Sick Argan

1.4K 44 0
                                        

Happy reading 😘


BRUUUUKKK

Baru beberapa langkah argan berjalan, dirinya langsung pingsan. Untung saja ada naira, yang menahan badan Argan dan merangkul tubuhnya.

"Mas...mas..."ucap naira, mencoba membangunkan argan dengan menepuk-nepuk pipinya pelan.

Naira membaringkan tubuh argan di tanah, dan terus menerus berusaha membangunkan argan.

Naira panik, karena argan tak kunjung membuka matanya. Dia bingung ingin meminta bantuan kepada siapa.

"Dowajwo...dowajwo..."teriak naira ketika melihat beberapa orang berjalan di sekitarnya.

"Museun il-ya bu-in?"tanya beberapa orang yang menghampiri naira.

"Jebal nae nampyeon, geuneun gijeolhaessda!"jawab netral ada orang itu

"Geuleul byeong-won-e delyeogaja!" Ucap salah satu pria bermata sipit kepada naira.

"Aniyo, nampyeon-eul chalo delyeoda juseyo. Jib-eseo nampyeon-eul hwag-inhagi wihae uisa-ege jeonhwahal geos-ibnoda" tolak naira. dia tidak setuju kalau argan dibawa ke rumah sakit. Karena dia yakin, argan pingsan bukan karena hal lain. Melainkan karena dia pusing, setelah naik halilintar.

"Geu gyeong-u, al-ass-eo!" Jawab pria tersebut dan mengangkat tubuh argan yang dibantu orang lainnya untuk masuk ke dalam mobil yang naira sewa.

Naira melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat khawatir dengan kondisi Argan saat ini.

saat dia sampai di parkiran hotel, dia meminta bantuan kepada satpam hotel untuk memapah Argan sampai masuk ke dalam kamarnya.

naira menghubungi dokter kenalan argan, yang bekerja di rumah sakit yang tak jauh dari hotel tempatnya menginap.

30 menit menunggu, akhirnya sang dokter datang untuk memeriksa keadaan argan.

Argan diperiksa oleh dokter lee chong wei, sedangkan naira menunggu sang dokter memeriksa suaminya, sambil berdoa semoga argan baik-baik saja.

" Keadaan argan baik-baik saja. Dia hanya pusing karena naik wahana itu!" ucap dokter lee chong wei, yang masih terbata-bata mengucapkan bahasa indonesia.

"Kira-kira kapan suami saya sadar?"tanya naira.

"Mungkin sebentar lagi. Kamu tidak usah khawatir!"jawab dokter lee chong wei.

naira menghembuskan nafasnya lega, karena keadaan suaminya baik-baik saja dan sebentar lagi dia akan sadar.

"Saya permisi dulu. saya titip salam ya buat Argan!" ucap dokter lee.

"Terima kasih ya dokter, nanti saya sampaikan salam dokter!" jawab naira.

Dokter lee chong wei pun berlalu, meninggalkan kamar argan dan naira.

Naira duduk bersimpuh di pinggir ranjang, dan memegang tangan kanan argan dan menciumnya.

"Mas bangun. aku minta maaf!" ucap naira yang sudah meneteskan air matanya.

perlahan, Argan membuka matanya, dan mendapati naira yang menangis sambil memegang erat tangannya. sedangkan, tangan argan yang lain,ia gunakan untuk mengelus lembut puncak kepala naira.

sedangkan naira yang merasa kepalanya dielus oleh seseorang, langsung menghentikan tangisannya. dan perlahan dia mengangkat kepalanya, dan menghadap melihat argan.

"mas. kamu udah bangun?" tanya naira yang semakin mendekat ke wajah argan.

sedangkan Argan mengangguk dan tersenyum.

"maaf mas, gara-gara aku, kamu jadi kayak gini!" ucap naira, dengan air mata yang menganak sungai.

"yang, aku nggak papa. aku cuma pusing aja. kamu berhenti menyalahkan diri kamu sendiri, aku gak suka liat kamu kayak gini!" jawab argan, yang mengusap air mata di pipi naira.

"sekali lagi aku minta maaf ya mas!" mohon naira. sedangkan argan hanya mengangguk.

"terima kasih!" ucap naira yang dibalas senyuman oleh Argan.

"Oh iya mas. tadi kamu dapat salam dari dokter lee chong Wei!" Ucap naira

"Kok bisa?" tanya argan.

"iya, tadi aku telepon dia untuk memeriksa kondisi kamu. terus dia titip salam!" jawab naira.

Argan mencoba untuk duduk, tapi langsung ditahan oleh naira.

"kamu jangan duduk dulu mas!" perintah naira dan kembali membaringkan tubuh argan.

"gimana, kamu masih pusing Ng?" tanya naira memastikan.

"dikit!" jawab argan singkat.

"kamu makan dulu ya mas. terus minum obat, lalu istirahat. biar badan kamu enakan lagi!" saran naira dan argan mengangguk

Naira menyiapkan satu mangkok bubur instan untuk argan. dan dia juga menyiapkan obat yang tadi diberi oleh dokter lee chong wei untuk Argan.

naira membantu Argan untuk duduk, dan menyandarkan argan pada sandaran ranjang.

Naira duduk di tepi ranjang dan dengan telaten dia menyuapi argan bubur.

"Kamu udah makan!" tanya argan.

naira menggeleng

"Kamu jangan telat makan yang, nanti kamu sakit!"ucap argan.

"Iya mas. Bentar lagi aku makan kok!"ucap naira.

Argan mengelus ubun-ubun naira dan tersenyum. Dia merasa sangat beruntung, karena mempunyai istri yang baik seperti naira.

Naira kembali menyuapi argan, sampai bubur yang tadinya penuh, kini tinggal mangkok nya saja.

naira menyodorkan segelas air putih untuk argan dan juga menyerahkan beberapa butir obat untuk argan minum.

Argan meminum beberapa butir obat dengan satu kali telan. Dan langsung meminum segelas air putih untuk menghilangkan rasa pahitnya.

Argan menyerahkan gelasnya kepada naira, naira pun menerimanya. Lalu membereskan mangkok dan gelas bekas makan Argan.

"Kamu istirahat ya mas!" Ucap naira. Dan membantu argan untuk berbaring kembali.

Argan membaringkan tubuhnya yang dibantu oleh naira. Naira menyelimuti argan sampai batas dadanya. dan menurunkan suhu AC, karena cuaca di luar sedang dingin.

"Happy nice dream my hubby. Cepet sembuh ya!"ucap naira lalu mencium kening argan.

Argan tersenyum, karena naira mencium keningnya. dan dia mulai menutup matanya, untuk mengistirahatkan tubuhnya agar kembali rileks.


Pasuruan,17 April 2022

My Husband Is Captain {Sudah Terbit}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang