cpt 11

13.1K 1.2K 52
                                        


Sudah dua hari sejak wang hongyi bangun dari tidurnya, tenaganya perlahan mulai pulih.

Dia terbangun di pagi hari, mengusap pelan wajahnya dan beranjak turun dari ranjang kecil yg selama beberapa hari ini menopang tubuhnya.

Bau masakan tercium oleh indra penciumannya, perutnya mulai berbunyi. Dia lapar

"Kau sudah bangun?" Shi ying melihat wang hongyi yg berdiri di depan kamar sambil mengelus perutnya

Wang hongyi menoleh dan matanya melihat senyuman di bibir ying. Sekali lagi jantungnya berdetak dengan cepat hanya ketika melihat senyumannya.

"A-aku baru saja bangun" wang hongyi tergagap, wajahnya bersemu malu.

"Pergilah basuh tubuhmu, tapi jangan sampai mengena pada lukanya, itu belum terlalu kering. Aku sudah menyiapkan air hangat di pemandian belakang. Dan menyiapkan baju ganti" aying tersenyum dan kembali ke dapur untuk menata makanan yg dia buat.

Wang hongyi segera meninggalkan ruangan dan bergegas menuju pemandian, dia memegang dadanya. Ada apa denganku? Batinnya.

Beberapa waktu kemudian, makanan telah di tata dengan rapi di depan mereka, nasi hangat, beberapa sayuran, buah dan ada irisan daging.

Wang hongyi menatap hidangan yg ada di depannya, tempat ini lumayan jauh dari peradaban, bagaimana caranya lelaki manis ini mendapatkan bahan makanan yg terbilang lumayan mewah?

"Apakah ada pasar di dekat sini?" Wang hongyi mulai mencapit sayuran dengan sumpitnya.

Aying tersenyum simpul, dia mengerti apa yg di pikirkan tuan yg ada di depannya kini.

"Pasar? Jaraknya cukup jauh. Aku akan pergi kesana setiap 2 pekan, menukar hasil buah yg aku dapat di dalam hutan dengan beberapa bahan makanan. Kebetulan beberapa hari yg lalu aku membeli bahan makanan terlalu banyak, jadi aku mungkin tak perlu ke pasar lagi dalam beberapa pekan ke depan" Shi ying terpaksa berbohong, dia tak mungkin mengatakan bahwa bahan makanan itu di antar oleh prajurit kerajaan. Sekali lagi shiying tak mau identitasnya tersebar

Wang hongyi menganggukkan kepalanya. Percaya

"Kau pekerja keras, aku berhutang budi padamu. Kelak aku berjanji akan mengabulkan sebuah permintaanmu. Apapun itu" wang hongyi tersenyum

Shi ying mendongakkan kepalanya dan tersenyum "tuan, aku melakukan ini secara suka rela. Kau tak perlu membalas budi, aku dengan senang hati melakukannya karena harusnya manusia memang harus saling tolong menolong" shiying

"Tidak, tetap aku harus membalas budimu. Suatu saat nanti. Aku berjanji" wang hongyi menatap tegas.

Shi ying menghela nafasnya. "Baiklah, terserahmu saja. Lagi pula belum tentu kita akan bertemu lagi suatu saat nanti"

Wang hongyi menatap mata bulat itu, pria ini banyak menyimpan kesedihan di matanya. Bantinnya.

"Aku akan pergi ke dalam hutan setelah ini, beberapa buah tak sempat aku ambil karena kerjangku telah penuh beberapa hari yg lalu. Yi ge istrahatlah, aku akan kembali di sore hari" shi ying merapikan tempat makanan yg telah tandas.

"Izinkan aku ikut, aku berjanji tak akan merepotkanmu" wang hongyi ingin melihat-lihat sisi lain hutan. Dia bosan selama beberapa hari ini hanya diam saja

Shi ying mengangguk, "baiklah, tapi jangan terlalu di paksakan, katakan padaku jika kau mulai kelelahan nanti"

Wang hongyi tersenyum dan mengangguk..

Kemudian keduanya menyusuri hutan, shi ying membawa keranjang di lengannya sedangkan wang hongyi hanya memangku tangan di balik punggungnnya.

Jarak yang di tempuh tak terlalu jauh, sepanjang perjalanan wang hongyi di suguhi pemandangan yg indah, rumah shiying berada hampir di atas bukit jadi ketika keluar dari rumahnya, beberapa ratus meter setelahnya adalah hamparan pegunungan yg indah.

"Wah, tempat ini indah sekali" wang hongyi menatap kagum pemandangan di depannya

"Kau benar, disini sangat indah"

Wang hongyi menoleh, shiying tersenyum. Bibir mungilnya melengkung ke atas. Memandang lelaki cantik itu dari sebelah sisinya saja membuat jantungnya berdetak dengan cepat.

"Kau benar, kau sangat indah" gumam hongyi pelan

Shi ying menoleh, mengerutkan keningnya "apa yg kau katakan? Siapa yg indah?"

Wang hongyi tergagap, "oh, itu... Aku bilang pemandangannya indah" wang hongyi mengubah pandangannya lurus ke depan

Shi ying tersenyum, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Wajahnya merona malu. Dia sebenarnya mendengar jelas apa yg di katakan pria di sebelahnya.

"Ayo kita lanjutkan, hari mulai siang, sebentar lagi terik matahari akan membakar kepala kita" shi ying menarik tangan wang hongyi

Wang hongyi yg di tarik lengannya merasa senang, jantungnya hampir lepas dari dadanya.

Tangan lembut itu menariknya dengan pelan, jemari-jemari lentik itu terasa hangat menyentuh kulit hongyi.

.
.
.
Sementara di lain sisi, haikuan masih terus mencari keberadaan rajanya. Dia menitahkan beberapa prajurit terpercayanya menyusuri hutan selatan.

Mereka bahkan hanya menemukan pedang raja yg tergeletak di sisi hutan beberapa waktu yg lalu.

"Bagaimana?" Liu haikuan menanyakan kabar pada prajurit yg dia tugaskan memantau hutan selatan.

Prajurit itu menggeleng, "nihil tuan, segala penjuru hutan selatan sudah kita cari. Tidak ada tanda-tanda Raja disana" prajurit itu menggeleng lesu

Haikuan memijat pelan kepalanya "ini salahku, harusnya aku tak melakukan sarannya. Kita kembali ke kerajaan. Raja terdahulu harus tau hal ini"

Haikuan saat ini berada di basecamp utara, dia sampai dengan selamat setelah lari dari kejaran musuh di belakangnya.

Tapi dia juga menyesal karena meninggalkan rajanya yg juga dalam kejaran musuhnya.

"Semoga yang mulia selamat. Dimana pun yg mulia berada"

.
.

"Lihatlah, bukankah itu sungai?" Wang hongyi menunjuk dengan jarinya

Shiying mengangguk, "ayo kita istrahat sebentar disana. Air nya sangat dingin kau tau" shi ying tersenyum dan menuntun hongyi menuju hulu sungai

"Sangat jernih, kau sering kemari?" Hongyi melihat shi ying mulai menarik sedikit hanfunya ke atas. Memperlihatkan sepasang kaki putih mungil yg indah. Shi ying bersiap memasukan kakinya di air sungai yg dangkal.

Dia tersenyum, sesekali mencipratkan air ke sisi tengah sungai.

Wang hongyi tersenyum, laki-laki manis itu terlihat sangat cantik di bawah sinar matahari. Dia tertawa bahagia seperti anak kecil yg menemui mainannya. Wajahnya semakin memantulkan cahaya yg hangat.

Tess..

Wang hongyi tersadar dari lamunanya setelah sepercik air menyapa wajahnya.

Shi ying pelakunya hanya tertawa sambil menekan perutnya "haha, apa yg kau lamunkan yi ge? Kemarilan. Basuh kakimu. Airnya segar sekali"

Wang hongyi segera melangkah masuk ke dalam air, dia sedikit meringis. Airnya terlalu dingin. Dia biasa di manjakan dengan air hangat di istana.

Shi ying merentangkan sebelah tangannya "pegang tanganku, sungainya sedikit licin"

Wang hongyi hendak meraih tangan shiying sebelum kakinya memijak batu yg di tumbuhi lumut dan

Byuur

Cup

Keduanya terjatuh ke dalam air sungai yg dingin, wang hongyi menimpa tubuh shi ying di bawahnya.

Saat hendak menahan kepala shi ying agar tak tertimpa batu di bawah, dia tak sengaja menarik kepala shi ying ke arahnya dan sialnya justru mempertemukan dua benda kenyal yg dingin.

Kedua pasang mata itu masih bersitatap, tautan bibir itu segera menjauh satu sama lain. degup jantung keduanya sama-sama berpacu dengan cepat.

Keduanya segera berdiri dan saling memunggungi

"Maafkan aku"

Tbc (16-4-22)

The rejected QueenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang