Fanatic ( 3 )

375 48 4
                                        

Mafumafu yang sudah pulang dari bekerja terkejut karena tidak menemukan Soraru di rumah. Ia sedikit mengernyitkan dahi dan memutuskan untuk menghangatkan makanan untuk Soraru pulang. Sambil menunggu, Mafumafu duduk di sofa sembari menonton TV dan melakukan selingan dengan merapihkan rumah hingga bersih dan rapih. Tepat jam 8 malam, Soraru datang dengan wajah kusut seperti biasa dan melepas sepatunya. Mafumafu yang sejak tadi duduk di sofa langsung bangun dan menyambut Soraru.

Okaeri!”

Soraru menyahut agak lirih. “Tadaima.

Mafumafu sigap mengulurkan tangan dan mengambil tas kerja Soraru. “Mau makan dulu? Apa mau duduk sebentar?”

Soraru melepas syalnya dan kembali di terima Mafumafu. “Aku akan duduk sebentar.”

“Aku sudah menghangatkan air mandi tadi, kalau sudah tidak hangat nanti bilang saja,” Ujar Mafumafu.

Soraru meluruskan kakinya di sofa dan menghela napas panjang. “Nanti kuhangatkan sendiri saja. Kau sudah makan?”

“Sudah kok!”

“Apa kau keluar malam ini?”

Mafumafu menggeleng setelah meletakkan barang-barang ke tempatnya. Ia ikut duduk di sofa di samping Soraru. “Tentu saja tidak! Jam kerjaku sudah kembali normal.“

“Ooh.” Soraru terdiam dan memejamkan matanya untuk kemudian menyadari sesuatu. Ia melirik Mafumafu yang kembali menonton TV.

Kok rasanya dia seperti istriku saja? Batinnya. Sadar dengan isi pikirannya, Soraru kembali memejamkan mata dan mendengus kasar. Melihat ini Mafumafu terdiam sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya.

“Ada masalah?” Tanya Mafumafu.

Soraru melirik bahu Mafumafu untuk kemudian beringsut dan menyandarkan kepalanya disana. “Nanti aku ceritakan. Sekarang aku benar-benar kelelahan.”

“Huh!? Oke!?” Mafumafu yang kaget langsung menegang dan sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Sedangkan Soraru menahan tawa dan merubah posisinya jadi menyandarkan punggungnya pada Mafumafu. Pemuda itu tidak bergerak namun wajahnya sudah merah merona.

Mafumafu menurunkan sedikit kepalanya dan agak terkejut dengan rambut ikal Soraru yang langsung bertemu dengan hidung dan mulutnya. Harum peppermint menguar dari surai raven itu sehingga Mafumafu makin merasa gugup. Ia mendongakkan kepalanya.

Kalau begini terus aku bisa mati karena serangan jantung!! Jerit Mafumafu dalam hati.

Soraru membuka matanya yang terpejam dan mengerjap beberapa kali. “Ada sedikit masalah ... Di sekolah.”

Mafumafu yang teralihkan langsung kembali ke mode normal. “Ma—masalah?”

“Tepat pulang sekolah tadi, Urata di serang seorang siswi.”

“Apa!?” Mafumafu menatap tak percaya. “Diserang bagaimana?!”

“Ada yang mencoba menusuknya, tapi Urata berhasil menghindar walau akhirnya ia tetap menerima luka sobek yang lumayan panjang. Tidak dalam, tapi mungkin butuh beberapa hari untuk sembuh total," jelas Soraru.

Mafumafu mengernyit dalam. “Kok bisa? tapi, Urata-san kan tidak pernah berkelahi ataupun punya masalah dengan siswi?”

“Aku juga bingung”

Ada apa sebenarnya? Mafumafu terdiam dan tenggelam dalam pikirannya. Soraru bangkit dari rebahnya dan memutar untuk duduk berhadapan dengan Mafumafu. “tidak perlu khawatir. Operasinya tadi berjalan lancar dan dia hanya perlu istirahat.”

After the End  ||  SoraMafu [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang