36 | Double date bareng mantan

174 12 0
                                        

Sudah sekitar satu jam mereka berkeliling mall, sebelum pulang mereka menyempatkan diri makan terlebih dahulu.

"Rui! Rui Orlando, 'kan? Aaaa ganteng banget yaampun," he oh seorang gas is can't I'm yang menghampiri Rui.

Sedangkan Ciya menatap gafis itu tidal suka. Rui hanya bisa diam sembari tersenyum tipis. Is tidal may melakukan hal lebih, untuk menjaga perasaan Ciya.

"Aku boleh minta foto gak?" tanya gadis gitu pada Rui, yang sama sekali tidak di jawab oleh Rui.

"Ayy!" panggil seorang laki-laki, membuat gadis itu menoleh.

Cita sungguh terkejut dengan kedatangan Rional. Teryata gadis ini adalah pacarnya. Jika tidak salah namanya adalah Alya, Cita bisa mengetahui itu dengan cepat kerja nama Alya terpampang jelas di bio whatsapp milik Rional.

"Kamu ngapain disini?' tanya Rional pada gadis bernama Alya itu.

"Aku mau minta foto sama Rui, dia ganteng banget tau, aku tuh udah suka sama dia dari lama tau," tutur gadis itu membuat wajah Rional berubah masam.

"Terus aku?" ucap Rional dengan nada ketus.

"Maksudnya, aku ngefans sama Rui Orlando, kalo suka, aku suka sama kamu, heheh," jawab gadis itu cekikikan.

"Boleh yah, minta foto?" ointa gadis itu lagi pada Rui.

Rui pun segera menatap Cita yang wajahnya sudah di Tekuk, karna sedikit tidak suka dengan kehadiran Rional. Cita tau Rui menatapnya untuk meminta persetujuannya.

"Mbaknya tanya pacar saya dulu yah, nanti dia ngambek, susah bujuknya," tutur Rui, yang melihat wajah Cita setengah marah.

"Ayy, udah ayok, Rui udah punya pacar, nanti kamu di marahin sama pacarnya," ucap Rional, yang rasanya ingin sekali membawa Alya pergi dari hadapan mantannya ini.

"Gak mau, mau foto sama Rui," rengek gadis itu keras kepala.

Ciya yang ingin Rional dan pacarnya segera pergi langsung memberi koda pada Rui yang artinya memperbolehkannya untuk foto dengan Alya.

Sejujurnya Rui sangat tidak ingin foto dengan Alya namun rasa tidak enak dan izin dari Ciya memaksanya untuk mengiyakan keinginan Alya, apalagi gadis tersebut terlihat ingin menangis.
Rui pun langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju. Alya pun bersorak bahagia, dan mencoba mengambil foto dengan Rui sebanyak-banyaknya.

"Ayy, fotoin dong," ointa Alya pada Rional.

"Mbak gak udah yah, tadi kan udah banyak, saya udah mau pulang," jawab Rui.

"Udah ayok," ajak Rional menggeret tangan Alya, walaupun wajah Alya masih menatap wajah tampan milik Rui.

"Ciya kok kayak marah?"

"Gak kok kesel, aja liat muka Rional," ketus Ciya.

"Cemburu?"

"Gak! Ciya udah gak suka sama dia, lagian Ciya udah punya Rui, liat aja pacarnya aja sampe klepek-klepek sama Rui," jelas Ciya yang membuat Rui tersenyum.

"Pasti dia iri sama Ciya," sambung Rui.

"Mau mie ayam," rengek Ciya manja.

"Gas, Ngueeeng."

Suasana di mall semakin ramai, menjelang sore hari cafe-cafe, atau tempat makan menjadi penuh. Rui mengapa lelah ke arah satu cafe yang terlihat sudah penuh, bingung harus mencari di mana lagi kerja sedari tadi mereka sudah berkeliling mencari kesana kemari.

"Penuh lagi yah?" tanya Ciya sedikit murung ia sungguh sangat ingin makan mie ayam.

"Coba Rui tanya sama pelayannya dulu yah."

"Permisi Mbak, apa masih ada tempat yah?" tanya Rui sopan.

"Maaf Mas, cafe sedang penuh tinggal bangku khusus double date, tapi udah diisi, kalo Masnya mau, bisa berbagi tempat dengan pengunjung lain," jelas pelayan tersebut menunggu jawaban.

Tanpa pikir panjang Rui segera mengiyakan saja, karna ia juga sudah kelaparan, dan enggan untuk berkeliling lagi.

"Mari Mas, saya antar."

"Gak papa yah, bangkunya berbagi sama pengujung lain?" tanya Rui pada Ciya.

"Bangkunya besar kan?"

"Iya besar kan, namanya bangku khusus double date."

"Kita double date sama orang yang gak di kenal, dong?" ucap Ciya sambil tertawa.

Saat mereka telah sampai di bangku yang di maksud alangkah kagetnya Ciya melihat ada Rional dan Alya yang tengah makan di sana. Ciya sungguh tidak menyangka akan double date dengan mantannya ini. Sedangkan Alya terlihat berbinar saat melihat Rui datang.

"Permisi Mas, bangku yang Anda duduki terlalu besar untuk dua orang, jadi biarkan Mas ini duduk disini," tutur sang pelayan mempersilahkan Ciya dan Rui duduk, lalu dengan segera mereka mempan makanan.

Rional bisa melihat jelas jika Cici sangat akrab dengan Rui, karna saat ini Cici sedang duduk di pangkuan Rui, sambil tertawa sesekali. Sedangkan Ciya berusaha untuk tidak menatap Rional yang tepat di depan matanya.

"Kamu Alya, kan?" tanya Ciya berusaha terlihat biasa saja dan tetap ramah.

"Eh, iya Kak, kok tau?" tanya gadis itu bingung.

"Nama bio Rional nama kamu," jawab Ciya seadanya.

"Lho, Kakak kenal pacar saya?" tanya Alya semakin bingung.

"Kenal, kan satu sekolah."

"Oh gitu, Kakak beruntung deh, bisa pacaran sama Rui Orlando, aku iri tau," terang Alya, yang membuat Ciya tersenyum.

"Gue juga iri sama lo, kok mudah banget gantiin posisi gue," ucap Ciya dalam hati.

"Hehe iya nih, kamu sama Rional udah berapa bulan?"

"Baru satu bulan sih Kak, kalo Kakak sama pacarnya berapa bulan?"

"Seminggu lagi udah tiga bulan," jawab Ciya, tidak menyangka dengan jawabannya, teryata ia dengan Rui sudah selama itu, walaupun jauh lebih lama ia dengan Rional.

"Wah, langgeng terus yah, Kak," ucap Alya dengan senyuman. Ia sungguh terlihat ramah.

"Hehe, iya, kamu juga yah."

Pesanan pun tiba, terdapat mie ayam pesanan Ciya disana, sedangkan Rui memilih untuk memesan ayam bakar plus nasi, serta Cici yang dipesankan sate, karna Cici sangat menyukai sate.

"Kamu mie ayam mulu yah," tutur Rui yang melihat Ciya makan sangat lahap.

"Kenapa, kamu mau?" tanya Ciya.

Rui tidak menjawab, ia langsung saja membuka mulutnya, meminta Ciya untuk memasukkan mie ayam itu ke dalam mulutnya.

"Enak?" tanya Ciya.

"Pedes," komen Rui.

"Gak pedes kok, ini enak," elak Ciya.

"Kamu jangan makan yang pedes-pedes iih, sakit perut ntar, bandel banget sih, kan aku udah bilang kemaren kalo beli mie ayam sambelnya gak usah banyak-banyak, ck! Keras kepala banget sih," omel Rui yang membuat Alya melongo. Sedangkan Ciya hanya cengegesan karna tidak menuruti apa kata Rui.

Oh sungguh, Alya merasa sangat iri dengan Ciya. Kenapa Ciya bisa mendapatkan cowok yang amat posesif dan perhatian seperti Rui Orlando. Sedangkan dirinya mendapatkan cowo seperti Rional yang sedikit cuek, dan tidak terlalu peduli dengan dirinya.

Rional hanya diam menyimak pembicaraan Rui dengan Ciya. Tidak bisa dibayangkan seberapa beruntung mantannya itu, mendapatkan cowok yang jauh lebih baik darinya.

-----

Akan ada saatnya, kamu di cintai dengan tulus, diperlakukan seperti ratu, di mengerti dengan baik

____

Cieee, yang bentar lagi End, hahahah....


...

Mas R Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang