"Cup cup cup, anak Bubu, jangan nangis nanti cantiknya hilang," ujar Friska sambil menimang-nimang bayinya. Omong-omong Friska dan Diva sudah menikah dan sudah memiliki anak, berbeda dengan Dila yang masih menekuni studinya.
"Nah iya begitu, nanti Mami bilang sama Papi jika Caca sudah bisa berjalan!" girang Diva masih memapah anak perempuannya yang belajar berjalan.
"Bunda, Azzam mau es krim, Bunda!"
"Boleh, nanti Bunda pesankan," ujar Rhea.
Friska mendadak tertawa kencang. Membuat Diva dan Rhea kebingungan.
"Kalian sadar tidak sih, kita sudah menjadi ibu-ibu anak satu, waktu masih kuliah kita hanya nongkrong namun sekarang kita menimang anak satuan, lucu saja," ujar Friska masih tertawa.
Diva juga ikut tertawa renyah, hingga tanpa sengaja melepas pegangannya pada anaknya dan anaknya jatuh hingga menangis.
"Aduh, maafkan Mami, maaf Mami sedikit lalai, sudah ya, cup cup, jangan nangis cantik," ucap Diva mengusap air mata permata kecilnya.
"Diva, astaga!" gumam Rhea sambil menepuk jidatnya pelan.
"Cantiknya Bubu mau minum susu? Iya? Haus ya? Kita pulang saja ya sayang."
"Rhe, Div, aku pulang dulu ya, anak aku haus pengen asi," ujar Friska pamit.
"Kamu pulang sama siapa?"
"Itu suami aku sudah di depan, aku duluan, ya!"
"Hati-hati!" ujar Rhea sedikit berteriak.
Setelah kepergian Friska, Rhea masih bersama Diva yang masih saja mengajari anaknya untuk berjalan. Sebelumnya Rhea sudah memesankan es krim sesuai keinginan anaknya.
"Dulu, kamu mengajari Azzam berjalan itu bagaimana, Rhe?"
"Bikin pegangan saja dari bambu terus di tanam di taman, tapi buat bambu itu bisa muter, nah kalau waktu senggang, aku biasanya ngajak Azzam belajar jalan," jelas Rhea.
"Lain kali aku akan minta suami ku membuatnya," ucap Diva sambil terkekeh pelan.
"Akhir-akhir ini kita menjadi super sibuk, ya. Mengurus keluarga, memberi anak susu, memasak, dan pekerjaan ibu rumah tangga lainnya, sampai-sampai tidak ada waktu senggang untuk nongkrong, ya walaupun sekadar mengobrol basa basi," ujar Diva menggeplak pelan lengan atas Rhea.
Rhea dengan telaten menyulangi Azzam es krim, meraung sakit ketika tahu Diva memukulnya terlalu kencang. Si empu malah semakin tertawa dan mencubit gemas pipi Azzam.
"Kamu lucu sekali sih, oh iya, Azzam mau punya adek tidak?"
"Adek? Mau! Bagaimana mendapatkannya Aunty?"
"Gampang, nanti malam cukup Azzam menginap di rumah nenek dan kakek saja," sahut Diva.
"Diva! Kamu ini mengajarkan anak ku yang tidak-tidak, sudah-sudah! Anak Bunda cukup Azzam saja," sergah Rhea.
"Bunda, Azzam ingin adek perempuan, Azzam ingin menguncir rambut panjangnya."
"Azzam ...."
"Bunda Azzam ingin!" rengek Azzam sambil meronta di kursinya.
Rhea menghela napasnya jengah dan menatap horor ke arah Diva, karena Divalah yang membuat Azzam menjadi merengek seperti sekarang.
"Mintanya sama Ayah."
***
Rhea merobohkan dirinya di sofa, kerjaanya baru saja selesai, Azzam juga sedang bermain pasir, di halaman belakang. Jadi nanti tinggal memandikan Azzam dan memasak makan malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERNIKAHAN KONTRAK
ChickLit(End) Rheazura Keisha Radhisty, seorang gadis cantik yang di paksa menikah oleh kedua orangtuanya. Rhea yang masih merasa dirinya belum siap, memberontak untuk menggagalkan pernikahan itu. Namun sayangnya, pernikahan itu tetap terjadi. Rhea resmi me...
