Ferris wheel

1.8K 45 1
                                        

Happy reading 😘

"Mas...... Ayo kita ke wahana!" Rengek naira yang terus menggoyangkan lengan argan.

Sedangkan argan yang tengah menikmati coklat panas buatan naira merasa tidak tenang, karena sedari tadi naira merengek minta ke wahana.

"Ayo mas mumpung di luar nggak turun salju!" Rengek naira terus-menerus, karena argan tak kunjung menuruti nya.

"Bentar ya. Nunggu coklat panasnya mas habis. Setelah itu kita baru berangkat!" Ucap argan.

Sedangkan naira mengangguk dan menunggu suaminya itu sampai menghabiskan coklat panasnya.

Argan gemas dengan naira yang duduk di sampingnya sambil memangku kedua tangannya.

Naira terlihat seperti anak kecil yang sedang menunggu orang tuanya.

Coklat panas Argan sudah habis, naira berbinar melihatnya.

"Ayo mas berangkat!"! Ucap naira antusias

"Bentar yang, mas mau siap-siap dulu!" Jawab argan

Argan mengambil jaketnya dan memakainya dengan santai. Sedangkan naira menunggunya dengan setia.

Argan tidak tega, melihat naira yang sedari tadi menunggunya.

"Ayo!" Ajak argan sambil mencubit sebelah pipi naira dengan gemas.

Naira langsung menggamit lengan Argan, dan dengan semangatnya dia berjalan sambil menarik argan. Karena tidak sabar nya ingin cepat sampai pada tempat tujuannya.

❤️❤️❤️

Kini argan sedang membeli tiket masuk di loket. Sedangkan naira menunggunya sambil memakan es krim yang sempat tadi dia beli.

"Ayo!" Ajak argan yang telah membawa dua tiket.

"Bentar mas, es krim aku belum habis!" Jawab naira dan mempercepat makannya.

Sedangkan argan sudah tidak sabar menunggu naira menghabiskan es krimnya.
Argan langsung mengambil es krim naira, dan menghabiskan nya dengan cepat.

"Loh mas kok dihabisin?" Tanya naira yang hampir menangis karena argan menghabiskan es krimnya.

"Nanti kita beli lagi. Sekarang kita masuk yuk!" Ucap argan. naira pun mengangguk dan mengikuti langkah argan

Argan dan naira berhenti di depan bianglala. Mata naira berbinar dan ingin segera naik bianglala.

Naira menyeret argan ke penjaga bianglala, tetapi argan bersikeras menolak ajakan naira.

"Ayo mas kita naik bianglala!" Ajak naira

"Kamu naik sendiri aja ya. Mas tunggu di bawah!" Tolak argan.

"Gak seru mas kalau aku naik sendiri. Kamu juga ikut naik nya!" Ucap naira terus-menerus memaksa Argan

"Aku takut ketinggian yang?" Ucap argan

Naira terbelalak mendengar jawaban argan.
bukannya dia seorang pilot yang sering berada di atas awan, kenapa dia jadi begitu takut naik bianglala.

"mas, bukannya kamu itu seorang pilot yang sering berada di atas awan. kenapa kamu takut hanya naik bianglala. bukannya pesawat sama bianglala itu lebih tinggi pesawat!" tanya naira.

Sedangkan argan terhenyak mendengar pertanyaan naira. dia bukannya takut ketinggian, tapi dia selalu merasa pusing kalau naik bianglala atau semacamnya. Karena bau mesinnya yang selalu membuatnya pusing dan perutnya terasa mual.

"Bukan begitu yang...a aku..."jawab argan terpotong, karena naira langsung meninggalkannya ke penjaga bianglala tersebut.

"Nggak ada penolakan mas. pokoknya kamu harus nemenin aku ndak bianglala!" Putus naira dan menyeret argan untuk masuk ke keranjang bianglala tersebut.

Kini argan dan naira sudah berada di dalam keranjang bianglala. Naira terlihat begitu gembira. Dia melihat-lihat pemandangan dari atas. Sedangkan argan hanya diam, sambil menutup hidung dan mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.

Argan tak tahan dengan bau mesin bianglala, dia sungguh ingin sekali muntah. Tapi dia malu kalau dirinya muntah di depan naira

"Mas bagus banget ya pemandangannya!" Ucap naira yang melihat kebawah.

Sedangkan argan hanya mengangguk tak berani berbicara.

Saat argan dan naira berada di atas, tiba-tiba bianglala nya berhenti. Argan sudah sangat panik karena bianglala nya berhenti, saat dirinya berada di atas.

"Yang kenapa ini, kok tiba-tiba berhenti!" tanya argan panik

"Itu ada yang mau naik mas. Bentar lagi hidup lagi kok. Biasanya emang begitu!"jawab naira santai

tak lama kemudian, bianglala nya hidup kembali, argan pun merasa lega. setelah keranjang nya berada di bawah, dia akan meminta sang penjaga untuk menurunkannya.

"Geuman, geuman!" ucap argan pada sang penjaga, sambil melambaikan tangannya keluar.

Sontak sang penjaga bianglala tersebut menghentikan putaran bianglalanya. argan dan naira pun turun.

"Mas kok turun sih. Ini baru aja 5 putaran belum sampai 10 putaran!" Rengek naira, karena Argan meminta turun

"Aku udah nggak kuat yang, perut aku sakit!" Jawab argan, sambil memegang perutnya.

naira tidak menyadari kalau sedari tadi argan menahan agar tidak muntah. naira pun juga tidak mengetahui, kalau wajah argan sudah pucat karena pusing.

"Kita selfie dulu yuk mas di depan bianglala.
Kayaknya bagus deh!" Ajak naira.

Sedangkan argan hanya menuruti nya saja.

Argan menyerahkan kamera digital yang ia
Bawa ke penjaga bianglala tersebut, dan meminta sang penjaga untuk memotretnya.

CKREK

Satu gambar sudah diperoleh. Naira meminta sang penjaga untuk memotretnya lagi. Hingga beberapa hasil gambar dapat diperoleh dengan bagus.

 Hingga beberapa hasil gambar dapat diperoleh dengan bagus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pasuruan,15 April 2022

My Husband Is Captain {Sudah Terbit}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang