"Aduh, lesu banget sih, pasti semalam habis di gempur habis-habisan, iya, kan?" goda Friska yang berada di samping Rhea.
Rhea saat ini tengah kuliah, dan sekarang masuk jam istirahat, Rhea duduk di bangku yang memang kosong untuk mencoba menikmati keheningan, namun keheningannya pecah ketika ketiga temannya datang untuk mengusiknya.
"Apaan sih?!" sergah Rhea sewot.
"Pasti sulit berjalan, ya?" bisik Friska masih mencoba menggoda, bahkan kedua alisnya naik turun.
"Berisik! Kamu ini ngomong apaan sih?" ujar Rhea.
"Aku bercanda Rhea, maaf ya."
"Bercandanya tidak lucu sama sekali!"
"Pengantin baru lagi sensi, kenapa sih?" tanya Diva mencoba nimbrung.
"Kenapa apanya? Orang tidak ada apa-apa kok!"
"Serius? Fiks, you lagi bohong sama kita," sela Dila.
"Kita berteman sudah berapa lama woy? You bohong kita bisa tahu, apa ada masalah dengan pernikahan you?" tanya Dila to the point.
"Tidak ada, Dila. Apaan sih! Sudahlah, aku mau ke toilet dulu," sangkal Rhea lalu bangkit dan pergi ke toilet.
"Tunggu, kita dengar kamu pindah rumah, tepatnya satu mansion dengan Arsyah, iya?" cegat Diva dan di balas deheman malas oleh Rhea.
"Kalau begitu, pulang kuliah, kita mampir boleh?" tanya Friska antusias dan kembali di balas deheman oleh Rhea.
***
"Ini barang yang kamu inginkan," ujar Arsyah sambil menyodorkan sebuah papper bag ke Prima.
Keduanya sedang makan siang di sebuah restoran western. Itu juga atas keinginan Prima, Arsyah menurutinya saja asal wanitanya senang.
"Wah, terima kasih banyak," ujar Prima antusias lalu menerima papper bag itu dan membukanya, binaran di matanya tidak kunjung hilang ketika melihat dengan jelas barang itu.
"Suka?"
"Sangat! Ini mewah sekali, terima kasih!"
"Sama-sama," sahut Arsyah lalu tersenyum.
"Jadi, kamu menerima Rhea sebagai istri mu? Katanya dalam waktu dekat kamu akan menikahi ku," ucap Prima lalu merengut kesal.
"Saya hanya menghargainya, itu saja," sahut arsyah.
"Jika nanti Ibu mu tidak merestui hubungan kita, bagaimana?"
"Saya yakin, Ibu akan mau menerima mu sebagai menantunya," sahut Arsyah lagi.
"Buat aku yakin akan hal itu."
"Akan saya buat kamu seyakin-yakinnya," sahut Arsyah lagi.
***
Hari mulai menggelap, Rhea dan ketiga temannya baru saja tiba di rumah Rhea sambil membawa banyak sekali belanjaan. Tentunya ini semua menggunakan kartu Rhea yang diberikan oleh Ibu mertuanya kemarin malam tepat sebelum Rhea dan Arsyah pergi ke mansion.
"Ini serius rumah yang you tinggalin sama suami you?" tanya Dila sambil melihati sekeliling. Sejujurnya hal elegan seperti ini sudah tidak asing di mata Dila, namun ini lebih dari kata elegan dan mewah, itulah mengapa Dila sampai terkagum-kagum.
"Wah, bener-bener crazy rich!" timpal Friska.
"Kamu beruntung, Rhea!" sambung Diva.
"Girls! Bantu aku beres-beres, ya. Mungkin bakal lama, sih. Sejujurnya aku bisa melakukannya sendiri, tapi hari ini tenaga ku tinggal sedikit. Sebagai gantinya, nanti kuliah besok aku akan traktir kalian makan sepuasnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
PERNIKAHAN KONTRAK
Chick-Lit(End) Rheazura Keisha Radhisty, seorang gadis cantik yang di paksa menikah oleh kedua orangtuanya. Rhea yang masih merasa dirinya belum siap, memberontak untuk menggagalkan pernikahan itu. Namun sayangnya, pernikahan itu tetap terjadi. Rhea resmi me...
