PK : Part Thirty Seven

8.6K 211 0
                                        

"Ibu!"

"Sayang."

Regina menangis dan merengkuh Rhea dalam dekapannya. Saat siang hari, Rhea mendapat kabar jika sesuatu terjadi pada Arsyah, saat itu juga Rhea meninggalkan meeting penting dan segera ke rumah sakit.

"Apa yang terjadi?" tanya Rhea.

"Saat menjelang siang, Arsyah kejang, Ibu juga tidak tahu, berdoalah agar tidak terjadi apa-apa."

"Ibu hiks!"

Cklek!

"Dokter, bagaimana keadaan suami saya? Dia baik-baik saja kan Dok?" ujar Rhea berharap.

Dokter itu menghela napasnya pelan, dan menatap Rhea penuh rasa iba.

"Kami telah melakukan yang terbaik, tapi mohon maaf--pasien tidak tertolong."

Bruk!

"Rheazura!"

***

Rhea terbangun dan sontak duduk, ingatannya kembali teringat mengenai keadaan suaminya.

"Rhea, kamu sudah bangun, sayang?"

"Ibu, di mana Mas Arsyah, Bu?" tanya Rhea seketika.

"Rhea, ikhlaskan ya sayang, hiks!"

"Ibu! Jangan berkata seperti itu, Mas Arsyah pasti baik-baik saja! Dia tidak mungkin tiada! Hiks!" teriak Rhea.

"Rhea, bersabarlah sayang."

Regina merengkuh Rhea dalam dekapannya. Dan keduanya menangis tersedu-sedu.

"Aku ingin melihatnya, aku ingin memeluknya!"

Rhea melepas dekapan Regina dan berlari ke kamar rawat suaminya, namun ketika sudah memasuki ruangan itu, semuanya nampak kosong, ruangan itu sudah kosong dan bersih.

Bruk!

"Rhea!" panggil Regina.

Regina melihat Rhea yang nampak bersimpuh dan kembali merengkuhnya.

"Di mana Mas Arsyah, Bu?" tanya Rhea datar.

"Rhea, maafkan Ibu."

"Ibu, katakan di mana Mas Arsyah?" tanya Rhea lagi.

Regina menjauhkan dirinya dan menatap wajah menantu tersayangnya itu, wajah cantik itu nampak memucat, bahkan kantung matanya terlihat sangat jelas, bibir kecil itu juga memucat, matanya sangat sayu sekali, tatapannya melemah, kedua pipi yang dulunya tembam itu kini menirus, air matanya serasa sudah terkuras habis, rambut cokelatnya nampak tidak terurus, namun Rhea mencoba untuk kuat.

"Dia sudah di kebumikan saat kamu tidak sadar."

"Kenapa kalian jahat pada ku? Kenapa kalian melakukan ini pada ku? Kenapa?!" teriak Rhea.

"Aku butuh waktu untuk sendiri, Bu."

Rhea tertawa sejenak dan keluar dari ruangan itu, langkah kakinya membawanya entah ke mana. Rhea terus melangkah dengan tatapan kosong. Langkah kakinya membawanya ke sebuah bangku di taman rumah sakit.

Rhea mendudukan dirinya dan menangis sejadi-jadinya. Putranya masih kecil, masih membutuhkan sosok Ayah di sisinya, masih membutuhkan peran Ayah, namun sudah di tinggal jauh seperti ini. Rhea masih menangis, dan terus menangis, hingga matanya kembali memburam.

***

Ketika Rhea membuka mata, dirinya melihat atap yang sangat familier di ingatannya, atap mansionnya.

Rhea segera bangkit, namun pening di kepalanya nampak enggan untuk hilang, Rhea kembali menangis ketika mengingat kejadian di rumah sakit. Rhea tidak memikirkan siapa yang membawanya ke sini, Rhea hanya berpikir ingin memeluk Arsyah.

PERNIKAHAN KONTRAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang