cpt 4

12.1K 1.2K 81
                                        


Hari pernikahan pun tiba.

Kedua mempelai telah di persiapkan sebaik mungkin

Keduanya sama-sama tak mengetahui wajah masing-masing.

Pengantin pria telah diarak menuju aula pernikahan. sementara pengantin pria yg satunya melangkah memasuki aula pernikahan di dampingi ayahnya panglima xiao ming.

Shi ying dan ayahnya semakin mendekat ke arah wang hongyi.

Wang hongyi masih menatap lurus pada dupa-dupa yg berjejer rapi di depannya.

Sebagian dupa itu terbakar sampai hampir ke pangkal pasir di bawahnya.

Ketika pengantinnya telah berdiri di sampingnya wang hongyi berbalik dan menyapa tangan shi ying yg di arahkan kepadanya.

Wang hongyi meraih tangan ramping shi ying yg di julurkan ayahnya.

"Ku mohon, jaga putraku dengan baik yg mulia" ayah shi ying membungkuk hormat pada calon rajanya.

Wang hongyi membungkuk hormat pada ayah mertuanya.

Wang hongyi melirik pada pengantinnya yg wajahnya di tutupi tudung merah. Dia bahkah tak bisa mengintip sedikitpun. Lagi pula dia tak peduli.

Prosesi berjalan seperti semestinya. Ritual pernikahan pun telah berjalan dengan lancar.

Kini kedua pengantin di dudukkan di kursi besar dalam aula itu.

Mereka masih menunggu prosesi berikutnya yaitu penyerahan gelar raja dan ratu baru.

Wang hongyi masih menatap lurus ke arah depan. Dia sama sekali tak perduli pada pemuda yg kini menjadi istrinya.

Karena masih memakai tudung di kepalanya, shi ying tak bisa mengintip seperti apa wajah suaminya. Dia hanya duduk menunduk di kursi itu.

.
.

Waktu pengesahan raja baru pun telah tiba.

Wang hongyi dan shi ying berlutut di depan raja hauran yg memegang sebuah gulungan berisi titahnya.

"Bersamaan dengan selesainya prosesi pemberkatan pernikahan putra mahkota wang hongyi dengan istrinya Xiao shi ying. aku sebagai raja kerjaan Ruo. Mengangkat putra mahkota wang hongyi, menjadi Raja baru kerajaan Ruo dan ratu shi ying sebagai pasangannya. Dengan ini kalian mengemban tanggung jawab terhadap negara dan rakyat. Semua wewenang berada di tangamu"

Raja hauran telah menyatakan wang hongyi sebagai raja yg baru.

"Hidup raja wang hongyi"

"Hidup ratu shi ying"

Sorak sorak rakyat terdengar dan menggema di dalam dan di luar ruangan.

Wang hongyi menyunggingkan sebelah bibirnya. Kali ini dia berhak membuat keputusan apapun itu. Bahkan terhadap ratunya.

Sementara itu dari kejauhan kekasih wang hongyi meremat kedua tangannya.

"Dasar brengsek, kau ingin merebut hongyi ku? Kau akan merasakan akibatnya"

Wang hongyi sekilas melihat tatapan marah dari wajah kekasihnya.
Dia merasa bersalah.

.
.
.
Hari sudah mulai petang saat prosesi pemberkatan dan pengangkatan Raja baru selesai. Pengantin baru mereka di tandu menuju istana Ratu yg baru selesai di bangun.

Kini shi ying tengah berada di kamar pengantinnya. Menunggu sang suami membuka tudung merah yg menjadi hak-nya.

Dia gugup, apa yg harus dia lakukan. Tangannya meremat satu sama lain. Jantungnya berdetak sangat cepat.

Tudung pengantin yg seharian melekat di kepalanya belum di buka sama sekali. Dia tak sabar ingin melihat seperti apa wajah suaminya yg banyak di agungkan parasnya oleh rakyat di seluruh penjuru kerajaan Rou.

Pintu kamar perlahan di buka.

Wang hongyi melihat pengantinnya duduk di ranjang itu dengan wajah menunduk.

Wang hongyi berdiri tepat di depan shi ying.

Jantung shi ying semakin berdetak kencang,

"Kau tak perlu gugup seperti itu" suara dingin itu terdengar di telinga shi ying

"Yang mulia aku-"

"Dengarkan aku, aku menikahimu hanya karena titah ayahku, aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku telah memiliki gadis pilihanku sendiri"

Deg.

Jantung shi ying semakin berdetak cepat.

Kata-kata suaminya sangat menyakitinya.

"Aku mengerti yg mulia" hanya kata-kata itu yg dapat shi ying katakan.

"Dan satu lagi. Sebagai seorang raja di negri ini aku akan mengeluarkan titahku untuk pertama kalinya. Berlututlah" wang hongyi mundur beberapa langkah.

Shi ying dengan patuh berlutut di depan rajanya.

"aku menolakmu menjadi ratuku. kau akan di makzulkan. aku membebaskanmu dari ikatan pernikahan kita berdua setelah 2 tahun. setelah ini kau akan menjalankan pengasingan selama 2 tahun di luar istana, di tempat yg di tentukan kerajaan. dan apabila telah lewat masa 2 tahun itu, kau berhak mendapatkan kebebasanmu, dan berhak memilih calon suamimu yg baru"

Deg.

Jantung shi ying terasa melompat dari dadanya. Dia masih mencerna kata-kata rajanya.

Kejam. Itu adalah kata pertama yg menghujam jantungnya dengan keras.

Dia di tolak di malam pernikahannya. Bahkan di asingkan demi tujuan suaminya sendiri, bahkan tampa sebuah kesalahan yg di perbuatnya.

Juga dia belum mengetahui bagaimana bentuk wajah suaminya.

Xiao shi ying hanya terdiam di tempatnya.

Kemudian menjawab titah rajanya dengan mulut bergetar

"Ji- jika itu adalah titah yg mulia raja, saya menerima dengan sepenuh hati" shi ying berujar lirih.

Wang hongyi membalikkan badannya "dan kau akan berangkat malam ini juga"

Setelah mengatakan itu wang hongyi pergi begitu saja.

Meninggalkan shi ying yg jatuh teduduk karena lututnya melemas.

Tes..tes..

Bulir bening mengalir di antara kedua sudut matanya. Terlalu menyakitkan. Bahkan dia di tinggalkan begitu saja seperti seonggok barang tak berguna.

Di depan pintu, liu haikuan menunduk dengan hormat saat sang raja berjalan ke arahnya.

Raja wang menghentikan langkahnya di hadapan pengawal pribadinya,

"Aku tau kau pasti akan membenciku karena melakukan ini pada adik sepupumu. Tapi aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintainya karena aku telah memiliki zhou lu. Aturlah keberangkatannya malam ini" setelah itu raja baru itu pergi begitu saja.

Liu haikuan mengepalkan tangannya, jika hal seperti ini akan terjadi tentu dia akan lebih memilih menggagalkan pernikahan mereka. Meskipun nyawa taruhannya. Sayangnya tuan yg selama dia anggap baik hati selama ini justru menunjukkan sikap buruknya pada akhirnya.

Detik itu juga liu haikuan menanamkan rasa benci pada rajanya sendiri.

Liu haikuan masuk ke dalam kamar pengantin itu.

Dia melihat shi ying dengan jubah merahnya, dia menekuk lututnya dan sedikit terisak dengan tangisnya.

Tudung merah yg tadi di pakainya di acara pernikahan dia lempar begitu saja begitu wang hongyi pergi keluar dari kamarnya.

"Ying.. maafkan aku, aku tak dapat membantu apapun" liu haikum meneteskan air matanya melihat kehancuran adik kecilnya

Shi ying hanya terdiam. Sesaat kemudian dia mendongak dengan wajah yg dingin.

"Ayo kita pergi ge.. bukankah aku akan di asingkan malam ini juga"

Tbc (13-4-22)

The rejected QueenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang