"Hiduup raja wang hauraan... Hidup raja wang hauran..."
Sorak kemenangan menggema di medan perang kala itu.
Raja masa itu Wang Hauran telah memenangkan peperangan, ketika memperluas wilayah mereka
"Hidup kerjaan Ruo... Hidup kerajaan Ruo"
Suara serak dari tentara yg masih bertahan menambah gema di lembah itu
Semua kemenangan kerajaan Ruo tak terlepas dari panglima perang mereka yg sangat berjasa, menggempur para musuhnya serta melindungi raja dari marabahaya di medan perang.
Dia adalah panglima perang Xiao ming han. Jendral perang kerjaan Rou sekaligus sahabat raja Wang Hauran.
Wang hauran memeluk erat tubuh sahabatnya yg terluka akibat melindunginnya dari para musuh.
"Terima kasih panglima xiao, kau sangat berjasa pada kerajaan Rou"
Panglima Xiao segera melepas pelukan dan membungkuk hormat pada rajanya.
"Itu sudah menjadi kewajibanku yg mulia raja"
Wang hauran menepuk pundak xiao ming.
"Ayo kita kembali ke kerajaan" sang raja telah memberi titah.
Saat itu juga rombongan pejuang itu kembali ke kerajaan asalnya membawa kemenangan.
.
.
.
2 bulan setelah kemenangan kerjaan Ruo di bawah kepemimpinan raja Wang Hauran, sang raja mengundang panglima perangnya ke kerajaan utama.
Para pejabat petinggi kerjaan semua berkumpul di dalam aula besar kerajaan.
Beragam makanan dan minuman memenuhi meja-meja di depan mereka.
Sang ratu mendampingi raja di kursi kebesarannya. Putra mahkota mereka juga turut duduk di kursi besarnya.
Beberapa saat kemudian panglima perang Xiao ming memasuki ruangan aula itu. Banyak orang memandang kagum ke arah panglima perang yg telah mengharumkan bangsa mereka, tapi beberapa mata juga menatapnya tak senang.
Raja menyambut kedatangan panglima xiao ming.
Panglima xiao ming membungkuk hormat di depan raja.
"Silahkan duduk panglima xiao ming, mari nikmati menu yg kami siapkan"
Raja wang tersenyum pada panglima perang yg juga sahabatnya itu.
"Terima kasih yg mulia raja" panglima xiao ming membungkuk hormat.
Di tengah perjamuan, raja menginterupsi semua menterinya.
"Selain perjamuan makan ini di lakukan untuk perayaan kemenangan kita, aku juga memiliki pengumuman penting" raja berdiri dari kursinya
Semua menteri saling menoleh satu sama lain, mencoba mencari tau kiranya pengumuman apakah yg akan di ucapkan rajanya.
"Aku akan segera lengser dari jabatan ku sebagai raja, dan putra mahkota Wang hongyi akan menggantikan ku di singgah sana"
Semua menteri bahkan putra mahkota berjinggat kaget. Raja mereka masih dalam umur yg belum terlalu tua, kenapa buru-buru mau melengserkan diri?
Seorang menteri memberanikan diri bertanya pada raja wang hauran.
"Ampuni hamba yg mulai raja. Tapi apakah yg menjadi alasan yang mulia mundur dari jabatan anda?" Menteri itu membungkuk hormat
Raja tersenyum
"Sebenarnya dalam perang kemarin, aku mengalami luka yg sangat parah. Karena musuh menusukku di bagian vital tubuhku, aku akan mengobati diriku mulai saat ini. Dan putraku sudah siap memimpin kerjaan ini. Aku akan menyerahkan tahta ini kepadanya"
KAMU SEDANG MEMBACA
The rejected Queen
Historical Fiction"aku menolakmu menjadi ratuku. kau akan di makzulkan. aku membebaskanmu dari ikatan pernikahan kita berdua setelah 2 tahun. Dan setelah ini kau akan menjalankan pengasingan selama 2 tahun, di tempat yg di tentukan kerajaan. dan apabila telah lewat m...
