iya dah pak serah"
"Gue cabut ya, dadahh" pamit Cleo kemudian pergi meninggalkan Ralin dan Nakula.
Sepeninggal Cleo, keduanya kembali asik dengan layar handphone masing-masing. Ralin dengan Instagram miliknya, dan Nakula dengan aplikasi burung birunya. Tidak ada yang spesial hingga tiba-tiba,
"Gue pengen tinggal di Tokyo dah" ucap Nakula
"Tiba-tiba lo?"
"Liat nih, Tokyo cakep bangettt. Pengen dah tinggal disana"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unconditionally | Lee Jeno
Fanfiction"As long as it's with you.. I will love you unconditionally"
