Hujan turun dengan sangat deras, semua orang berlarian untuk berteduh dari air yg turun dengan derasnya tetapi, ada satu wanita yang terus saja berjalan seakan akan dia menantang sang hujan, semua pelayan dan pengawal hanya bisa menatap iba kepada sang ratu. Yah dongsheng dia terus berjalan melawan hujan baginya hujan adalah teman dia tidak ingin menghindar biar hujan memeluknya biarkan hujan membelai wajahnya.
Biarkan hujan menghapus air matanya agar tidak ada seorangpun yang tahu bahwa dia sekarang tengah menangis. Hatinya berteriak pedih batinya terlukaa semuanya hancur.
Ingin dia bertanya kepada Tuhan, apa salahnya? Kenapa dia di bawa ketempat ini dan meninggal kan kebahagiannya?.
Kenapa semua kebahagiannya di renggut paksa darinya?
Ingin dongsheng berteriak mengatakan dia juga manusia seperti yang lainnya tapi kenapa hanya dia dan putranya saja yang mendapatkan kesialan ini?.
....
Dongjun saat ini tengah mencari bundanya dia melihat semua pelayan memandang dirinya.
Ada apa dengan pelayan kenapaa mereka menatap ku seperti itu, kenapa perasaan aku tidak enak tuhan lindungilah bunda_ batin dongjun
"Kasian ratu dia pasti sangat sedih saat raja mengatakan akan mengangkat selir"
Dongjun yang mendengar perkataan pelayan mengepalkan tangannya, mata dongjun memerah,nafasnya menjadi tidak beraturan
Hanya ada satu keinginannya sekarang yaitu bundanya, dia mau melihat bundanya
Dongjun berlari menembus hujan tidak peduli jika dia masih demam, yang dia mau hanya pelukan bundanya.
Disaat matanya melihat dongsheng dia berlari semakin cepat dia menangis tersedu sedu walaupun air hujan menyamarkan tangisannya, tetapi semua orang tau jika dia sedang menangis saat melihat tubuh kecilnya bergetar
"BUNDAA HIKS BUNDAAA" kata itu terus terucap di bibir kecil nan pucat itu
"BUNDA BUNDA HIKS BUNDAAA HIKS"
dongsheng yang mendengar suara dongjun pun menghentikan langkahnya
Grap
Sepasang tangan kecil memeluk kakinya, dongsheng masih menatap lurus dengan tatapan yang kosong
"Bunda bundaa bundaa hiks hiks bundaa hiks"
Seakan tersadar dongsheng langsung menatap ke bawah dan melihat wajah anaknya yang memucat.
" ASTAGA SAYANG"
"bunda bundaa"
"Iya ini bunda udah jangan menangis" ucap dongsheng sambil memeluk putra nya dengan erat
"Dongjun kamu belum sehat kenapa mandi hujan hm?"
Dongjun menatap bundanya dengan air mata yg terus berjatuhan dengan deras sederas hujan yg tengah membasahi mereka
"Bunda hiks kenapa hiks ayah benci kita hiks, kita hiks salah apa hiks kenapa ayah selalu melukai hiks kita bundaa salah kah jika Dongjun masih sayang kepada ayah hiks hiks dongjun tidak tau cara untuk hiks membenci ayah hiks hhuhu hiks huhuhu bundaa hikss, aku hiks mau hiks huhu ayah hiks sayang sama dongjun hiks, tapi ayah selalu hiks menyakiti bunda hiks ayah jahat hiks"
Dongsheng tidak bisa berkata lagi dia menangi dalam diam
"Syuut sayang hei, dongjun anak kesayangan bunda jangan nangis, bunda tidak mau anak bunda menangis"
Dongsheng mengusap kepala anaknya dengan sayang
" Bunda hiks kenapa ayah mau menikah lagi?"
Dongsheng menghentikan usapan nya dan melihat dongjun
"Dongjun tau dari siapa?"
"Aku dengar dari pelayan bunda. Bundaaa aku tidak mau punya ibu tiri hiks hikss gak mau bunda hiks aku gak mau hiks hiks bundaaaaa hiks hiks"
Dongsheng bingung harus bagaimana dia kasian melihat putranya tapi apa yang bisa ia lakukan?
" Sayang ayok hujan makin lebat nanti dongjun makin demam"
...
AKU BALIK LAGII
SATU KATA BUAT CHEN GUYS?
JANGAN LUPA DI VOTE YAA
DAN JUGA KOMEN YG BANYAK BIAR
AKU MAKIN SEMANGAT NULISNYA OKEEE SPAM KOMENNN
JANGAN LUPA FOLLOW WP AKU
KAMU SEDANG MEMBACA
dunia apa ini?(End)
Fantasywusin adalah gdis di masa moderen dia tumbuh menjdi gadis cantik dan memiliki sahabat.dia gadis yg sangat populer banyak sekali kaum adam yg terpikat olehnya dan tentusaja para kaum hawa merasa iri.sifat wusin adalah jutek dia juga hebat dalam bela...
