Shamanism (5)

225 36 6
                                        

Awalnya sekolah sama sekali tidak ingin menanggapi kericuhan yang terjadi sebelumnya. mengingat saat ini mereka juga masih sensitif dengan dua kasus bunuh diri tempo hari. Namun, siswi yang menyebabkan kericuhan di ruang guru itu adalah teman dari 2 orang yang meninggal sebelumnya. Dan akhirnya, Soraru serta beberapa guru juga siswi itu dikumpulkan di ruang BK untuk meminta penjelasan lebih rinci.


“Jadi ... Yoru-kun, benar?” Shoose membuka percakapan.

Siswi itu mengangguk. “Benar.”

“Bisa kau jelaskan atas dasar apa kau menyalahkan Soraru-sensei, nak?”

Siswi bernama Yoru itu mengepal erat. Kemarahan dan kebencian kembali tergurat pada raut wajah mungil gadis itu. Namun, ia tidak berteriak seperti sebelumnya. Sepasang bibir mungil itu mulai bicara. “Sensei, apa kau ingat gadis bernama Giga?" Tanyanya sambil menoleh kearah Soraru.


“Giga?” Ulang Soraru.


“Ha! Apa-apaan wajahmu itu? Jelas kau ingat, kan? Pasti kau tau dia!”


Soraru mengernyit, kebingungan makin tampak terlihat di wajahnya. “... Giga siapa?”


“Soraru, kau tau siswa yang bunuh diri sebelum hari ujian terakhir, kan? Itu Giga,” ujar Shoose.


“Ooh, begitu ... Maaf, aku tidak terlalu memerhatikan murid yang tidak berada dalam naunganku. Lalu, kenapa dia?” Tanya lagi Soraru.


Yoru bangkit dari kursinya. “Apa-apaan kau? Apa maksudmu!?” Tanyanya gusar.


Soraru menjawab pertanyaan itu santai. “Aku baru semester lalu menjadi wali kelas, dan sebelumnya hanya mengajar beberapa kelas. Kau pikir seberapa hebat otakku untuk mengingat semua murid yang kutemui?”


Ekspresi Yoru semakin jatuh. “Tapi—tapi harusnya kau tahu Giga, kan? Habisnya dia, dia selalu bilang kalau dia dekat denganmu!”


“Huh?”


“Tunggu, apa ada sesuatu disini?” Sela Shoose.


Di bahu kiri Soraru, Mafuteru duduk disana dengan mode tak terlihat. Di saat yang sama, Mafu, Luz, dan juga Eve yang membolos kelas untuk menguping berkumpul di atap sekolah.

“Giga?” Eve berpikir sejenak. “Aku tau dia, sih. Kita pernah sekelas waktu kelas 1.”

“Kok Soraru-sensei bisa gak kenal ya?” Tanya Luz.

“Kemarin, Soraru-san bilang padaku kalau ia hanya memerhatikan murid di bawah asuhannya,” sahut Mafu.

“Itu benar. Soraru-sensei mengajar di sekolah ini saat aku kelas 2. Dan itupun dia tidak langsung menjadi guru tapi jadi asisten Nanamori-sensei. Begitu beliau memutuskan untuk pensiun, Soraru-sensei langsung menggantikan posisinya dan menjadi wali kelas di kelas Luz sampai semester ini,” jelas Eve. “Yang aku tidak mengerti adalah, apa urusannya Giga dengan Soraru-sensei?”

Luz melipat kedua tangan di dada. “Kalo aku gak salah, Giga-senpai itu yang katanya paling cantik di angkatan kalian kan?”

“Katanya sih gitu,” jawab Eve datar.

“Berarti Giga-san dan Yoru-san, serta 2 korban sebelumnya adalah teman?”

“Seingatku begitu.” Eve tiba-tiba menghentikan kalimatnya. Sepasang maniknya perlahan melebar. “... Tunggu dulu—“

“Hm? Ada apa?” Tanya Luz.

Eve menutup sebelah telinganya dan sedikit tercekat. “Aku baru dapat informasi dari Akame! Tapi ini—“

After the End  ||  SoraMafu [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang