"Pulanglah, saya merindukan mu," ujar Arsyah tanpa gugup.
Hal itu seketika membuat Rhea terkejut, bagaimana tidak? Arsyah secara terbuka berkata jika dia merindukan Rhea.
"Aku sudah pulang, dan kamu menyuruh ku pulang ke mana lagi? Ke rumah Bunda?"
"Maksud saya kembali ke sini, mansion terasa sepi sekali tanpa mu," timpal Arsyah.
"Aku tidak tertarik meladeni omong kosong mu itu, aku pulang hanya karena Ibu, setelah bulan madu itu selesai, aku akan pulang ke rumah Bunda, aku jamin kamu bakal hidup tenang tanpa ku," ujar Rhea lalu mengelap tangannya agar kering. Acara mencuci piringnya baru saja selesai.
"Tunggu, penerbangan itu malam ini, itu berarti besok atau mungkin seminggu kedepan aku tidak akan masuk kuliah, astaga Ibu apa yang kamu pikirkan?" gumam Rhea sambil menepuk dahinya pelan.
"Akh!"
Lamunan Rhea buyar ketika mendengar pekikan Arsyah, Rhea memandangi sekitarnya untuk menemukan Arsyah, matanya menemukan Arsyah tepat di sampingnya sambil memegang satu buah apel yang tengah di kupas kulitnya, ternyata tangan jemarinya tergores pisau.
"Aduh, kalau main pisau itu hati-hati, lihat--tangan mu jadi berdarah, kan," ujar Rhea lalu menarik lengan Arsyah dan mencucinya di wastafel.
Setelah di rasa darahnya sudah berhenti, Rhea mengambil box berisi p3k yang sengaja di letakkan di dapur.
Rhea mengambil plester dan membalutkannya di jemari Arsyah.
"Kamu mau apel? Sini biar aku kupaskan," ujar Rhea lalu mengambil alih apel di genggaman Arsyah.
"Perasaan tadi aku menyuruh mu untuk membantu ku, kenapa malah mengupas apel?" ucap Rhea masih fokus mengupas kulit apel di genggamannya.
Setelah selesai di kupas, Rhea memotongnya menjadi beberapa bagian dan menaruhnya di piring, Rhea juga memberikan satu garpu lalu menyodorkannya ke Arsyah yang kini duduk di kursi makan.
"Makanlah, aku akan menyapu dan mengepel lantai dulu," ujar Rhea lalu meninggalkan Arsyah.
Rhea mulai menyapu sambil membersihkan debu di mansion besar itu dan mengepelnya dari sudut ke sudut, Rhea membersihkan mansion yang sebulan terakhir Rhea tinggal.
Setelah selesai Rhea ke kebun dan menyirami tanaman yang ada.
Hari mulai meredup, Rhea baru saja selesai dengan pekerjaanya, menjadi Ibu rumah tangga memang melelahkan.
Rhea memutuskan untuk mandi setelah ini, lalu menyiapkan makan malam. Ketika melewati ruang tv, Rhea melihat Arsyah yang tengah tertidur sambil duduk, di pangkuannya terdapat sebuah laptop, mungkin Arsyah ketiduran ketika bekerja.
Rhea menggelengkan kepalanya pelan lalu mengambil laptop milik Arsyah dan menaruhnya di meja. Rhea juga memasang selimut ke tubuh Arsyah agar Arsyah tidak merasa kedinginan.
"Anak nakal," gumam Rhea sambil tersenyum.
***
"Tenang saja, aku akan meminta pada Arsyah, aku yakin Arsyah akan mengabulkannya."
"Kamu yakin?"
"Yakin lah, yakin seyakin-yakinnya."
"Tapi harganya sangat mahal, loh. Memangnya Arsyah serius akan memberikannya cuma-cuma untuk mu?"
"Semahal apa pun, ketika aku yang minta, Arsyah pasti akan langsung membelikannya untuk ku," ujar Prima sambil tersenyum samar.
"Kekasih mu itu sekaya apa sih?"
"Pada intinya, lebih dari perkiraan mu," sahut Prima.
"Tapi bukankah dia sudah beristri? Bagaimana jika dia ternyata mencintai istrinya itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
PERNIKAHAN KONTRAK
ChickLit(End) Rheazura Keisha Radhisty, seorang gadis cantik yang di paksa menikah oleh kedua orangtuanya. Rhea yang masih merasa dirinya belum siap, memberontak untuk menggagalkan pernikahan itu. Namun sayangnya, pernikahan itu tetap terjadi. Rhea resmi me...
