Happy reading 😘
"Bang riel, hari ini dan mungkin beberapa hari ke depan, naira nggak ke rumah sakit bang. dia lemas banget!" ucap argan yang tengah menelpon abang sepupunya itu.
"iya nggak papa gan. sehatin dulu kondisi naira, masalah jadwal operasi naira, biar bang ariel aja yang handle!" jawab ariel dari seberang.
"makasih ya bang. argan tutup dulu ya telponnya!" ucap argan sebelum dia memutuskan sambungan panggilannya dengan ariel.
sejak kandungan Naira memasuki usia 3 bulan, kondisi kesehatan naira semakin menurun. dia sering mual-mual di pagi hari, makannya tidak teratur, dan naira hanya mau makan kalau argan yang membuat kan bubur untuknya.
selain bubur buatan argan, dia tidak mau makan. jadi, mau tidak mau argan setiap hari membuatkan bubur untuknya. jika argan tengah bekerja, mama dan mommynya lah yang bergantian menjaga naira dan membujuk nya agar dia mau makan.
"kamu makan yang banyak ya yang. biar kondisi kamu stabil. kamu nggak kasihan apa, kalau baby yang ada di dalam perut kamu itu sakit!" rayu argan, agar naira mau makan.
"bener juga yang dikatakan mas argan. kalau aku nggak makan, kasihan bayi yang ada di dalam perut aku. dan kalau aku terus-terusan gini, kasihan mas argan juga, dia pasti sangat capek ngurus aku!" batin naira.
"Iya mas, aku mau makan!" ucap naira
Sedangkan argan tersenyum bahagia mendengarnya, karena naira mau makan juga.
dengan telaten, argan menyuapi naira sendok demi sendok bubur. sehingga bubur yang tadinya penuh, secara perlahan naira habiskan.
argan meminta naira untuk meminum vitamin penguat kandungan, agar kandungan naira tetap terjaga. dan argan memberikan segelas susu ibu hamil untuk naira minum, dan naira meminumnya hingga tandas.
❤️❤️❤️
"gimana kondisi kamu yang?" tanya argan, kala melihat naira yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Alhamdulillah udah mendingan mas. Sekarang aku mau cek kandungan aku ke dokter maryam!" Jawab naira
"Jam berapa mau cek kandungannya? Biar mas aja yang nganter!" Tanya argan sambil duduk di samping naira.
"Jam 09.00 mas. Aku udah buat janji sama dokternya!" Jawab naira.
Sedangkan argan hanya mengangguk, dan mengelus perut naira yang semakin membuncit.
Naira tersenyum, saat melihat argan yang mengelus perutnya.
Jam menunjukkan pukul 09.00. Argan memanaskan mobilnya, sedangkan naira tengah bersiap-siap untuk memeriksakan kandungannya.
"Ayo berangkat!" Ucap argan kala melihat naira yang baru keluar dari dalam rumah.
"Siap kapten papa!" Jawab naira dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.
Argan langsung mencubit pipi naira dengan gemas, karena naira sangatlah lucu saat menirukan suara anak kecil.
Sesampainya di rumah sakit, argan dan naira langsung menuju ke ruangan dokter maryam. Keduanya langsung duduk di hadapan dokter maryam untuk mengkonsultasikan kesehatan kandungan naira.
Naira membaringkan tubuhnya di atas brankar, dan dokter maryam pun langsung memeriksa nya.
Dokter maryam tersenyum,saat mendengarkan detak jantung bayi yang mulai terdengar.
"Selamat ya nyonya naira, tuan argan, janin yang ada di kandungan nyonya naira tumbuh dengan sehat. Dan jantungnya pun berdetak dengan normal.!" Ucap dokter maryam
Sedangkan argan dan naira tersenyum, mendengar ucapan dokter maryam.
Setelah naira memeriksakan kandungannya, ia ingin membeli susu ibu hamil, karena stok persediaan susu ibu hamil di rumahnya sudah hampir habis.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, naira langsung mengambil beberapa kardus susu ibu hamil. Aneka varian rasa, naira ambil satu persatu.
Saat naira hendak membayarnya ke kasir, dia dan argan tak sengaja bertemu dengan vella.
"Naira, Argan!" Sapa vella pada keduanya.
"Vella!" Balas naira.
Sedangkan argan langsung mengalihkan pandangannya. Dia sangat malas melihat tampang nenek lampir di depannya.
"Kamu hamil?" tanya vella, saat dia melihat ke arah stroller yang ada di pegangan argan penuh dengan beberapa kardus susu ibu hamil.
Sedangkan naira hanya mengangguk, menanggapinya.
"Selamat ya, bentar lagi kamu jadi mommy, dan aku akan punya ponakan!" Ucap vella bahagia dan mengelus perut naira.
"Ayo yang cepet. Aku udah capek!" Ucap argan tiba-tiba.
Sedangkan vella langsung menoleh ke arah Argan. Dia merasa argan tidak suka dengan kehadirannya. Dia sadar, argan sangat membencinya karena dia telah menyakiti hatinya.
"Gue pergi dulu vell!" pamit naira
"Iya, hati-hati ya!" Jawab vella.
Argan dan Naira pun berlalu dari hadapan vella.
''itu argan sama istrinya ya!"ucap seseorang yang tiba-tiba menghampiri vella.
"Iya dit. Mereka berdua udah bahagia!" Jawab vella pada orang itu. Yang tak lain adalah radit. Pacar baru vella.
"Kamu masih ada rasa sama argan?" Tanya radit mengintrograsi.
Sontak vella langsung menoleh, menatap manik mata radit
"Aku udah nggak ada rasa sama dia. Aku cuma merasa bersalah aja. Terutama sama naira!" Jawab vella.
Radit hanya diam mendengar jawaban vella.
Dia merasa bersalah, karena sudah menuduh vella masih memiliki perasaan dengan argan.
Padahal dia sudah tahu, tujuan awal vella mau berpacaran dengan argan. bukan karena didasari rasa cinta, melainkan karena ingin membalaskan dendam kakaknya.
"Maaf ya. Aku udah nuduh kamu masih ada rasa sama argan!" Ucap radit meminta maaf kepada Vella
"Iya nggak papa dit. Tapi kamu harus tahu satu hal. Aku tulus cinta sama kamu!" Jawab vella dan memegang tangan radit.
"Makasih vell, kamu udah tulus cinta sama aku. jangan pernah tinggalin aku ya!" pinta radit.
"Iya. Aku janji nggak bakalan ninggalin kamu. Kamu harus janji juga dit sama aku, kamu nggak bakal ninggalin aku sendirian!" Pinta vella balik pada radit.
Sedangkan radit hanya mengangguk dan tersenyum kepada vella. Dia harap, dirinya dan juga Vella bisa menjalin hubungan dengan serius. Sampai ke jenjang pernikahan.
Pasuruan, 24 April 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is Captain {Sudah Terbit}
Teen FictionMenikah dengan orang yang tidak dikenal. Lebih tepat adalah sebuah perjodohan. Argan, seorang pilot yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Menikah dengan seorang wanita asing yang tidak dikenalnya. Argan terpaksa menerima perjodohan ini karena per...
