Anak laki-laki berusia 17 tahun itu, duduk termenung memperhatikan sesuatu. Entahlah anak itu sangat senang memperhatikan sesuatu yang sebenarnya tidak ada penting-pentingannya dalam hidupnya sendiri.
Pandangannya terfokus pada satu objek, dimana seorang perempuan mudah yang mengenakan seragam putih abu-abu, tengah memuntahkan isi perutnya di pinggir jalan. Anak perempuan itu terlihat sangat lemas, perutnya juga sedikit buncit walaupun tidak terlihat sangat jelas.
Hanya memperhatikan, ia sama sekali tidak ada niatan untuk membantu gadis tersebut. Baginya memperhatikan lebih menyenangkan. Aldan sungguh tau betul siapa gadis tersebut, dia adalah salah satu siswi di SMA Khatulistiwa, satu sekolah dengannya.
Ayu Michella, anak kelas IPS⁴ satu kelas dengan Rional, sekaligus mantannya. Aldan masih memperhatikan perempuan tersebut. Membiarkan Ayu, yang sepertinya sedang menahan sakit.
Tak lama gadis itu, terjatuh lalu pingsan, tapi saat itu keadaan jalan raya tengah sepi pengendara. Mau tak mau Aldan harus turun tangan membantu. Ia segera mengambil mobilnya lalu mengangkat gadis SMA tersebut. Sedikit kesulitan tapi Aldan tetap bisa mengatasi itu. Lalu membawa Ayu ke rumah sakit terdekat.
Gedia manis tersebut terbangun, ia masih belum bisa melihat dengan jelas. Ayu, mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu sadar bahwa dirinya berada di rumah sakit. Melihat Ayu sudah terbangun satu suster berpakaian serba putih itu menghampiri Ayu, dan memeriksanya.
"Sus, kok saya bisa disini?" tanya Ayu dengan nada yang rendah. Badannya masih terlalu lemas.
"Tadi ada anak laki-laki yang nganter, Mbak, apakah dia ayah dari si jabang bayi?" jelas Suster tersebut di akhirnya pertanyaan.
"Hem, ciri-cirinyq gimana yah, Sus?" tanya Ayu, mungkinkah itu Rional?
"Orang, lumayan ganteng Mbak, hidungnya mancung, terus tinggi juga," jelas suster tersebut tidak bisa terlalu detail.
"Rional?" gumam Ayu.
"Terus Sus, dia naik apa?"
"Naik mobil Sport, Mbak, warna kuning."
Tapi apakah mungkin itu Rional? Mungkinkah Rional masih peduli terhadapnya? Tapi sepertinya tidak mungkin mengingat Rional sudah membencinya karna kebablasan ini. Tapi jika bukan Rional siapa lagi? Lagian jika dipikir-pikir Rional tidak punya mobil sport warna kuning, Ayu tau itu. Jadi Siapakah orang tersebut?
"Orang nya ada disini, Sus?"
"Orangnya udah pulang, Mbak, terus biaya administrasinya juga sudah dilunasi," tutur Susternya tersebut.
"Mohon maaf sebelumnya Mbak, apa benar Mbaknya berusaha buat gugurin kandungannya?" tanya Suster tersebut hati-hati.
"Hah, kandungan?" ucap Ayu, berpura-pura tidak tau.
"Mbak positif hamil, kandungannya sudah masuk satu bulan, dan kami menemukan banyak kedungan berbahaya daakm perut Mbak, karna terlalu banyak mengonsumsi nanas muda," jelas Suster tersebut.
Ayu hanya diam, ia benar-benar malu, apalagi ia masih tergolong muda, dan bersetaus pelajar, ditambah saat ini ia masih mengenakan seragam SMA. Sungguh rasanya Ayu ingin menghilang dari muka bumi saat itu juga.
______
"Lo tadi ke rumah sakit ngapain, Al?" tanya Rui, yang tadi tidak sengaja melihat Aldan ke luar dari rumah sakit.
"Ada cewe pingsan tadi,'' jawab Aldan singkat.
''Tumben ditolongin, biasanya dibiarkan, lo kan tegaan,'' tutur Deo asal ceplos tapi benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mas R
DiversosTentangmu sosok laki-laki yang pernah membuatku patah, namun kembali lagi untuk menyembuhkan luka....
