Shamanism (6)

283 41 16
                                        

Begitu sampai di rumah, hal yang pertama Mafu lakukan adalah menelpon Luz dan Eve. Awalnya Soraru sepat mengiterogasi keduanya karena mampir malam-malam. Tapi setelah Eve meyakinkan sang guru bahwa mereka bertiga sudah janjian untuk belajar bersama maka keduanya lolos dan menghela napas lega di kamar Mafu.

“Aish, rasanya kayak di interogasi bapak-bapak!” Keluh Eve.

Luz mengangguk setuju sambil menyeka dahinya. Selagi menenangkan diri, Mafu bangkit dari duduknya dan mematikan lampu. “Dari sini, kita akan diskusi penting,” ucapnya sambil menjentikkan jari, mengaktifkan sihir penghalang suara.

“Oh, soal yang kau bilang di telpon tadi—“

Pats!

Persis kamar menggelap, sosok Hina-san langsung muncul dengan mengangetkan ketiganya. Ikut mendudukkan diri, hantu Hina membungkuk hormat dan menyapa. “Halo, aku Hina Shirazu.”

Eve dan Luz tercengang. “Hei, dia-”

“Siswi yang kemarin bunuh diri,” jawab Mafu. “dan tadi, aku melihat sosok hantu hitam itu lagi.”

Ekspresi Luz dan Eve berubah serius. “Itu artinya, kau tau sesuatu tentang ini, Hina-san?” Tanya Eve.

Bukan tau lagi, aku memang terlibat. Walau di paksa, sih,” Jawab hantu Hina. Ekspresi wajahnya juga ikut serius. “jika dia tidak di hentikan, mungkin Soraru-sensei juga akan di targetkan.

“Apa?!” Pekik Mafu.

“ ... ” hantu Hina terdiam sejenak sebelum lanjut bercerita. “Aku tidak tahu bagaimana awal mula terjadi. Tapi saat itu, aku di tawari untuk gabung ke fanclub Soraru-sensei dan di suruh membuat cerita oneshoot untuk grup tersebut.

“Jadi kau pembuat oneshootnya?!”

Oh? Kalian tau ternyata. Tapi bukan disitu masalahnya.” Tukas hantu Hina. “Selama aku bergabung disana dan membuat oneshoot, aku di bayar oleh Giga dan Yui. Karna saat itu aku hanya peduli pada klub jurnalisku yang hampir bubar, aku hanya peduli untuk mengumpulkan uang dan membangkitkan klub  kembali. Tapi suatu hari, Giga mulai bercerita bahwa ia dekat dengan Soraru-sensei.”

Eve mengernyit. “Tapi Soraru-sensei bahkan tak kenal Giga.”

Hantu Hina mengangguk. “Benar. Giga membual soal itu.

“Eh?! Tapi kenapa?!” Tanya Luz.

Kau pikir aku paham? Tapi, dari yang aku lihat, tampaknya Giga sangat suka dengan perhatian dan rasa iri dari yang lain. Seolah apa yang ia ceritakan memang terjadi, Giga dengan semangat selalu pamer tentang dirinya yang semakin dekat dengan Soraru-sensei. Banyak yang mendukungnya, tapi banyak juga yang membencinya termasuk Yui. Sehingga menyebabkan kejadian itu terjadi.

Ketiganya kompak meneguk ludah. “... Apa yang terjadi?” Tanya Mafu.

Hantu Hina mengepalkan tangan di atas lututnya. “Pembullyan pada Giga.”

“Dan karena pembullyan itu, Giga tertekan dan bunuh diri?” Tebak Eve. Namun, hantu Hina menggeleng. Jawaban ini tentu mengejutkan ketiganya. “Jika bukan, apakah—“

Dia di bunuh ...,” kata hantu Hina. “Dengan cara di kutuk.

“Apa?!”

Entah bagaimana, Yui dan anteknya mengetahui kalau Giga berbohong dan mengancamnya dengan berkata ‘Jika kau benar, maka aku akan kerasukan dan menjatuhkan diri dari atap. Tapi jika aku benar, maka kau yang akan kerasukan’. Kudengar, Yui dan anteknya ini hanya iseng dan menggeretak dengan jimat yang mereka beli di kuil.”

After the End  ||  SoraMafu [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang