52

2.1K 169 16
                                        


"Bunda"

Wanita yang sedanh berdiri di depan jendela itu menoleh.

"Bunda sedih?"

"Tidak sayang bunda sudah melupakan mereka, sekarang hanya ada kamu dan kakek nenek saja di hidup bunda"

"Bunda, aku merasa tenang sekarang,bunda tidak lagi di pukul ayah,bunda tidak lagi menangis karna ayah. Sekarang aku sangat bahagia, aku bahagia dengan hanya ada bunda"

"Dongjun, bunda akan selalu ada di samping kamu, tidak akan bunda biarkan anak bunda ini merasakan sakit lagi."

Tiga bulan wuxin sudah melupakan mereka tetapi tidak dengan rasa sakit yang mereka torehkan kepadanya dan putranya.

Wuxin berjongkok dan memeluk dongjun.

"Sekarang kita harus bahagia, sudah cukup rasa sakit yang kita dapatkan, kita harus mencari kebahagian kita dan menjauh dari penderitaan"

"Dongjun sayang bunda"

"Bunda jauh lebih sayang dongjun"
































***



Pengawal berlari menuju ruang kerja chen.

"Yang mulia"

"Sialan ada apa? Kalau itu tidak penting akan aku penggal kau"

Pengawal itu menunduk.

"Saya tau dimana keberadaan mantan ratu"

"Sialan kau dia masih ratuku!"

"Maaf maaf yang mulia"

"KATAKAN SIALAN BANYAK OMONG KAU INI"

"Ratu ada di kerajaan timur yang mulia tepatnya di kerajaan langit, ratu berada di kediaman mentri kerajaan langit kakeknya"

Chen langsung bangkin dan berlari ke arah kudanya, dia memacu kuda itu dengan cepat, menuju kerajaan langit.



***

"Tuan ada raja chen ingin bertamu"

Semua orang yg duduk di ruang tamu mengalihkan pandangannya ke arah pengawal.

Kakek wuxin menatap cucunya lalu berkata.

"Seret dia dan keluarkan dari rumahku"

"Baik tuan"

Pengawal itu keluar menemui chen.

"Maaf raja chen, tetepi anda harus pergi sekarang juga"

"Anjing, berani kau mengusir ku? Kau tau aku ini raja sialan"

"Saya tahu tapi saya tidak berkerja dengan anda, lalu buat apa saya takut pada anda?"

"Brensek aku ingin bertemu wuxin sialann, dimana istriku?, WUXINN SAYANG KELUAR SAYANG"

Mentri keluar dari rumahnya dan menendang tubuh chen sehingga chen termundur.

"Jaga mulut busuk mu itu, jangan kau panggil cucu berhaga ku dengan mulut kotormu itu"

"Kek saya mohon kembalikan anak dan istri saya"

Tuan mentri tertawa remeh.

"Tidak akan saya lepaskan cucuku dengan sampah seperti mu, kau sendiri yang mendorongnya untuh menjauh lalu apa ini? Kenapa kau ingin mengambil cucuku lagi?"

"Saya menyesal kek saya mohon tolong kembalikan wuxin"

Chen berlut memeggang kaki tuan mentri.

"Saya mohon kek, saya akan membahagiakan wuxin kek saya janji"

"Basi, kau sudah melukainya dan baru sekarang kau ingin membahagiakan nya? Punya otak tidak ha? Peria seperti kau tidak pantas untuk cucuku"

"Hiks saya mohon saya menyesal"

"Tangisan mu itu tidak berguna untuk ku sialan, pergi kau dari rumahku, nanti rumahku kotor oleh semua dosa mu itu"

"Saya tidak akan pergi sebelum wuxin Dan dongjun kembali kepada saya"

"Sialan"

Bug
Bug
Bug

Tuan mentri memukul chen dengan membabi buta.

"Kau kotor, kehidupan mu itu kotor, tidak tau diri. Kau melukai cucuku sialan dasar bajingan. Dan ingat kau dan wuxin sudah bercerai tidak akan bisa di satukan lagi"

"Tidak wuxin akan tetap menjadi milikku"

"Wuxin sudah aku jodohkan dengan peria yang lebih kaya dari kau, kau hanya sekecil upil tidak pantas untuk cucuku"

"Kau tidak bisa mengambil istriku sialan!"

"Seret binatang ini dari rumahku"

"Baik tuan"

"Sialan kau kakek tua lepaskan akuu!"

dunia apa ini?(End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang