Pengawal menyeret chen sampai keluar dari gerbang kediaman mentri.
"Sialan,sialan arghh bajingan tua itu. Beraninya dia kepadaku, aku akan kembali wuxin akan aku rebut dirimu kembali"
Chen meninggal kan kawasan kerajaan langit dengan amarah.
***
"Saya akan pergi kerumah mertua saya, kalian semua jaga rumah ini"
Tuan juan mendapatkan kabar jika putrinya berada di rumah sang ayah mertua.
Debaran jantung tuan juan sangat tidak terkendali, bahagia? Tentu, tidak lama lagi putrinya akan kembali kepadanya.
Dia akan memeluk putrinya selama mungkin. Tidak akan dia lepaskan putrinya pada bajingan chen itu.
Tanpa tuan juan sadari dia juga sama bajingannya dengan chen. Mereka tidak ada bedanya.
Tuan juan memacu kudanya dengan sangat cepat.
Setelah sampai dia langsung melompat dan langsung masuk tanpa permisi kedalam rumah Mentri.
Di sana di ruang keluarga dia melihat anak dan cucunya. Dia merindukan mereka berdua, dengan mata yang berkaca-kaca dia melangkah ke arah wuxi.
"Wuxin"
***
Saat Mentri, nenek wuxin, wuxin dan juga dongjun sedang menghabiskan waktu mereka di ruang keluarga.
Tetapi suara seseorang mengacaukan suasana baik mereka.
Mereka semua menatap asal suara itu.
Semua orang menatap benci ke arah tuan juan.
Tuan juan melangkah lebih dekat ke arah mereka semua. Di saat dia ingin menyentuh kepala wuxin, wuxin menghindar dan menepis tangan juan dengan kasar.
Tuan juan menatap nanar ke arah tangannya.
"Maaf tuan tetapi tangan anda yang bersi itu tidak sepantasnya menyentuh kepala saya yang kotor ini"ucap wuxin.
Deg
Nyeri, itu yang tuan juan rasakan saat ini.
"Wuxin ayah"
Nenek wuxin mengangkat tangannya sebagai kode agar tua juan tidak melanjutkan ucapannya.
"Jangan sekali kali kamu mengatakan bahwa cucuku adalah ankmu, karena mulai saat ini wuxin tidak lagi anakmu"ucap nenek wuxin
"Juan jika aku tau sifat mu sama seperti iblis percaya lah aku tidak akan memberikan anakku kepadamu. Aku menyesal menikahkan putriku kepadamu."
Tuan juan terpaku. Dia sadar kesalahan nya sudah sangat sangat fatal tapi dia hanya minta kesempatan kedua apakah tidak bisa?.
"Ayah aku minta maaf aku sadar aku salah, tolong maafkan aku"
"Wuxin sayang maaf kan ayah nak, tolong kasih ayah kesempatan nak"
Wuxin tersenyum remeh.
"Kesempatan? Kamu meminta kesempatan kepada saya? Sungguh manusia yang tidak tau diri.
Apa anda tidak ingat? DULU DI SAAT SAYA KECIL SAYA MEMINTA KESEMPATAN KEPADA ANDA UNTUK MENJELASKAN SEMUA KESALAH PAHAMAN INI, tapi apa? Anda memukul saya anda tidak memberikan kesempatan itu tuan. Lalu apa ini? Anda meminta kesempatan kepada saya? Apa anda tidak malu?"
Tuan juan menatap wuxin dengan tatapan pilunya.
Wuxin menatap tuan juan dengan mata yang memerah.
"Kenapa? Sakit? Atau terluka?. Itu belum seberapa dengan apa yang anda lakukan kepada saya tuan. Sudah saya katakan di surat itu bahwa saya tidak lagi ingin anda menjadi ayah saya. Saya ingin anda menjauh dan tidak lagi memunculkan muka yang sangat memuakkan itu"
Dongjun hanya menatap diam ke arah orang dewasa itu.
"Sudah dengar bukan? Lebih baik kamu pergi atau saya seret?"ucap sarkas mentri.
Tuan juan menatap nanar mereka semua, dengan langkah pelan dia pergi dari kediaman mentri.
Wuxin menatap punggung ayahnya yang lama kelamaan hilang dari pintu.
Dia mengusap pipinya ah ternyata air mata itu jatuh lagi.
Wuxin terduduk di sofa lalu menutup mukanya.
Dia menangis, dongjun memluk wuxin dengan erat.
"Bunda sudah janji tidak akan sedih lagi"
Wuxin mengahapus airmata nya lalu tersenyum.
"Tidak sayang bunda tidak sedih lagi, lihat bunda sudah senyum"
KAMU SEDANG MEMBACA
dunia apa ini?(End)
Fantasywusin adalah gdis di masa moderen dia tumbuh menjdi gadis cantik dan memiliki sahabat.dia gadis yg sangat populer banyak sekali kaum adam yg terpikat olehnya dan tentusaja para kaum hawa merasa iri.sifat wusin adalah jutek dia juga hebat dalam bela...
