Happy reading 😘
"Waaaahhh..." Ucap naira yang memandang kagum halilintar dari kejauhan.
Sedangkan arganhanya berdiri mematung di belakang naira sambil memandang halilintar dengan tatapan kosong.
"Ayu mas kita naik itu!" Ajak naira
Argan langsung membelalakkan matanya, saat naira mengajaknya untuk naik halilintar. Baru beberapa menit dia beristirahat sambil menikmati satu cup es krim. Dan kini naira sudah mengajaknya lagi naik wahana.
"Kita baru saja istirahat yang, masak mau naik lagi?" Tolak argan
"Ayo mas. Aku udah nggak sabar mau naik itu!" Ucap naira yang terus-menerus menyeret argan, mendekati penjaga halilintar.
Sedangkan argan hanya menuruti nya saja.
Padahal perutnya belum membaik, meskipun pusingnya sudah berkurang.
"Naneun du pyoleul sassda!" Ucap naira pada penjual tiket halilintar.
Penjual tiket menyerahkan dua lembar tiket kepada naira, dan menyuruh naira dan argan untuk menunggunya di kursi tunggu.
Argan gemetaran dan bergidik ngeri melihat orang-orang yang berteriak histeris saat menaiki halilintar.
Argan membayangkan dirinya akan mati saat tengah-tengah menaiki wahana mengerikan itu.
Sedangkan naira sungguh tidak sabar untuk menaiki nya. Dia berbinar melihat ke asikan dan keseruan sang penumpang. Apalagi saat mereka berteriak, membawa keseruan tersendiri bagi naira.
Kini giliran Argan dan naira dan beberapa penumpang lainnya untuk menaiki halilintar.
Naira menitipkan barang-barangnya ke tempat penitipan. Dengan semangat naira mendahului argan.
Saat naira sudah mendudukan dirinya di kursi, dia tidak mendapati suaminya di sampingnya.
Naira menoleh, mencari argan diantara penumpang yang lain, tapi dia tidak kunjung menemui suaminya itu.
Naira menoleh ke arah kursi tunggu, dan ternyata Argan sedang berdiri mematung di tempatnya. Sambil menatap kearah halilintar yang sudah dipenuhi dengan penumpang.
Naira turun dan menghampiri Argan yang tetap berdiri di tempatnya.
"Mas. Kok masih ada di sini sih? Kok nggak ikut naik?"tanya naira
"Aku takut yang. Itu ekstrim banget, aku nggak pernah naik itu. Aku takut pusing. Masak kalau udah nanjak ke atas, di mundur kan lagi dengan keras!" Jawab argan panjang kali lebar
"Ya ampun mas.; Kamu itu pilot, kapten lagi.
Masak naik begituan aja takut!"bantah naira
"Yang. Nggak semua pilot itu berani naik wahana itu. Aku takut. Itu ekstrim banget!" Jawab argan membela dirinya sendiri.
"Dicoba dulu aja mas. Siapa tahu kamu berani!"rayu naira. Sambil menyeret Argan untuk naik ke wahana itu.
Argan duduk di samping naira. Dan memakai sabuk pengaman nya dengan tangan gemetar.
"Gak usah takut mas. Ini seru kok!"rayu naira
Sedangkan argan hanya mengangguk kecil, sambil tersenyum kecut.
"Are you ready!"ucap sang pemandu
"READY"teriak semua penumpang dengan penuh semangat. Kecuali argan yang sedari tadi diam.
"Ok. One... Two... Three....GO!"ucap pemandu. Dan setelah hitungan ketiga halilintar berjalan dengan lambat.
Argan memegang dengan kuat, pegangan yang berada di depannya. dia tidak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi. beda halnya dengan naira, dia begitu merasa senang saat halilintar dijalankan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is Captain {Sudah Terbit}
Teen FictionMenikah dengan orang yang tidak dikenal. Lebih tepat adalah sebuah perjodohan. Argan, seorang pilot yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Menikah dengan seorang wanita asing yang tidak dikenalnya. Argan terpaksa menerima perjodohan ini karena per...
