Suara kembang api menjadi hal pertama yang ia dengar begitu membuka mata. Mengerjap lemah, Mafu mendongak dan menatap langit malah yang dipenuhi oleh kembang api warna-warni khas festival musim panas. Kembang api besar yang begitu indah dan menawan. Saat itu, ia juga bertemu dengan Soraru kecil disini. Entah di lokasi mana tepatnya, dia sendiri pun sampai sekarang tidak mencari tahunya lebih jauh dan hanya tahu kalau di dekatnya ada kuil.
Tapi tidak seperti sebelumnya, dimana saat itu dirinya terbaring dengan tubuh penuh luka dan darah. Saat ini, ia duduk bersandar dengan tubuh transparan. Hanya tinggal beberapa saat lagi untuk sepenuhnya menghilang selamanya.
Tapi setidaknya, Mafu yakin Soraru pasti akan kembali hidup dan kali ini dapat hidup lebih tenang.
Dengan ini, dia pasti berhasil-
"Akhirnya kita bertemu, Mafu."
-melindungi Soraru?
Membelalakkan matanya, Mafu menoleh cepat kearah bariton ringan yang memanggil namanya. Keterkejutannya semakin menjadi kala sosok yang memanggilnya itu adalah sesuatu yang seharusnya mustahil terjadi di dunia ini.
"Kau ... bagaimana mungkin ...?"
Berjarak sekitar tiga meter dari tempatnya, seorang pria bersurai hitam berjalan mendekat dengan senyum merekah. Sepasang manik delimanya menyipit seirama dengan senyum yang terpahat di wajah mungilnya. Mendudukkan diri tepat di samping Mafu, pria itu duduk meluruskan kaki dan ikut menatap langit yang di penuhi kembang api.
"Aku suka tempat ini. Meski baru pertama kali aku menginjak tempat ini."
Masih tidak memercayai apa yang ia lihat, Mafu masih menggeleng dan menatap pria di sampingnya dengan tatapan terguncang. "Apa yang ... tapi, bagaimana mungkin?! Seharusnya aku tidak bisa bereinkarnasi, kan!?"
Pria bersurai hitam yang menyerupai Mafu itu membalas dengan santai. "Apa kau yakin dengan pernyataanmu barusan?"
"Aku adalah penyihir alami! Dan sejak mengalami kebangkitan aku bukan lagi manusia! Karena itu, mustahil aku bisa terlahir kembali!" Seru Mafu yakin.
Mafu bersurai hitam masih bertahan dengan senyum manisnya. "Hem~ jadi sebelumnya kamu adalah manusia?"
Melihat reaksi pria di depannya ini membuat Mafu seketika memutar otak. Kenapa dari tadi reaksi orang ini seperti itu? Seolah dia mengetahui sesuatu yang tidak dia ketahui-
"Baru saja kamu mengakui bahwa sebelumnya dirimu manusia, lalu setelah mengalami kebangkitan tidak lagi jadi manusia. Bukankah itu artinya kamu sudah mati sebagai 'manusia'?"
DEG!!
Tercenung oleh pernyataan ini, Mafu menatap kosong wajah yang tersenyum di depannya tak percaya. Selama ini ia berpikir bahwa dirinya selalu hidup, karena itu tak pernahkah terbersit di pikiran kalau dirinya akan dapat bereinkarnasi kembali menjadi manusia. Tapi jika itu benar, maka pria di depannya ini bukanlah kebohongan atau halusinasi. Sosok yang menyerupai dirinya ini pasti memanglah dirinya versi dunia ini!
Teringat dengan suatu hal yang sempat dirinya lupakan, Mafu tercengang untuk kemudian menutup mulutnya tak percaya.
" ... Mafuyu," ucap Mafu, "apa kau adalah Mafuyu?"
Pria bersurai hitam itu sedikit terbelalak untuk kemudian mengangguk kecil. "Benar. Namaku adalah Aikawa Mafuyu. Tahun ini aku berusia 15 tahun."
"15 tahun? Kenapa?"
"Kenapa? Aku tak tahu? Mungkin itu karena kamu mati lebih dulu dibanding mereka?"
"Mereka? Sebentar, sebentar!" Mulai menyadari ada yang aneh, Mafu melayangkan tatapan sengit pada Mafuyu. "Kenapa kau seperti mengetahui segalanya? Bukankah mustahil untukmu memiliki kekuatan di dunia ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
After the End || SoraMafu [ END ]
Fantasi❇️ Utaite Fanfiction❇️ Kerajaan telah hancur, perang telah usai. setelah tidak ada lagi yang tersisa, kemana dia harus pergi? Mafumafu, satu-satunya penyihir tingkat 10 di belahan dunia lain diberi kesempatan oleh takdir untuk hidup di dunia yang te...
![After the End || SoraMafu [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/311885877-64-k534172.jpg)