Hari demi hari telah berlalu tetapi wusin masih sajah mengurung diri di kamarnya,dia masih bingung dengan semuanya. Bingung dengan apa yang akan dia lakukan kedepanya.
"Aku merindukan dongjun kasian dia, tidak seharusnya aku mendiamkan dongjun dia masih kecil, sudah saatnya aku keluar dan melihat apa sajah yang telah aku lewatkan"
Wusin membuka pintu dan di depan pintu ada bibi yen yang menundukan kepalanya, dia terlihat gelisah.
Wusin mengakat satu alisnya pertanda bingung
"Ada apa bibi"
Bibi yen terkejut dan menaikkan kepalanya
"Nona,i itu pangeran dia, dia sakit nona"
"Apa! Bagaimana bisa bibi?"
"Saat itu saya mau mengabari nona, tapi nona tidak ingin di ganggu maafkan saya nona"
Wusin berlari ke arah ruangan dongjun. Saat membuka pintu dia melihat tidak ada dayang di dalamnya, hanya ada bocah kecil yang terbaring lemah dengan wajah pucat di penuhi dengan keringat dingin.
Wusin langsung saja mengusap kepala dongjun
"Bunda"ucap lemah dongjun
Wusin meneteskan air matanya
"Sayang iya ini bunda, maafkan bunda yaa sayang. Bunda tidak becus menjaga kamu"
"Bunda"
"Iya sayang iyaa"
"Bunda aku kangen"
"Hiks sayang anak bunda harus kuat cepat sembuh sayang bunda juga kangen sama ongjun kecil bunda"
Dongjun membuka mata sayunya dia tersenyum kepada wusin
"Aku kangen sama bunda,kata nenek bunda lagi sibuk, bunda jangan pergi ongjun takut"
"Iya sayang bunda tidak pergi bunda disini sama ongjun"
"Bunda apa ayah tidak mau melihatku"ucap dongjun sedih
"Apa kamu sangat kangen ayah sayang?"
Dongjun mengangguk lemah
Wusin tersenyum
"Baik lah nanti bunda akan membwa ayah"
Dongjun berbinar senang
"Benarkah bunda_(tapi itu sesaat wajahnya kembali murung)
Tidak bunda jangan,nanti ayah marah dan menyakiti bunda aku tidak mau bunda terluka"
"Tidak akan ada yang bisa melukai bunda sayang, percayalah kepada bunda, dongjun tunggu di sini yaa sayang"
Ongjun mohon tuhan buat ayah sayang sama ongjun, ongjun ingin mersakan bahagia sama ayah dan bundaa amin
.
Wusin berjalan lurus ke arah ruangan raja dengan tekat yang kuat dia ingin bertemu suami durhakanya.
Tapi saat dia sampai di depan pintu ruangan suaminya dia di halangi oleh pengawal
"Mohon ampun ratu tapi raja tidak ingin di ganggu dia sedang bersama tamu yang sangat penting"
Wusin tersenyum di dalam hatinya apa ada yang lebih penting dari pada seorang ratu? Lucu sekali pengawal ini
Sudah cukup semua ketidak adilan yang selama ini aku dapatkan tapi aku tidak akan membiarkan anakku sedih hanya karna bajingan ini
"Ehem, kalian bilang apa tamu yang sangat penting?"wusin menaikkan dagunya tinggi kesan angkuhnya pun keluar
Para pengawal mendadak jadi gerogi wkwkwk
"Saya mau bertanya siapa yang lebih penting aku yang seorang ratu dan istri dari raja kalian atau tamu itu?"tanya dongsheng manaikkan satu alisnya
Dengan kompak pengawal itu menjawab
"Yang penting adalah anda ratu"
Jawab mereka sambail membungkuk. Wusin tersenyum penuh kemenangan
"Lalu?"ucap wusin sambil melihat pintu yg masih di jaga oleh pengawal
Para pengal yg tidak mengerti hanya bisah saling pandang satu sama lain saja.
Wusin memukul kepalanya sendiri
Yaelah bego amat cok
"kalian boleh pergi!!"
"Ah baik ratu"
Saat semua pengawal pergi wusin mendekati ruangan suaminya tapi sebelum itu dia mengintip suaminya dari celah pintu
Wusin menutup satu matanya dan mulai menguntit
"Aduh baru kali ini aku jadi penguntit,itu tamu siapa sih sok ngartis amat dah"
"Eh gilakk cewek cuyy itu laki gatel amat astagaa"
"Ehem oke yok bisah yok"ucap wusin lalu membuka pintu dengan tidak anggunnya
Brak
"Eh ups maaf kelewatan semangat sih mau liat yang ada selingkuh ups astaga"mengeluarkan tampang polos bangsatnya
Chen menatap marah ke arah wusin sedangkan perempuan itu dia menatap tidak senang ke arah wusin
"Apa yang kau lakukan disini wanita gila?"
"Kalau aku giala terus wanita itu apa jalang yaa?"ucapnya dengan polos
Sejak kapan wanita gila ini bisa seperti ini
Chen di buat bingun dengan tingkah dongsheng
"Kau berani sekali kau"ucap wanira yg ternyata bernama zing ini
"Hei aku ini ratu tolong tata krama anda nona"
"Sebaiknya kau keluar dari ruangan suamiku"
Zing merasa tidak terima dengan usiran wusinpun menatap chen dengan pandangan terani naya
"KAU BERANI SEKALI KAU MENGUSIR ZING KAU BUKAN ISTRIKU"bentak chen
Aih sakit juga yaa miris amat di bentak sama cinta pertama _
Wusin tersenyum miris dan memandang chen
Sekarang aku tau pilihan apa yang akan aku pilih chen semoga kamu menyesal hingga ingin mati hehehe maaf aja yaa aku bukan wanita baik hati aku wanita pendendam
"Ehem mon maap ni yaa raja tapi secara hukum dan agama saya dan anda sudah menjadi suami istrii dan tidak ada kata ceraii keknya"ucap wusin sambil berpura pura berpikir
"Ck tidak lama lagi akan cerai juga"
"HEI WANITA ASING DIAM"
"jaga ucapanmu kepada zing"
Oke guys sekian dan terimakasih
Tandai typonya yahh nanti aku perbaik
Sekali lagi makasih banget yang udah mau baca cerita aku ini, dan makasih banget buat pembaca setia aku yang rela tungguin aku update aku sayang kaliann banyak banyakk
Mohon doanya yah agar cerita ini cepat tamatt
Jangan lupa vote dan follow
Babayy jumpa lagii
KAMU SEDANG MEMBACA
dunia apa ini?(End)
Fantasywusin adalah gdis di masa moderen dia tumbuh menjdi gadis cantik dan memiliki sahabat.dia gadis yg sangat populer banyak sekali kaum adam yg terpikat olehnya dan tentusaja para kaum hawa merasa iri.sifat wusin adalah jutek dia juga hebat dalam bela...
