Pulang dari sekolah, Mafumafu berjalan bersama Soraru dan kembali naik bus bersama. Sepanjang jalan, Mafumafu terus memikirkan beberapa hal secara acak yang bisa ia jadikan sumber inspirasi. walau begitu, ia masih yakin tak yakin bahwa bisa mendapat inspirasi dengan cepat. Ia menghela napas pelan dan menatap Soraru yang kembali asyik dengan gamenya.
Bus berhenti di satu halte dan membukakan pintu. Mafumafu menatap sejenak halte dan membatin. Masih 3 halte lagi.
“!?”
Mafumafu menoleh ke belakang, merasakan adanya ancaman dan atmosfer aneh yang terpancar dari niat jahat sekelompok orang. Dengan cepat, ia mendorong hp Soraru yang tergenggam dari tangan si pemilik. Soraru yang kaget mendongak. “Apa sih!?”
“Perampok,” Ucap Mafumafu.
Soraru mengernyit. “Apa?”
“JANGAN ADA YANG BERGERAK!!!”
Seorang pria dengan masker menodongkan senjata di susul beberapa orang yang bangkit dari kursi dan mengacungkan pisau. Sang supir yang juga kaget sudah di acungi pisau oleh seseorang di belakangnya. Para penumpang yang tidak sempat berkelit ataupun berteriak segera di tarik dan di dudukkan di lantai bawah. Mafumafu pun juga di tarik hingga jatuh bertumpu lutut, menyusul Soraru yang turun dari kursi dan mendekat padanya. Kedua tangan mereka spontan saling melindungi masing-masing.
“Tetap di dekatku!” Bisik Soraru.
Mafumafu hanya diam.
Seorang pria yang merupakan si pemimpin kembali berteriak. “TERUS KENDARAI BUS SAMPAI HALTE TERAKHIR!!”
Beberapa anggota rampok yang membawa kantong plastik berkeliling untuk meminta hp tiap orang. Soraru juga langsung menyerahkan hpnya tanpa pikir panjang tanpa menatap perampok.
“Hpmu!” Hardik si perampok pada Mafumafu. Ia menggeleng.
“Aku tidak punya.”
DUAK!!!”
Sebuah tendangan keras di layangkan langsung menghajar tepat wajah Mafumafu.
“MAFU!!!” Pekik Soraru.
Mafumafu yang tertendang ke belakang mendesis sakit dan menyeka pipinya. Perampok yang menendangnya mengacungkan pisau. “Kau pikir aku akan percaya kebohonganmu, bocah tengik!!?”
Mafumafu hanya membalas dengan tatapan tajam. Aku jauh lebih tua dari kakekmu, bocah sial.
“CEPAT SERAHKAN HPMU!!” Bentak perampok.
Beberapa orang sudah meringkuk ketakutan bahkan menatap Mafumafu seakan menyuruhnya cepat untuk menurut. Tapi Mafumafu tetap pada jawabannya. “Aku tidak punya.”
“KAU—“
Soraru tiba-tiba menarik Mafumafu bangun dan mendekapnya erat. “Dia memang tidak memilikinya! Aku jamin!”
Perampok itu menyipit. “Siapa kau? Ayahnya?”
Soraru tidak menjawab. Ia makin mendekap erat Mafumafu dalam pelukannya. Mafumafu juga membalas pelukannya dan menatap tajam si perampok.
“Hei, kalau dia tidak ada biarkan saja!”. Seru kawannya yang juga ikut memintakan Hp. Si perampok di depan Mafumafu mendecih.
“Kau pikir aku akan percaya dengan kebohongan bocah zaman sekarang!?”
si pemimpin perampok yang bersandar pada sebuah tiang menatap keributan itu sejak tadi. Ia menata lamat Mafumafu dan Soraru untuk kemudian menyeringai. “Kupikir dua orang itu punya tampang yang bagus?”
KAMU SEDANG MEMBACA
After the End || SoraMafu [ END ]
Fantasía❇️ Utaite Fanfiction❇️ Kerajaan telah hancur, perang telah usai. setelah tidak ada lagi yang tersisa, kemana dia harus pergi? Mafumafu, satu-satunya penyihir tingkat 10 di belahan dunia lain diberi kesempatan oleh takdir untuk hidup di dunia yang te...
![After the End || SoraMafu [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/311885877-64-k534172.jpg)